
"Nona ada Mario di depan, katanya ingin melihat nona," ucap Angel.
"Ya sudah suruh masuk saja," kata Vivy.
"Baik non." Segera Angel memanggil Mario masuk ke dalam tenda.
Dengan membawa buah buahan segar Mario berjalan masuk ke dalam, ia melihat Vivy sedang duduk di sofa sambil memainkan handphone nya. Jujur saja Mario baru tau jika terjadi hal yang tidak baik pada Vivy, karena ia baru kembali dari kota.
"Kenapa bisa," tanya Mario.
"Bisa apanya?"
"Lah katanya kamu mengalami kecelakaan, kamu tidak papa?" Mario duduk di samping Vivy.
"Iya aku tidak papa, kamu dari mana? Kenapa rapi sekali?"
"Aku dari kota, aku baru tau jika kamu kecelakaan," ucap Mario.
"Ada kota di sekitar sini," tanya Vivy.
"Cukup jauh sih, aku pakai helikopter. Aku kan sudah mengajakmu, tapi kamu tidak mau, kamu malah pergi dengan pria itu dan mengalami hal seperti ini," jawab Mario.
"Apa yang aku alami sekarang tidak ada sangkut pautnya karena aku pergi dengan dia, mau aku pergi dengan kamu sekalipun kalau memang sudah takdir ku mengalami hal seperti tadi aku akan tetap mengalami nya. Ini memang sudah takdir buruk ku saja."
Mario membuang nafasnya dengan perlahan, terlihat jelas wajahnya tidak suka saat Vivy membela Richard.
"Ini buah untuk mu," ucap Mario.
"Terima kasih." Dengan senyuman Vivy mengambil buah yang Mario berikan, kebetulan ia memang sedang ingin makan buah segar.
"Ada yang luka? Kamu masih bisa syuting?"
"Aku baik-baik saja kan aku bersama orang yang tepat, hanya dia yang terluka di kepala dan tangan. Seharusnya kamu menjenguk dia bukan menjengukku," kata Vivy.
Mario mengerutkan dahinya, mustahil baginya untuk menjenguk Richard. "Aku kamu minta untuk menjenguk dia? Mustahil aku lakukan."
"Hahaha kenapa sih kamu terlihat tidak suka dengannya? Dia baik tau, dia yang mengajarkan aku bela diri sehingga aku dapat syuting dengan baik, dia juga menjagaku selama ini."
"Bisa tidak kalau sedang bersama aku tidak mau membahas orang lain, Apa kamu tidak bisa menghargai aku?" Wajah Mario terlihat sangat kesal.
"Hehehe maaf maaf, kamu mau buah ini ayo kita makan bersama," ucap Vivy.
"Tidak kamu saja makan aku ingin istirahat." Maria berjalan pergi meninggalkan tempat itu, wajahnya masih terlihat sangat kesal pada Vivy.
"Dih ngambekkan, dia kenapa ya.. Sekarang kok terlihat baik pada ku, dia malah mencoba untuk mendekati ku," ucap Vivy.
__ADS_1
Vivy tidak mau ambil pusing dengan sifat Mario yang baru. Dirinya memanggil Angel kembali dan memintanya untuk memotong buah-buahan yang Mario berikan tadi, ia ingin makan buah sambil memainkan handphonenya.
Saat membuka Twitter Vivy terkejut namanya dan Mario trending kembali, padahal ia dengan Mario tidak ada melakukan hal yang tersebar di sosial media. Saat membuka trending itu, ia terkejut melihat fotonya dengan Mario kembali naik, padahal foto itu sudah cukup lama ia posting untuk menutupi kasusnya dengan Richard.
"Oh dia yang memposting ulang, mana caption-nya love love lagi. Semakin membuat netizen ngeship kami berdua, ini rencana promosi atau memang ada niat lain ya." Vivy masih menebak nebak apa yang membuat Mario memposting ini semua.
"Ada apa nona? Kenapa wajah Nona sampai seperti itu?."
"Tanpa angin dan hujan Mario memposting foto lama kami berdua, ada apa dengannya ya kenapa aku curiga kalau dia mulai tertarik padaku," ucap Vivy.
"Sepertinya apa yang Nona curiga kan itu benar, tadi dia sangat panik saat tahu Nona mengalami hal yang tidak baik. Kalau tidak mempunyai perasaan tidak mungkin sampai panik begitu bukan? Kalau panik begitu berarti mempunyai perasaan lebih. Tetapi bukannya kata Nona Mario sudah mempunyai seseorang kekasih, bagaimana mungkin bisa seseorang yang sudah mempunyai kekasih suka dengan wanita lain."
