
Waktu persidangan pun segera dimulai. Syifa nampak sedikit gugup sebelum memasuki ruang persidangan. Ini memang bukan kali pertama baginya berada di meja hijau untuk melaksanakan tugasnya. Namun, ini adalah saat dimana ia akan kembali bertemu dengan laki-laki yang pernah menorehkan sejarah kelam di hidupnya. Siapa lagi jika bukan Devan.
Syifa cukup tahu bagaimana peringai Devan. Laki-laki nekad yang bisa melakukan segala cara untuk memperoleh keinginannya. Hal itu membuat Syifa khawatir jika kedepannya Devan kembali mengusiknya karena melawan ayahnya dipersidangan. Serupa dengan apa yang dia lakukan pada kuasa hukum Iqbal yang pertama.
Belakangan asisten Han menceritakan tentang kematian pengacara Iqbal yang sebelumnya. Mereka yakin jika ada campur tangan ayah Devan yang tak ingin dikalahkan di persidangan. Sayangnya pihak Iqbal tidak menemukan bukti dan saksi mata untuk menuntut kasus itu.
Hingga tiba saatnya Syifa mulai beranjak memasuki ruang sidang. Hal itu pun tak luput dari pandangan Devan. Awalnya Devan tidak mengenali Syifa hingga saat persidangan dimulai. Namun saat persidangan berlangsung dan mendengar nama Syifa di sebut-sebut, Devan benar-benar terkesiap dibuatnya. Ia tidak menyangka jika gadis miskin dan polos seperti Syifa bisa menjadi seorang pengacara. Terlebih dengan beraninya Syifa menampakkan diri di hadapannya sebagai kuasa hukum Iqbal.
Syifa mencoba untuk fokus dan menjalankan tugasnya dengan profesional. Dalam sidang perdana Syifa mendatangkan seorang saksi yaitu bu Aminah. Tuan David yang merupakan ayah Devan sangat terkejut mendapati Aminah masih hidup. Pasalnya David sudah memerintahkan asistennya yang bernama Adnan untuk menyingkirkan Aminah. Namun tanpa sepengetahuan David, Adnan tidak melaksanakan perintah David untuk membunuh Aminah. Melainkan menyembunyikannya di sebuah desa terpencil demi mengelabuhi David. Sebab Aminah adalah wanita yang dicintainya kala itu.
Di saat-saat terakhirnya sebelum meninggal Adnan yang saat itu tengah dirawat di rumah sakit akibat luka tembak usai menjalankan misi yang diperintahkan oleh David dan, Adnan membeberkan sebuah rahasia yang selama ini ia simpan seorang diri.
Adnan mengungkapkan jika ia menyembunyikan bukti dan saksi mata tentang kematian orang tua Iqbal dan saudara kembarnya. Beliau memberi petunjuk alamat Aminah tinggal dan sebuah tempat rahasia dimana ia menyembunyikan barang bukti.
Adnan mengatakan jika barang bukti itu ia sembunyikan di atas plafon kamarnya yang berada di kediaman David. Di sana lah ia menyimpan hasil rekaman CCTV yang merekam kejadian saat anak buah David mensabotase mesin mobil yang hendak digunakan ayah Iqbal untuk bepergian ke luar kota. Di akhir rekaman CCTV juga terekam video ketika David tengah melakukan percakapan dengan anak buahnya selepas kepergian ayah Iqbal dengan mengendarai mobil itu. Dan disaat itulah Aminah juga mendengar apa yang mereka bicarakan.
Usai persidangan perdana yang telah digelar Devan mendekati Syifa.
"Long time no see, Asyifa ...." Devan tersenyum sinis sembari merapikan letak jasnya.
Syifa mendongak ke arah sumber suara dan berusaha untuk tetap tenang menghadapi Devan.
"Hari ini begitu mengejutkan. Ada seorang bidadari muncul di tengah-tengah persidangan. Apa yang membuatmu bersedia muncul dan setenang ini menghadapi aku, Syifa?" ujarnya lagi.
"Apa kamu sangat berharap aku takut padamu?" jawab Syifa.
__ADS_1
Devan tertawa keras mendengar jawaban Syifa yang seberani itu.
Hingga akhirnya asisten Tom muncul di tengah-tengah mereka.
"Bu Syifa, mari kita ke luar. Pak Iqbal sudah menunggu Anda untuk membahas langkah selanjutnya!" sela Tom dengan sopan.
Syifa mengangguk lalu pergi dari hadapan Devan tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
Devan menatap geram kepergian Syifa sembari mengepalkan tangannya.
Lihat saja Syifa, aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang! gumam Devan di dalam hati.
......................
Beberapa hari usai persidangan Syifa merasa ada yang mengikutinya ke mana pun ia pergi. Syifa menjadi sedikit cemas khawatir jika Devan mengirimkan seseorang untuk mencelakainya.
