
Malam hari nya, Vivy dengan Richard tengah bersantai di depan kolam renang, mereka berdua kembali berpacaran tanpa gangguan anak mereka karena Chris tengah di bawa nenek dan kakeknya, sudah menjadi hal yang biasa kalau di malam begini Chris di bawa oleh mereka berdua.
"Sayang pembantu kita akan ke sini tidak ya," tanya Richard.
"Mereka nakal tidak pada mu, aku melihat ada satu orang suka melihat kamu."
"Pertanyaan nya siapa yang tidak suka melihat ku, aku sangat tampan sayang, apalagi aku sering tidak memakai baju ketiak di rumah," kata Richard.
"Nah itu kamu jangan memancing mereka, aku takut aku sedang hamil kamu malah selingkuh dengan salah satu dari mereka. Aku tau kamu sangat mencintai ku tetapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kamu bisa saja selingkuh dari ku," ucap Vivy.
Richard menganggukkan kepalanya, memang selingkuhan bisa saja terjadi pada siapapun itu. Walaupun ia sangat mencintai istrinya, terkadang setan dapat memanipulatif otak dengan sangat baik.
"Ya kamu jangan berpikir kalau aku akan selingkuh, terkadang apa yang dipikirkan oleh orang terdekat bisa saja terjadi. Aku tidak akan selingkuh darimu, kamu sudah menungguku tapi tak lama kalau aku sampai selingkuh padamu begitu kurang ngajarnya diri ku," ucap Richard.
__ADS_1
"Iya aku berharap itu tidak akan terjadi, siapa sih yang mau suaminya selingkuh, ada yang mau suami selingkuh apalagi saat hamil seperti ini. Kamu harus lebih berhati-hati ya, menjaga lebih baik dari pada mengobati," kata Vivy sambil memeluk suaminya dengan erat.
"Kalau kita terus berpacaran seperti ini kita pasti akan dijauhkan dijauhkan dari hal hal seperti itu," ucap Richard sambil memberikan kecupan manis di wajah istri nya.
Di dalam rumah wanita yang Vivy takutkan yang akan menjadi pelakor dalam rumah tangga mereka, sedang memantau mereka berdua. Ia benar benar kagum dengan Richard, hatinya seperti yakin dapat mengambil Richard dari Vivy, apalagi sekarang Vivy sedang hamil ini menjadi kesempatan besar untuk nya mengambil Richard dari Vivy.
"Aku akan mendapatkan mu sayang, kamu sangat menggoda sekali, aku akan mengambil perhatian kamu dari nona Vivy."
"Sayang aku mau buat teh hangat dulu ya. Kamu tunggu di dalam kamar," kata Richard.
Vivy melihat sekeliling nya, ia pikir pembantu yang ia takutkan sudah tidur, jadi ia memberikan Richard izin untuk bergerak di dapur..
"Ya sudah sana. Sekalian ambilkan aku buah buahan segar," ucap Vivy.
__ADS_1
"Iya sayang." Mereka berdua berpisah sejenak, Vivy berjalan ke arah kamar sedangkan Richard bergerak ke arah dapur.
"Maaf pak bisa saya bantu?"
"Kamu belum tidur, siapa nama kamu aku lupa," tanya Richard.
"Tini pak," jawabnya.
"Tidak ada yang harus kamu bantu, tinggalkan aku sendiri, aku tidak suka ada orang lain di dapur ketika aku sedang di dapur. Apalagi malam malam begini, kamu mengerti," ucap Richard.
"Iya pak saya mengerti, kalau begitu saya permisi." Tini bergerak pergi meninggalkan tempat itu, ya walaupun ia kesal ia tidak bisa menunjukkan nya.
"Sial sekali, padahal ini kesempatan yang sangat bagus," ucap Tini dalam hati.
__ADS_1