
Semua berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi. Tak terkecuali Rosita dan Anthony yang sudah rapih. Semua nampak hikmat menyantap makanan yang dimasak oleh Rosa.
"Rosa, masakanmu lumayan juga. Apa rencanamu hari ini?" tanya Rosita.
"Aku ingin mencari pekerjaan, Kak," jawab Rosa.
"Bagaimana jika kau bekerja padaku? kamu kan dulu pernah menjadi marketing, kamu pasti akan dengan mudah menarik para nasabah. Apalagi dengan penampilanmu yang bak malaikat itu, pasti akan banyak ibu rumah tangga yang akan luluh untuk meminjam modal pada kita," tutur Rosita memberi penawaran.
"Tidak, Kak. Aku rasa aku tidak cocok dengan hal itu!" tolak Rosa.
"Lantas pekerjaan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Rosi.
"Entahlah, Kak. Aku masih mencari-cari yang cocok. Yang jelas aku ingin sore sudah berada di rumah," tutur Rosa.
"Kalau kamu Syifa? bukankah umurmu masih delapan belas tahun, apa kamu tidak ingin kuliah? Jika kamu mau Tante akan membantu membiayai kuliahmu!"
"Tidak untuk sekarang, Tante. Aku tidak ingin menyusahkan, Tante. Mungkin Syifa ingin bekerja saja dahulu," tutur Syifa.
"Ini demi masa depanmu lhoh Syifa, Tante bisa meminjamkan uang untuk biaya kuliahmu jika kamu sungkan untuk menerima bantuan dariku secara cuma-cuma. Jadi setiap gajian, Rosa tinggal mengganti sesuai angsuran. Karena kita adalah saudara jadi aku akan membebaskan kalian dari bunga pinjaman. Bagaimana?" tanya Rosita.
__ADS_1
Syifa dan Rosa seketika berpandangan.
"Ekhm, tidak perlu, Kak. Aku akan mencari pekerjaan dulu, nanti jika sudah terkumpul barulah aku pikirkan untuk hal itu, aku tidak ingin berhutang pada siapa pun, aku akan berusaha dengan kemampuanku sendiri," kilah Rosa.
"Baiklah, terserah kamu saja! Syifa, karena kamu menganggur tolong hari ini kamu jagain nenekmu di rumah, ya. Aku ada urusan di luar!" pintanya.
Syifa pun mengangguk mengiyakan.
Rosita yang sudah menyelesaikan makannya lantas beranjak berdiri hendak meninggalkan meja makan. "Ayo, Sayang!" Anthony pun mengikutinya dengan patuh.
Setelah itu mereka pergi berdua berboncengan dengan menaiki motor. Namun, sebenarnya ada sebuah mobil terparkir di garasi rumah milik tantenya. Untuk menunjang pekerjaan mereka lebih efisien jika menggunakan motor, jadilah mobil itu jarang-jarang keluar dari garasi.
Padahal sesungguhnya dalam injil pun juga sudah disampaikan.
...Jika kamu menghutangi kepada orang yang mengharapkan imbalannya,...
...maka di mana sebenarnya kehormatanmu, tapi berbuatlah kebaikan dan berikanlah pinjaman dengan tidak mengharapkan kembalinya, karena pahala kamu akan sangat banyak....
...( Lukas ayat 34 )...
__ADS_1
Usai sarapan Rosa bersiap-siap untuk pergi mencari pekerjaan.
"Ma, Mama yakin bisa pergi sendiri?" tanya Syifa yang nampak ragu untuk melepaskan mamanya pergi. Tidak dipungkiri Syifa masih merasa asing di kota ini. Ia khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengalaman buruk yang pernah menimpanya membuatnya trauma jika berada di tempat asing. Namun, sekuat hati ia menyimpannya kecemasannya dan mencoba untuk menguatkan diri-sendiri agar tidak membebani mamanya.
"Tenang saja Syifa, ini kan kota kelahiran Mama. Mama akan baik-baik saja!" ucapnya meyakinkan putrinya. "Oh ya, barusan ada panggilan tidak terjawab dari Antika. Namun, ketika Mama balik menghubunginya malah Antika tidak menjawab. Mungkin sekarang dia sedang sibuk," ujar Rosa.
"Baklah, Ma. Mama bawa saja handphonenya, nanti sore biar Syifa yang menghubunginya," tutur syifa.
"Ya sudah, kalau begitu Mama berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumussalam."
......................
Rosa pun mulai berkeliling ke kota untuk mencari pekerjaan. Setelah hampir tujuh jam ia menemukan sebuah spanduk.
...______Ney-nna______...
__ADS_1