Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Perasaan


__ADS_3

"Maaf," ucap Richard.


"Sudah jangan kamu bahas. Tadi kamu janji kita kembali sebelum gelap, ini sudah mulai gelap," kata Vivy.


"Hanya janji biasa, maaf aku tidak bisa menepati nya."


Saat melirik ke arah jalan Vivy melihat beberapa mobil melintas, ia yakin mereka sedang mencari nya dan Richard.


"Di sini," teriak Richard yang ternyata juga melihat mobil itu.


"Kamu melhat nya," ucap Vivy.


"Ayo." Sambil bergandengan tangan mereka berdua berlari ke arah mobil itu.


"Nona." Angel langsung turun dari dalam mobil, ia sangat khawatir dengan nona nya ini.


"Kalian tidak papa? Peta yang diberikan tadi versi lama, sekarang sudah tidak ada jalur menuju danau karena masih berbahaya untuk di lintasi."


"Kamu ya.. Kamu tau itu hampir membuat kami mati, mobil kamu hampir meledak," ucap Vivy yang begitu kesal.

__ADS_1


"Sudah tidak papa, ayo kita kembali. Sepertinya akan kembali hujan," ujar Richard kecurigaan nya tentang peta itu ternyata benar.


Mereka langsung kembali ke tenda, di perjalanan Richard dengan Vivy berpisah mobil karena Richard harus mendapatkan penanganan medis. Tangan Richard terluka cukup lebar, takut nya akan infeksi jika tidak segera di obati.


"Dia terluka ya," ucap angel.


"Iya dia menghantamkan mobil ke arah kiri, tempat ia menyetir," kata Vivy.


"Bukannya kanan."


"Kiri, itu mobil dari Eropa," ucap Vivy.


"Oh iya dari luar negeri," kata Angel.


"Kau saja yang di tenda panik, bagaimana dengan aku. Beruntung aku bersama dengan orang yang tepat, dia sangat pintar membaca situasi. Dia saja tau kalau mau hujan badai," kata Vivy.


"Syukurlah, saya juga berpikir kamu akan aman bersama dengan Richard," ucap Angel.


Sesampainya di tenda mereka berdua langsung istirahat di tempat masing-masing. Vivy yang sudah tidur sebelum ini, hanya bisa berbaring di tempat tidur sambil membayangkan apa yang terjadi tadi dirinya dengan Richard.

__ADS_1


Flashback..


Bibir mereka berdua mulai bersentuhan, Vivy merasakan hangat nya bibir Richard dan begitu juga dengan Richard. Ciuman itu ternyata terus berlanjut, Vivy dengan Richard sama sama menikmati nya dan malai saling berbalas.


Saat seseorang panas panas nya.. Duar… . Tiba-tiba petir kembali menyambar, hal itu membuat ciuman mereka berdua lepas.


Keduanya terlihat sangat canggung dengan wajah yang merah, keduanya tidak menyangka bisa berciuman seperti itu.


"Ma..


"Ayo jalan," ucap Vivy sebelum Richard mengatakan sesuatu.


Flashback selesai…


"Aku tidak bisa membuang pikirkan itu, fiks aku jatuh hati padanya. Memang saat aku pertama kali melihat nya dia sangat berbeda sekali dengan pria lain, pesona nya membuat ku lupa diri."


"Aku juga malah membalas ciuman dari nya, aku benar-benar membuat diriku sendiri malu pada nya," batin Vivy dengan wajah yang memerah menahan malu.


Di tempat yang berbeda Richard juga memikirkan hal yang sama dengan yang Vivy pikirkan. Ia malah merasa sangat bodoh telah mencium Vivy, hal itu bisa saja membuat pekerjaan nya terancam, tetapi anehnya Vivy malah membalas nya.

__ADS_1


"Seperti nya aku benar-benar jatuh hati pada nya, bagaimana kalau dia tau aku siapa. Dia akan marah atau tidak ya," batin Richard.


Richard berusaha untuk menepis perasaan nya pada Vivy, ia selalu mengingat mereka berdua berbeda. Mereka tidak akan bisa bersama.


__ADS_2