Aku Perawan Tua Berkualitas

Aku Perawan Tua Berkualitas
Bertemu lagi


__ADS_3

Hari yang dinanti pun tiba. Syifa mendampingi Nafisa untuk acara akad yang akan diselenggarakan di masjid Jami. Nafisa tampak anggun dan cantik dengan riasan natural. Tidak ada yang berlebihan, namun nampak mengesankan bagi Syifa yang tidak pernah melihat Nafisa berdandan.


Antika yang baru datang langsung duduk di samping Syifa menggeser ibu-ibu yang sudah duduk di samping Syifa.


"Maaf, Bu. Geser sedikit ya, Bu. Saya pendamping pengantin wanitanya!" ujarnya agak memaksa meski dengan halus.


Syifa hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


"Kenapa baru datang?" bisik Syifa di dekat telinga Antika.


"Tadi itu ngeselin banget tau, Fa! Gue yang udah rapih dandan cantik dan siap berangkat pakai sepatu model feminim yang manis, eh tiba-tiba nginjek kotoran kucing di depan rumah. Astaghfirullah, bikin kesel aja musti ganti sepatu mana nggak ada yang cocok buat kondangan. Lo tau sendiri kan rak sepatu gue isinya sepatu kets. Mana pernah gue pakai sepatu feminim kalau nggak terpaksa buat ke kondangan!" gerutu Antika yang terlihat masih kesal.


"Hahahaha!" Syifa dan Nafisa tertawa lirih mendengar nasib buruk dari sahabat mereka itu.


"Sabar ya, Tik. Ini masih pagi, mana udah cantik begini ... senyum dong, Cantik!" bujuk Syifa agar sahabatnya itu tidak semakin kesal.


"Uhm, iya-iya. Eh, yang mana calon suami lo, Sa. Kok kaya udah berumur gitu yang lagi ngobrol sama bokap lo!" tutur Antika seraya menelisik laki-laki yang tengah berbicara dengan Abi Imron di bagian depan, tempat yang akan dilaksanakannya ijab qobul.


"Astaghfirullah, Tik. Itu kan penghulunya. Kan aku udah bilang calon suamiku sebaya dengan bang Ilham. Tega kamu, Tik. Masa aku nikah ama bapak-bapak!" ujar Nafisa seraya merengut.


Syifa yang mendengar kekonyolan Antika sontak tawanya pun pecah. Sahabatnya itu memang selalu bisa membuatnya terhibur dengan tingkah absurdnya.


Tak berapa lama terlihat pemuda tampan duduk berhadapan dengan Abi Imron. Dan acara ijab qobul pun segera dimulai.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nafisa Humaira Assegaf binti Habib Imron Assegaf dengan maskawin tersebut dibayar tunai."

__ADS_1


"Bagaimana saksi ... SAH?"


"SAH!"


"Alhamdulillah...!"


Antika yang sejak tadi melakukan video call dengan Ilham, agar Ilham dapat melihat prosesi pernikahan adiknya. Sesekali handphonenya ia arahkan pada Nafisa dan juga Syifa yang terlihat malu-malu melirik ke arah layar handphone Antika yang memperlihatkan wajah Ilham di sana.


"Bang, buruan pulang ya ...! ada yang nungguin, nih!" ujar Antika seraya mengarahkan kamera tepat di antara dirinya dan Syifa.


Ilham terlihat tersenyum pada layar ponsel yang dipegang Antika.


Seketika Syifa mencubit pelan lengan Antika.


Nafisa sudah disandingkan dengan suaminya. Sementara Syifa dan Antika memilih duduk di salah satu bangku sembari menyantap hidangan yang tersedia.


"Tik, kira-kira setelah ini kamu atau aku yang bakal nikah duluan?" tanya Syifa.


"Jelas kamu lah. Kan tinggal nunggu beberapa bulan lagi bang Ilham pulang!"


"Belum tentu tau! Siapa tahu sepulang dari sini ada yang lamar kamu!" tukas Syifa.


"Ya nggak mungkinlah. Lagian sama bokap gue udah diwanti-wanti nggak boleh nikah muda!" tutur Antika.


"Harusnya kamu jawab aamiin. Didoain yang baik juga, Tik. Takdir itu Allah yang tentukan, berdoa saja semoga Allah memberikan yang terbaik pada setiap langkah kita!" ujar Syifa.

__ADS_1


"Aamiin!" seru Antika kemudian.


"Kakak ...!"


Tiba-tiba ada seseorang yang menarik-narik jilbab Syifa dari samping. Syifa segera menoleh ke arah samping.


"Alika!" pekik Syifa terkejut.


"Hallo ketemu lagi ...!" seru bocah imut itu dengan sumringah. Alika nampak cantik dengan memakai kerudung.


"Eh, iya cantik. Alika sama siapa?" tanya Syifa.


"Sama papa, eyang, onty juga!" ujarnya seraya mengayun dressnya yang mengembang di bagian bawah.


"Siapa, Fa?" tanya Antika.


"Aku juga baru kenal tadi di kost. Dia ngintilin aku ke kamar kostku," ujar Syifa menjelaskan.


"Alika ...!" Lagi-lagi terdengar suara bariton yang sama yang tengah memanggil Alika.


"Alika ke Papa dulu ya, Kak? Bye ...!" ujarnya. "Papa ...!" seru Alika sembari berlari ke arah papanya berada.


Syifa dan Antika seketika mengikuti ke arah ke mana bocah itu pergi.


..._____Ney-nna_____...

__ADS_1


__ADS_2