
"Ini sangat mahal sekali sayang," ucap Richard.
"Tidak papa sayang, kamu memang sangat pantas mendapatkan barang mahal," kata Vivy sambil mengedipkan mata nya.
"Terima kasih sayang, aku janji akan lebih bersemangat untuk membuat konten dengan kamu," ucap Richard.
"Hahaha itu yang aku inginkan sayang, kamu harus lebih bersemangat lagi membuat konten bersamamu. Semakin kamu bersemangat semakin banyak uang yang akan kita dapatkan, kalau sudah terkumpul semua aku ingin memproduksi film sendiri. Dan tentu saja bersama dengan kamu, kamu mempunyai bakat akting yang sangat baik, semua orang sangat suka dengan aktingmu."
Richard mengerutkan dahinya, dirinya bingung apakah ia bisa terjun ke dunia akting seperti yang istrinya katakan. Ia merasa tidak mempunyai bakat ke dunia itu, Richard merasa aktingnya bagus karena karakter yang ada sesuai dengan karakter dirinya.
"Kamu kenapa suka sekali sih mengerutkan dahi seperti itu, dahi kamu itu sudah kencang kalau kamu kerutkan seperti itu dahi kamu nanti menjadi kendur dan berkerut," ucap Vivy.
"Mana mungkin bisa seperti itu kamu jangan mengada-ngada," kata Richard sambil mencubit perut sang istri.
__ADS_1
"Jangan sayang nanti aku semakin lama hamilnya," ucap Vivy.
"Kamu ingin cepat hamil sayang? Bagaimana kalau kita progam saja," kata Richard.
Vivy merasa apa yang Richard katakan itu lebih baik, kalau ia cepat hamil ia akan segera mempunyai anak dan saat kembali nanti anaknya sudah berusia 2 tahun, ini sangat menguntungkan nya kalau ia ingin terjun langsung ke Dunia hiburan.
"Ya sayang aku mau melakukan program kehamilan, memang lebih baik kita melakukannya agar aku bisa cepat hamil dan saat kita kembali nanti anak kita sudah berusia 2 tahun," ucap Vivy.
"Oke besok kita langsung ke rumah sakit, aku akan mengambil cuti," kata Richard.
Sesampainya di supermarket itu, keduanya berpisah mereka berdua berjalan mencari keperluan masing masing.
"Sayang aku sudah mendapatkan ini," ucap Richard.
__ADS_1
"Kamu kenapa mengambil itu sayang aku kan baru datang bulan," kata Vivy sambil menggelengkan kepala nya.
"Tidak papa sayang, untuk jaga jaga saja kalau kamu memerlukan nya," ucap Richard.
"Ya sudah ayo, bantu aku mencari buah buahan." Vivy hanya bisa menggelengkan kepala nya.
Setelah selesai belanja mereka berdua pun langsung kembali ke rumah, karena mereka sudah mempunyai mobil sendiri keduanya tidak perlu capek capek jalan lagi untuk masuk ke dalam komplek.
"Sayang mobil ini sudah butut, beli mobil baru ya," ucap Vivy.
"Ha!! Butut bagaimana sayang. Ini baru datang beberapa bulan lalu loh." Richard sampai heran sendiri dengan Vivy.
"Ia aku tau baru datang beberapa bulan lalu. Tapi ingat kan bukan mobil baru, aku merasa AC nya kurang dingin, terus masih terlalu getere, aku tidak suka," kata Vivy.
__ADS_1
"Terus kamu kita membeli mobil baru? Nanti kalau kita meninggalkan tempat ini mobil baru kita untuk apa," tanya Richard, kalau Vivy dapat menjawab nya dengan logis ia akan membelinya.