"Apa kata kamu tidak mungkin seseorang yang mempunyai kekasih suka dengan wanita lain, Hei pria bisa menyukai beberapa wanita dalam satu waktu. Apalagi Mario, iya memang image-nya di masyarakat sangat baik tapi kamu tidak tahu kan bagaimana di dunia industri dia seperti apa," kata Vivy.
"Ya kalau nona suka juga dengan Mario bukan tidak masalah menjalin hubungan dengan Mario. Yang pasti keuntungannya untuk kalian berdua, film yang akan kalian bintangi pasti akan lebih meledak."
"Kau jangan sembarangan Angel, Kau pikir aku mau melakukan hal seperti itu hanya untuk membuat film ku meledak. Dengan tidak melakukan hal seperti itu saja film ku sudah akan meledak dengan sendirinya, Aku mempunyai popularitas yang besar dan dia juga mempunyai popularitas yang besar, Jadi kami tidak perlu menjalin hubungan apapun, hanya cukup dekat dan membuat orang baper dengan kami sudah cukup," kata Vivy.
Di tempat lain Richard sedang bersiap-siap membereskan barang-barangnya, dirinya mendapatkan panggilan mendadak dari atasan nya, ia harus segera pergi menemui atasannya sekarang juga, mau sesibuk apapun dia kalau sudah mendapatkan panggilan seperti ini Richard harus tetap pergi. Kebetulan beberapa anggotanya berada di negara ini juga, mereka memang tidak begitu jauh dari pangkalan militer.
Setelah siap-siap Richard langsung keluar dari dalam tenda, ia berjalan menuju tenda Vivy untuk berpamitan pada Vivy sekaligus meminta maaf kepada Vivy karena tidak bisa menemani Vivy sampai syuting selesai.
"Permisi nona." Richard sedikit menggoyangkan pintu tenda itu.
Vivi yang mendengar suara Richard langsung berjalan mendekati pintu itu, dirinya khawatir Richard kenapa-napa, apalagi yang ia tau Richard sedang terluka.
"Aku harus pergi atasan memanggilku secara mendadak, maafkan aku tidak bisa menemanimu syuting sampai selesai," ucap Richard.
Vivy menarik Richard masuk ke dalam tendanya, beruntung sekarang ia sedang sendiri karena Angel sedang keluar sebentar.
"Kenapa mendadak begini sih? Kamu akan kembali ke sini lagi kan."
"Aku tidak janji bisa kembali ke sini lagi untuk menemanimu syuting, aku tidak tahu apakah ini pertemuan terakhir kita atau tidak. Kalau boleh memilih aku masih ingin bertemu denganmu di kemudian hari," ucap Richard.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu, ada apa sebenarnya kenapa kamu seperti ini?"
Richard memegang wajah Vivy dan menatap matanya. "Kamu tahu bagaimana bahayanya pekerjaanku kan, apalagi sekarang aku ditugaskan di negara berkonflik dan panggilan ini sangat mendadak, harusnya waktu liburku masih panjang kalau tidak ada hal yang sangat penting tidak mungkin aku dipanggil. Aku yakin kamu pasti bisa syuting dengan baik, kamu aktris yang sangat hebat, kamu dapat menguasai segala hal dengan cepat, kamu sudah tidak memerlukan aku lagi di sini. Semangat lewati syuting ini dengan baik, aku selalu berdoa yang terbaik untuk kamu."
Vivy langsung memeluk Richard dengan erat, jantung nya berdetak dengan cepat. Hatinya tidak ingin Richard pergi dari sini, tetapi dirinya tidak bisa melarang Richard untuk pergi meninggalkannya.
"Aku mau kamu kembali, kamu harus janji kembali menemui ku." Vivy Vivy mulai meneteskan air mata nya.
"Jangan menangis, untuk apa kamu menangisi ku. Tidak banyak hal menarik yang kita lewati bersama, tidak perlu menangisi ku." Richard menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Janji Richard kenapa kamu sudah sekali mengucapkan janji itu." Vivy menatap mata Richard, hal itu membuat Richard merasakan apa yang Vivy rasakan sekarang.
__ADS_1
"Aku tidak bisa janji pada hal yang belum tentu bisa aku tepatin."
"Richard.." Vivy kembali memeluknya.
"Aku harus pergi." Richard melepaskan pelukan dari Vivy.
"Hati hati." Vivy tidak bisa melakukan apapun lagi, seharusnya ia tidak seberat ini melepaskan Richard karena memang mereka tidak ada hubungan apa apa, tetapi mengapa sekarang rasanya sangat berat.
