Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Harus kembali


__ADS_3

Malam harinya seperti biasa Richard pulang pukul 09.00 malam, sudah menjadi hal yang biasa saat sedang ada masalah ia pulang cukup malam, entah sampai kapan ia harus seperti ini, jujur saja Richard sudah tidak betah tetapi mau bagaimana lagi semua ini sudah menjadi kewajibannya.


"Sayang kamu belum tidur, kenapa masih menungguku di sini. Ini sudah jam 09.00 malam seharusnya kamu sudah tidur." Richard berjalan mendekati Vivy yang tengah duduk di sofa.


"Aku tidak bisa tidur kalau kamu belum pulang, kenapa akhir-akhir ini kamu pulang malam sih."


"Ya mau bagaimana lagi sayang, kan memang sedang banyak masalah dan pekerjaan. Kalau aku pulang seperti biasanya tidak adil untuk yang lainnya, bukan hanya aku kok semua orang juga pulang jam 09.00 bahkan lebih," ucap Richard.


"Terus bagaimana perkembangannya, masalahnya bisa cepat selesaikan," tanya Vivy.

__ADS_1


"Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu, aku rasa memang ini keputusan terbaik, kami sudah membicarakan masalah ini dengan atasan kami. Bukan hanya aku beberapa orang dari negara kita juga sudah sepakat dengan keputusan ini, kami memutuskan untuk memulangkan kalian saja, masalah ini akan berlarut sampai sekarang belum ada titik terangnya. Malahan semakin memburuk, keselamatan kamu prioritasku, aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," jelas Richard.


Dari arah pembicaraan Richard Vivy sudah paham apa yang akan terjadi, sudah pasti Richard memintanya untuk kembali ke tempat asal mereka, tetapi sekarang sebisa mungkin Vivy juga meminta Richard untuk ikut bersama dengannya. Dirinya tidak mau egois, keselamatan anaknya juga sangat penting tetapi keselamatan suaminya juga tidak kalah penting.


"Apa kamu tidak bisa pulang juga? Kita pulang bersama-sama ya, aku sudah siap kok untuk kembali ke tempat kita," ucap Vivy.


"Aku tidak bisa pergi, aku tetap di sini sampai kontrak ku berakhir. Mungkin sekitar satu tahun setengah, itupun kalau semuanya membaik kalau tidak bisa lebih dari itu," ucap Richard.


"Maksud kamu kita berpisah selama 1 tahun setengah, kamu tidak bercanda kan," tanya Vivy.

__ADS_1


Richard kembali menggelengkan kepalanya, tidak yang sedang bercanda saat ini, apa yang ia katakan tadi semuanya kebenaran.


"Terus kamu di sini sama siapa? Kamu akan tinggal sendiri di sini?"


"Tidak sayang, kalau kamu pulang aku akan pindah ke asrama, itu lebih baik daripada aku tinggal sendiri di sini, kumpulan kalian akan naik pesawat khusus yang akan terbang satu minggu lagi, masih ada waktu satu minggu kamu bersama denganku," ucap Richard.


"Tapi aku tidak mau, kumohon kamu ikut denganku ya. Aku benar-benar tidak mau berpisah dengan kamu, setahun setengah bukan waktu yang sebentar, itu waktunya sangat lama dan aku tidak bisa apakah bisa hidup tanpa kamu dengan waktu selama itu," kata Vivy memeluk Richard dengan erat.


"Kamu pasti bisa kok, jaga anak kita dengan baik. Sebenarnya aku ingin mendengar dia menyebut kata ayah untuk yang pertama kalinya. Tetapi sepertinya hal itu tidak akan bisa, bagaimana mungkin ia menyebut kata ayah sedangkan aku saja tidak sedang dekat dengannya," ucap Richard sambil tersenyum, walaupun tersenyum mata nya memancarkan kesedihan yang mendalam.

__ADS_1


__ADS_2