
"Sakit.." Vivy berusaha menahan Richard.
"Sial ternyata sesulit itu, aku pikir akan langsung masuk," batin Richard.
Richard terus mendorong masuk ke dalam, ia mengalihkan perhatian Vivy dengan cara mencium bibirnya dan memberikan beberapa rangsangan ditempat lainnya. Tetapi itu tidak cukup untuk Vivy, ia masih merasakan sakit yang luar biasa, ia merasakan benda keras besar mencoba menerobos masuk ke dalam.
"Sayang aku tidak kuat, sudah… Hiks hiks hiks.." Vivy mulai menangis dengan keras, sebelum nya ia ingin segera Richard melakukan nya sekarang ia menyerah.
"Tahan sedikit sayang, kamu mau merasakan hal ini dua kali. Lebih baik sekarang agar kedepannya tidak sakit lagi," jelas Richard.
Vivy menggelengkan kepalanya, ia berusaha untuk menahan rasa sakit itu tetapi terasa tidak tertahankan.
"Maaf." Richard mencium bibir Vivy dan mendorong nya dengan begitu keras.
Pada akhirnya Richard berhasil menembus pertahanan Vivy, karena sakit yang luar biasa Vivy hampir di buat pingsan oleh Richard, tangisannya semakin pecah yang membuat Richard cukup panik.
"Sayang kamu oke. Tidak papa kan."
"Hiks hiks hiks.. Tidak papa bagaimana. Kamu memaksanya.." Vivy berusaha menghapus air mata nya. Sangat malu ia menangis seperti ini di depan Richard.
"Hehehe sudah kan, yang penting masuk dulu. Terimakasih menjaga kesucian mu untuk ku," ucap Richard.
Vivy menganggukkan kepalanya, ia juga sangat senang dapat memberikan apa yang sudah ia jaga pada orang yang sangat ia cintai. Walaupun melalui drama yang begitu menyakitkan akhirnya ia dapat memberikan nya pada Richard.
Setelah Vivy tenang, Richard mulai bergerak dengan perlahan, hal itu membuat Vivy kembali merasakan perih yang teramat sakit. Ia belum bisa merasakan rasa nikmat itu, entah bagaimana apa yang Reni katakan sangat berbeda dengan apa yang ia rasakan sekarang.
"Kenapa sayang, kamu tidak papa," tanya Richard.
"Sakit banget perih.." Vivy mengigit bibirnya untuk mengalihkan rasa sakit itu.
Karena tidak tega dengan Vivy, Richard tidak melanjutkan nya. Yang terpenting ia sudah berhasil mengambil kesucian Vivy, urusan ini bisa di lakukan beberapa hari kedepan dengan gaya yang berbeda.
"Maaf." Vivy memeluk Richard, ia tidak enak pada Richard yang sudah menginginkan sejak lama.
"Hahaha tidak masalah sayang, yang terpenting aku sudah berhasil mengambil nya." Richard mengedipkan satu mata nya sambil memeluk Vivy.
"Masih bangun," ucap Vivy.
__ADS_1
"Nanti juga tidur sendiri," kata Richard.
"Sayang maaf." Vivy benar benar tidak enak pada sang suami.
Ia melirik ke arah bawah sana benar saja masih bangun, bentuk dan ukurannya seperti yang ia bayangkan selama ini. Tidak membuat nya geli karena ternyata bersih dan nenggemask.
Richard menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, hari ini sudah cukup untuk mereka berdua. Sudah saatnya untuk beristirahat.
"Tidurlaah, kapan kapan kita lanjutkan lagi," ucap Richard.
Vivy menganggukkan kepala nya. Mereka berdua pun tertidur sambil berpelukan.
Keesokan harinya, Vivy dengan Richard harus keluar kamar untuk sarapan bersama dengan keluarga, ada beberapa hal yang akan di bahas di sarapan ini, termasuk kepulangan mereka ke negara asal.
"Sayang kalau kamu tidak kuat tidak papa nanti aku yang mengatakan nya pada keluarga."
