Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Pembantu


__ADS_3

Keesokan harinya, hari ini mereka bertiga akan kembali pulang ke rumah setelah liburan selama satu minggu lamanya, Vivy harus kembali syuting dan Richard akan mengurus identitasnya agar cepat keluar, ia sudah tidak sabar untuk bekerja, dirinya sangat tidak enak pada Vivy yang malah membanting tulang untuk keluarga mereka.


Setelah kurang lebih 2 jam lamanya di jalan akhirnya mereka bertiga sampai di rumah dengan selamat, di rumah sudah ada Reni yang menunggu kepulangan Vivy, ada pekerjaan yang harus segera Vivy lakukan.


"Kenapa kamu langsung bekerja sih, kamu istirahat saja dulu kamu pasti lelah kan." Richard sangat tidak suka jika Vivy terlalu memaksakan diri.


"Tidak sayang, aku tidak bisa beristirahat sejenak, ini menjadi tugasku dan tanggung jawabku, sekarang memang aku harus pergi. Aku berjanji tidak akan lama-lama kok, paling nanti sore aku sudah pulang ke rumah," ucap Vivy sambil memeluk Richard dengan erat, ia tahu Richard tidak suka jika dirinya terlalu sibuk bekerja seperti ini.


"Oke kalau begitu, kamu hati-hati dan selalu jaga kesehatan. Kalau memang sudah tidak enak badan langsung istirahat, kalau bisa langsung pulang, aku seperti ini karena aku tidak mau kamu kelelahan, nanti kalau kamu sakit aku dengan anak kamu akan khawatir," ucap Richard.


"Iya sayang aku mengerti kok, aku janji setelah ini aku akan mengurangi jadwal shooting ku, kemarin ini memang aku sudah terlanjur tanda tangan kontrak. Ya sudah aku pergi dulu ya, Reni sudah menungguku di dalam mobil," ucap Vivy, ia pun berjalan masuk ke dalam mobil milik Reni.

__ADS_1


"Kita bisa berangkat kan? Suamimu tidak marah kan pada kita," tanya Reni, ia juga merasa tidak enak pada Richard.


"Kamu tenang saja dia tidak merah kok. Dia hanya khawatir pada kesehatanku saja, ya sudah cepat kita berangkat semakin cepat kita sampai semakin cepat selesai, aku menyesal telah mengambil terlalu banyak pekerjaan," ucap Vivy.


"Kan kamu sebelumnya tidak tahu jika dia aja kembali, dia kembali secara tiba-tiba," kata Reni.


"Hmmm iya sih, semoga saja aku bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat, aku tidak mau dia malah marah karena aku terlalu sibuk," ucap Vivy.


Semangat itu Richard langsung membawa anaknya masuk ke dalam kamar, Chris sedang tertidur sejak dalam perjalanan tadi, selagi Chris tidur ia ingin membuat makanan untuk mereka makan siang nanti.


Saat Richard berjalan masuk ke dalam dapur ia melihat pembantu nya sedang sibuk mengurus dapur, Richard tidak kenal dengan mereka semua. Ia jadi merasa tidak enak telah mengganggu pekerjaan mereka semua.

__ADS_1


"Maaf aku mengganggu ya," ucap Richard.


"Eh tuan. Tidak tuan, bisa ada yang kami bantu."


"Tidak ada sih, aku hanya ingin membuat makan siang untuk anak ku," ucap Richard.


"Tidak perlu tuan, kami desa membuatnya, tuan bisa menunggu nya beberapa saat kedepan."


"Oh begitu, ya sudah deh." Richard berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"Wah dia tampan sekali, kalau aku jadi pelakor dalam rumah tangga nya akan asik nih." Wanita itu tersenyum melihat Richard berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Kemarin kata Vivy belum ada pembantu yang mengurus masakan, mungkin Vivy sudah memerintahkan nya," batin Richard.


__ADS_2