Ia menuju kembali ke jalan raya lalu masuk ke pelataran kantor polisi terdekat. Syifa lalu bergegas turun dari mobilnya dan segera masuk ke dalam kantor polisi.
Beberapa saat kemudian beberapa orang polisi yang bertugas keluar dari kantor mengendarai sepeda motornya dan mendatangi mobil yang di duga sejak tadi mengikuti Syifa. Mobil itu parkir tak begitu jauh dari kantor polisi.
Polisi segera menangkap pengendara mobil tersebut yang terdiri dari dua orang laki-laki dan membawanya ke kantor polisi guna dimintai keterangan perihal laporan Syifa.
Setelah dilakukan penyelidikan, rupanya mereka itu adalah bodyguard suruhan Iqbal yang ditugaskan untuk menjaga Syifa agar aman dimana pun ia berada.
Syifa benar-benar terkejut mendengarnya. Pasalnya pihak dari Iqbal tidak memberitahunya terlebih dahulu perihal ini. Tapi Syifa tidak mudah percaya begitu saja. Bisa saja mereka suruhan Devan namun mengaku sebaliknya agar bebas dari tuduhan.
__ADS_1
Syifa lantas menelpon asisten Tom untuk memastikan kebenarannya. Tak berselang lama asisten Tom datang dan membenarkan jika mereka adalah anak buah Iqbal yang ditugaskan untuk menjaga Syifa. Sebab beberapa saat usai persidangan Devan memerintahkan anak buahnya untuk mencelakai Syifa.
Namun beruntungnya rencana itu dapat terbaca lebih awal oleh anak buah Iqbal sehingga dapat digagalkan sebelum Syifa menyadari keberadaan mereka. Akhirnya Iqbal memerintahkan mereka untuk terus mengikuti Syifa kemana pun Syifa pergi demi berjaga-jaga jika Devan kembali memerintahkan orang suruhannya untuk mencelakai Syifa.
Rosa dan Imron yang saat itu juga datang ke kantor polisi usai mendengar kabar jika Syifa belum bisa pulang karena sedang berada di kantor polisi segera menyusul ke lokasi. Mereka khawatir karena ini sudah larut malam dari pertama kali Syifa mengabari mamanya saat hendak pulang dari kantor. Dan saat mendengar hal itu Rosa benar-benar bersyukur karena Iqbal memikirkan keselamatan Syifa sebagai kuasa hukumnya.
......................
Seminggu kemudian pengadilan membacakan hasil persidangan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh David.
Iqbal telah menang dipersidangan. Sebab David terbukti bersalah telah melakukan pembunuhan berencana kepada adik angkatnya yang merupakan ayah Iqbal, ibu Iqbal dan saudara kembar Iqbal. Atas hilangnya tiga nyawa korban tersebut David dikenakan hukuman mati karena melanggar pasal 304 KUHP tentang pembunuhan berencana. Bahkan David yang hendak mengajukan banding pun ditolak karena terbukti bersalah.
Kasus tetap berlanjut sebab ditemukan bukti baru yang ditemukan juga di plafon kamar Adnan. Sebuah rekaman CCTV tentang pembunuhan seorang gadis korban perkosaan yang dilakukan oleh Devan. David selaku ayah Devan memerintahkan orang suruhannya untuk membuang jasad gadis itu hingga tidak meninggalkan jejak dengan membuangnya ke danau. Polisi akhirnya turut meringkus Devan sebagai tersangka.
Mendengar hal itu dari asisten Tom, Syifa merasa lega. Sebab akhirnya Devan juga mendapatkan sanksi atas perbuatannya. Setidaknya hal itu dapat mewakili bagaimana rasa sakit hati Syifa karena Devan bebas berkeliaran usai melakukan pelecehan terhadapnya dulu.
......................
Demi merayakan atas keberhasilannya memperjuangkan keadilan bagi keluarganya yang telah tiada Iqbal mengundang Syifa dan Dina untuk makan malam bersama. Iqbal juga mengundang orang tua Syifa untuk turut hadir karena ia ingin sekaligus berterima kasih kepada Rosa yang dulu saat di Surabaya sempat merawatnya ketika Iqbal dirawat di rumah sakit.
Nenek Maryam ternyata mengenali Imron yang merupakan imam masjid Jami di kampung Arab. Sebab, rumah nenek Maryam bersebelahan dengan kampung Arab.
Dari sanalah Syifa menyadari bahwa pertemuannya dengan Iqbal di masjid kala itu bertepatan saat Iqbal tengah berkunjung ke rumah neneknya yang rumahnya tak jauh dari masjid.
Tanpa sepengetahuan Syifa dan tamu undangan yang lain, ternyata ada maksud tersembunyi yang Iqbal sudah rencanakan.
__ADS_1
..._____Ney-nna_____...