Sebelum pergi Richard melepaskan sebuah kalung yang biasa ia pakai, kalung ini selalu ia pakai kemana pun ia pergi karena pemberian dari seseorang yang sangat penting dalam hidupnya. Untuk kali pertama nya ia melepaskan kalung ini.
"Aku akan mengambilnya jika aku kembali, jika aku tidak kembali simpan kalung itu untuk selamanya."
Richard memberikan kalung itu kegenggaman tangan Vivy, ia sudah mendengar suara helikopter yang menjemput nya. Segera keluar dari dalam tanda itu dan berlari menjauh dari sana, ia tidak ingin angin helikopter merusak semuanya.
Semua orang keluar dari dalam tenda melihat helikopter yang terbang tidak jauh dari mereka, angin nya begitu kuat sehingga membuat hal-hal kecil beterbangan. Mereka terkejut helikopter itu ternyata menjemput Richard, mereka jadi bingung siapa Richard sebenarnya.
Sedangkan Vivy hanya bisa menatap kepergian seseorang yang seperti sudah masuk ke dalam hatinya, ia baru beberapa minggu kenal dengan Richard tetapi Richard sudah masuk ke dalam hati nya begitu dalam, semua kemampuan yang Richard miliki membuat Richard begitu mudah masuk dalam hati Vivy.
"Aku yakin kamu akan kembali, aku akan mengungkapkan semua yang aku rasakan sekarang setelah kamu kembali," batin Vivy.
"Nona Richard mau kemana," tanya Angel.
"Dia mendapatkan panggilan mendadak dari atasannya, kamu tahu sendiri kan dia seorang tentara aktif, panggilan dari atasannya adalah hal yang paling utama yang harus ia lakukan. Walaupun aku sudah membayarnya penuh aku tidak bisa menahannya."
"Tapi apakah dia akan kembali? Aku akan merasa sepi dong kalau tidak ada dia," ucap Angel.
"Aku tidak tahu dia kembali atau tidak, berdoa saja agar dia selamat yang dapat kembali lagi." Vivy berjalan masuk ke dalam tenda.
Setelah kepergian di setiap hari hari syuting Vivy terasa sangat membosankan bagi Vivy, setiap harinya Vivy berharap pecah dapat kembali menemaninya syuting sampai selesai. Tetapi semalam sampai sekarang Richard tidak ada kabar, bahkan pesan dari nya saja tidak dibaca oleh Richard. Ia sudah mulai tergantung oleh Richard sehingga beberapa hal terasa sangat berat ia lakukan tanpa Richard, beruntung walaupun terasa sulit tetap bisa ia lakukan dengan baik.
Malahan Mario yang mulai terasa mendekatinya, Vivy sudah sadar sejak kepergian Richard. Mario selalu berusaha membuatnya senang dengan candaan nya, walaupun bibir Vivy tersenyum ia tetap memikirkan Richard.
Sampai pindah ke lokasi syuting ketiga Richard masih juga belum memberikan kabar apapun pada Vivy, hal itu membuat harapan Vivy pupus, Richard tidak akan mungkin kembali lagi, Richard saja tidak tau dimana lokasi ketiga ini.
Untung saja mereka hanya beberapa hari di sini, tempat syuting nya juga sangat berbeda dari sebelumnya. Tempat syuting kali ini berbeda di bawah kaki gunung, dari saja mereka dapat melihat pemandangan yang indah dan menyejukkan mata.
"Semoga saja aku dapat melihat pemandangan ini dengan Richard, dia pasti sangat suka dengan pemandangan indah seperti ini," batin Vivy.
Hari ini Vivy mendapatkan informasi jika akan ada tamu datang ke lokasi syuting mereka. Sampai sekarang Vivy tidak tahu siapa kamu yang akan datang, ia rasa beberapa pejabat yang menetap di negara ini. Proses syuting film ini juga didukung langsung oleh negara, kalau tidak mereka tidak akan sampai di tempat ini.
"Nona sudah mau gelap ayo kita ke tenda, Nana dengan Tuan Mario akan menyambut tamu yang akan datang sekitar pukul tujuh malam."
"Kenapa mesti aku dengan dia sih, kenapa tidak aku dengan kamu atau aku dengan sutradara atau aku dengan produser atau aku dengan yang lainnya begitu," ucap Vivy.
"Nona kenapa? Apa Mario sedang membuat kesalahan?"
__ADS_1
"Aku sedang sangat kesal dengannya, Kamu tahu tidak dia membuka handphone-ku tanpa seizin ku. Sudah pasti aku sangat marah karena itu melanggar privasiku, untuk aplikasi di handphoneku aku kunci semua," ucap Vivy.
"Memang terkadang beberapa orang tidak mengerti arti privasi orang lain," kata Angel.