Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Hamil


__ADS_3

Hari demi hari berjalan dengan sangat cepat, tanpa terasa sudah 1 tahun mereka berdua berada di tempat, kehidupan mereka semakin tentram saja, ya walaupun tetap masih ada beberapa masalah kecil tetapi sejauh ini mereka dapat melalui semua masalah itu dengan baik.


Hari ini mereka mempunyai jadwal ke rumah sakit untuk melakukan program bayi tabung, keduanya sudah sepakat untuk melakukan nya karena mereka hanya 2 tahun lagi berada di sini, sebisa mungkin anak pertama mereka lahir di tempat ini.


"Sayang bagaimana kamu sudah siap untuk mengeluarkan benih kamu," tanya Vivy.


"Harus begitu ya sayang, aku malu dong," jawab Richard.


"Sejak kapan kamu punya malu? Bukannya kamu tidak pernah punya malu?" Vivy mengedipkan satu matanya sambil tersenyum.


"Sayang kata siapa aku tidak mempunyai rasa malu, ya kalau dengan kamu untuk apa aku malu. Kamu sudah tahu luar dalamnya aku, dan memang kamu harus tahu, tetapi kalau dengan orang lain beda cerita," kata Richard.


"Kamu tenang saja tidak akan ada hal yang membuat kamu malu, aku sudah memeriksa semuanya sebelum memutuskan ini, mau aman untuk kita berdua," ucap Vivy.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit keduanya langsung berjalan masuk ke dalam ruangan tempat mereka berdua akan bertemu dengan dokter khusus yang akan menangani keduanya.


Karena ini di luar negeri mereka harus menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi, Richard dan Vivy sama sama menguasai bahasa Inggris dengan sangat baik.


Richard dengan Vivy berbincang beberapa hal penting dengan dokter, mereka berdua masih ingin tahu lebih dalam lagi tentang bayi tabung. Kalau misal ada sesuatu yang bisa mereka lakukan selain melakukan bayi tabung keduanya ingin mencoba hal itu.


Saat sedang asik berbincang dokter curiga akan sesuatu, beberapa hal penting ia tanyakan pada Vivy dan Vivy menjawabnya dengan baik. Entah mengapa apa yang dokter tanyakan memang sudah terjadi pada dirinya.


"Kamu saja tidak peka, kalau kamu buka pasti tanpa aku beritahu juga akan tahu sendiri," kata Vivy.


Richard membuang nafas dengan perlahan, memang di mata wanita pria yang selalu salah, padahal dirinya terbilang pria yang peka terhadap wanita, memang saja Vivy yang menyembunyikan ini semua.


Terputuskan untukku memeriksa Vivy, ia berharap kecurigaan nya apa yang sedang terjadi pada Vivy benar. Kalau sampai benar betapa bahagianya Richard dengan Vivy.

__ADS_1


"You are pregnant, you are 2 weeks pregnant."


Mata Richard dengan Vivy sama-sama bertemu setelah mendengar apa yang dokter katakan. Keduanya benar benar terkejut sekali, bagaimana mungkin kehamilan Vivy tidak mereka berdua ketahui.


"Serious," tanya Vivy


"Yes…"


"Sayang akhirnya…" Richard langsung memeluk Vivy dengan erat, penantiannya selama setahun ini akhirnya terjawab juga.


"Sayang aku hamil." Vivy masih tidak menyangka dengan kehamilan nya, ia tidak menduga apa yang ia rasakan selama ini tanda tanda jika ia sedang hamil, dirinya terlalu sibuk memikirkan proses bayi tabung sehingga tidak sadar jika hal itu tanda tanda jika dirinya sedang hamil.


Karena Vivy sudah hamil mereka berdua tidak jadi melakukan bayi tabung, Vivy malah diberikan beberapa vitamin untuk menguatkan kandungan Vivy, Richard juga diberikan warning agar Richard tidak macam macam dulu di trimester pertama kahamilan sang istri.

__ADS_1


__ADS_2