Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Istri yang baik


__ADS_3

Vivy merebahkan dirinya ke atas tempat tidur, ia melihat bagaimana sang pacar mengambil sesuatu dari dalam lemari. Menurut Vivy kosan Richard sangat nyaman sekali, ia sendiri tidak masalah tinggal di kosan seperti ini. Hanya saja untuk dirinya keamanan di tempat ini kurang, mungkin sesekali ia bisa menginap di sini tetapi untuk sebagai tempat tinggal utama tidak mungkin ia lakukan.


"Sayang.." Vivy melambaikan tangan nya.


"Setelah kita menikah kamu langsung tugas atau masih ada jadwal libur?"


"Masih ada satu bulan libur kalau tidak salah, kamu mulai syuting aku ada tugas. Mungkin 3-4 Minggu," ucap Richard.


"Di anggurin aku nya dong," kata Vivy.


"Hahaha mau bagaimana lagi, sudah jadi kewajiban. Kamu juga mulai sibuk syuting aku juga tidak mau ganggu kamu," ucap Richard.


"Nanti kalau kamu tugas kamu tidak pengen gitu, awas saja sampai kamu main dengan wanita lain."


"Hahaha tidak akan lah, kamu pikir aku apaan," ucap Richard.

__ADS_1


Richard memasukkan beberapa data ke dalam tasnya, ia akan memberikan data itu pada Reni untuk mengurus pernikahan nya dengan Vivy.


Setelah itu ia berjalan mendekati Vivy, ia ikut merebahkan dirinya di samping Vivy. Karena kasur yang sempit mereka berdua harus berdekay.


"Sayang besok aku ingin membeli kasur seperti ini." Vivy memegang wajah tampan Richard, dari dekat wajahnya terlihat begitu tampan sekali.


"Kenapa," tanya Richard sambil mengerutkan dahinya, ia merasa aneh dengan keinginan Vivy yang tidak masuka akal.


"Enak saja bisa dekat dekat dengan kamu. Tubuh kamu itu enak banget di peluk," ucap Vivy.


"Lah kata siapa? Kamu mau aku peluk aku? Kamu bebas melakukan nya, tapi untuk pegang pegang ya jangan sembarangan, pelanggaran namanya," ucap Vivy.


"Dasar women." Richard mencubit wajah Vivy.


Hari ini Vivy memutuskan untuk menginap di kosan Richard, ia rasa untuk sekarang cukup aman untuk menginap di tempat ini, apalagi sebentar lagi malam tanggung jika harus ke apartemen.

__ADS_1


Malam hari nya karena tidak ada persiapan dan Richard sudah jarang menginap di kosan, Richard tidak mempunyai bahan masakan. Mereka berdua memutuskan untuk memesan makanan online, malam ini keduanya sudah sangat kelaparan.


"Enak sayang," ucap Vivy.


"Enak kok, ya walaupun kalau aku buat bisa jauh lebih enak," kata Richard.


"Sayang kamu sangat pintar memasak bagaimana caranya kamu bisa pintar memasak seperti itu?"


"Ya karena aku belajar dan biasa melakukan nya. Aku percaya memasak bukan hanya pekerjaan wanita, pria juga bisa harus melakukan nya. Dan sekarang aku mendapatkan istri yang tidak bisa memasak, aku jadi merasa beruntung mempunyai kemampuan memasak yang baik," ucap Richard.


"Aku jadi sangat malu, bagaimana mungkin istri tidak bisa memasak sedangkan suaminya sangat pintar memasak."


"Hahaha tidak papa sayang, kita akan banyak berpisah kemampuan memasak tidak begitu diperlukan. Aku ingin saat kita bersama kita hanya bersenang-senang menembus waktu yang tidak bisa kita lalui bersama," ucap Richard.


Vivy menganggukkan kepala nya. Mereka berdua berlatar belakang pekerjaan yang berbeda, itu menjadi tantangan tersendiri untuk mereka berdua. Vivy berharap apa yang Richard katakan bisa benar benar terjadi.

__ADS_1


"Iya sayang. Aku akan berusaha menjadi istri yang terbaik untuk kamu."


__ADS_2