"Maaf, sakit banget untuk jalan," ucap Vivy.
"Seharusnya aku yang meminta maaf, aku keluar ya.. Nanti aku bawa sarapan untuk kita, tidak lama kok," ujar Richard.
"Jangan lama lama. Aku tidak mau sendiri di kamar."
Richard berjalan mendekati ruang makan yang sudah banyak keluarga yang berkumpul, ia sedikit gugup karena ia yakin mereka akan menjadi perbincangan banyak orang.
"Dimana Vivy," tanya Reni.
"Maaf Vivy tidak bisa ikut. Dia sedang tidak enak badan." Richard mengatakan nya dengan sedikit gugup.
"Oh jelas tentara, mau bagaimana lagi pasti habis di malam pertama."
"Hahaha bisa saja, Richard jangan ngebut pelan pelan saja. Kasihan kan Vivy."
Wajah Richard langsung memerah seketika, rasanya sangat malu sekali. Ya memang apa yang terjadi pada Vivy sekarang karena dirinya.
"Sudah tidak papa, Richard kamu bawa makanan ke kamar, nanti hasil pembahasan aku beritahu," ujar Reni.
"Iya."
__ADS_1
Dengan cekatan Richard mengambil berbagai macam makanan yang ada. Ia tidak ingin terlalu lama di sini, terlalu banyak orang yang memberikan nya tatapan aneh.
Richard kembali ke kamar dengan membawa berbagai macam makanan enak, ia bernafas dengan sangat lega setelah berhasil membawa makanan itu.
Vivy yang melihat wajah aneh suaminya hanya bisa memberikan tanda tanya. Kenapa Richard seperti seseorang yang di hakimi masa.
"Kamu kenapa," tanya Vivy.
"Mereka habis mengejek ku. Ya tidak heran kenapa Vivy sakit, suaminya tentara." Richard menirukan nada bicara mereka tadi. Hal itu membuat Vivy tertawa, ia sudah bisa menebak semua itu sebelum Richard pergi tadi.
"Kenapa," tanya Richard.
"Lucu sayang, aku sudah bisa menduga nya, kamu pasti akan menjadi bahan bicarakan banyak orang. Aku juga sangat menghindari itu, apalagi cara berjalan ku sudah berbeda, sudah lah habis aku jadi bahan ejekan," jawab Vivy.
"Sudah sudah, sekarang kita makan saja aku sudah sangat lapar."
"Sayang kamu belum mandi ya," tanya Vivy.
"Belum baru cuci muka dan bersih bersih sedikit. Tadi malam kan tidak jadi, dan tadi pagi aku juga kesiangan, nanti saja setelah makan baru aku mandi," jawab Richard.
"Bareng." Vivy mengedipkan satu mata nya.
"Siap.."
Mereka berdua pun makan dengan sangat lahap nya, keduanya begitu kelaparan setelah drama yang terjadi tadi malam. Walaupun malam pertama mereka terbilang gagal keduanya tidak mempermasalahkan itu. Masih banyak malam malam selanjutnya yang bisa mereka berdua lakukan, terkadang memang tidak semua di lakukan berhasil pada hari pertama.
"Sosis nya enak. Berbeda dengan yang di tempat kita," ucap Vivy.
"Ukurannya mantap kan," kata Richard.
"Hahaha tidak sebesar punya kamu. Ini mah masih bisa aku lahap sampai habis." Vivy langsung memakannya dengan sekali lahap.
Hal itu membuat Richard tertawa, ia jadi ingin Vivy juga melahap milik nya. Ya walaupun sedikit mustahil tetapi bisa terjadi jika Vivy mau, sekarang semuanya ada di tangan Vivy. Richard tidak akan memaksa Vivy melakukan hal yang tidak Vivy sukai.
"Apa yang kamu pikirkan," tanya Vivy.
"Kamu kepo sekali sayang, setiap apa yang aku pikirkan pasti kamu ingin tau."
__ADS_1
"Ya kan aku istri kamu," ucap Vivy.