
Setelah dari rumah sakit mereka berdua langsung kembali ke rumah, terlihat senyuman manis di wajah keduanya, kehamilan ini benar benar mereka tunggu, dan kehamilan ini datang nya tidak mereka sangka.
"Sayang kenapa kamu senyum senyuman begitu," tanya Vivy, ia tahu sang suami sedang begitu bahagia.
"Masih tanya lagi kamu sayang, ya sudah pasti aku begitu senang kamu hamil. Akhirnya junior ku berhasil mencetak anak dengan baik," jawab Richard sambil mengusap tangan Vivy.
Sesampainya di rumah mereka berdua berjalan menuju kamar, keduanya ingin memberikan kabar pada keluarga mereka tentang kehamilan ini. Mereka memutuskan hanya memberikan kabar melalui pesan di grup keluarga agar bisa banyak orang yang berinteraksi.
"Lihat betapa hebohnya mereka," ucap Vivy.
"Dan Mereka ingin ke sini, mereka ke sini nanti saja saat kamu melahirkan," kata Richard.
"Iya sayang aku pun berpikir seperti itu, kalau sekarang terlalu cepat," ucap Vivy.
"Kamu tidak memberi Reni kabar? Dia berarti sama-sama mendengar kabar ini, apalagi dia sudah sangat menunggu tentang kehamilan kamu."
"Iya juga sih kalau dia mah langsung ditelepon saja, kamu tahu kan dia juga sedang hamil. Kami sama-sama hamil aku bisa banyak saringannya, beruntung sekali kami bisa hamil di waktu yang sama."
Vivy pun langsung menghubungi sang manager, iya sudah tidak sabar memberitahu kabar baik ini pada Reni. Beruntung hari ini langsung mengangkatnya walaupun biasanya jam segini Rini sedang sibuk-sibuknya.
__ADS_1
"Kamu sedang sibuk tidak?
Bisa bicara denganku?"
"Aku cukup sibuk, untuk berbicara denganmu sudah pasti tetap akan aku berikan waktuku walaupun aku sibuk," kata Reni.
"Hahaha kamu tetap sama ya, aku ingin memberikan kabar baik padamu. Tapi sebelum aku memberitahu kabar itu bisakah kamu menebaknya," ucap Vivy.
"Ah aku tahu, semoga saja benar."
"Apa? Jangan asal menebak," ucap Vivy.
"Hahaha enak saja kembali ke sana, masih ada waktu 2 tahun lagi aku di sini, coba tebak yang lain bukan itu," kata Vivy.
"Sudah berapa Minggu," tanya Reni.
"Maksudnya?" Vivy mengurutkan dahi nya, malah ia sendirian bingung dengan pertanyaan Reni.
"Aku sudah tahu kamu hamil, tadi aku hanya bercanda saja. Sudah berapa minggu cepat katakan padaku," ucap Reni.
__ADS_1
"Sudah dua minggu, kamu tahu dari mana apa Richard sudah memberitahumu?" Sekarang malah Vivy terkejut dengan Reni.
"Dari semua cerita yang kamu katakan kemarin, itu aku sayang kamu ceritakan padaku aku sudah dapat menduganya, aku hanya tidak ingin memberitahu kamu sampai kamu memeriksakannya sendiri. Aku tidak ingin memberikan harapan palsu pada kamu, dan ternyata dugaanku benar, jujur saja aku sangat menunggu kabar ini darimu sejak seminggu yang lalu."
"Kamu memang tahu aku segalanya, kamu sangat hebat Reni, terima kasih sudah mengenal begitu dalam," ucap Vivy.
"Aku ingin memberikanmu kejutan."
"Kejutan apa? Kamu mau punya artis baru lagi?" Vivy menaikan alisnya.
"Dia mau terbang ke sini sayang, dua lalu dia sudah menanyakan alamat rumah kita," kata Richard.
"What? Kenapa kamu baru memberitahu ku, kamu sudah tahu ternyata."
"Hahaha aku sengaja meminta Richart untuk tidak memberitahumu, minggu depan aku terbang ke sana sekalian ada hal yang aku ingin kerjakan di negeri itu, karena tempat aku kerjakan tidak jauh dari tempat kamu tinggal yang sedang sekalian saja aku mampir," ucap Reni.
"Wah kebetulan sekali, karena kamu juga mau ke sini nanti aku kirimkan list apa saja ingin aku titipkan pada kamu."
"Kirim saja melalui pesan, sudah aku tutup dulu aku sedang mengerjakan beberapa hal yang harus segera aku selesaikan," ucap Reni.
__ADS_1
"See you." Vivy memutuskan sambungan telepon itu.