
Setelah satu jam pertempuran akhirnya Richard menumpahkan beni nya di dalam rahim Vivy, Vivy memejamkan mata nya merasakan kehangatan yang sangat luar biasa. Ia paling suka saat merasakan benih itu di dalam rahim nya, begitu banyak sesuai dengan ukuran nya.
"Halo," ucap Richard sambil berjalan ke arah jendela.
Enaknya pria setelah keluar bisa langsung bergerak, berbeda dengan wanita yang langsung lemas tidak berdaya, Vivy Masih harus mengatur nafasnya dengan baik dan mengumpulkan energi nya sebelum kembali bergerak.
"Dia sangat pintar berbahasa Inggris," ucap Vivy.
Richard kembali mendekati tempat tidur dan membaringkan tubuh nya dia atas sana, hari ini ia mendapatkan panggilan untuk segera ke kantor tempat ia di tugaskan.
"Kamu ada tugas ya," tanya Richard.
"Iya sayang, kamu di rumah dengan baik ya, untuk makan nanti aku antar, kalau sarapan aku akan membuat nya untuk mu. Ada roti dan beberapa bahan instan lainnya," jawab Richard.
"Sayang kalau masalah makan aku jangan khawatir, aku bisa makan dengan baik, aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa mencari makanan untuk ku sendiri," ucap Vivy.
"Di mata ku kamu anak kecil yang pandai bergoyang, sudah aku mau mandi aku harus segera bersiap siap."
Richard pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi Richard membuatkan sarapan untuk sang istri. Walaupun ia harus ke kantor ia masih menyempatkan diri untuk membuatkan sang istri makanan agar Vivy tidak keluar rumah.
"Sayang aku letakan di meja makan ya. Ada roti isi alpukat," ucap Richard.
"Tunggu sebentar sayang." Vivy berlari keluar dari dalam kamar, sebelum suaminya pergi ia ingin memberikan kecupan manis.
"Cup.. Semangat bekerja nya," ucap Vivy.
"Iya sayang." Richard juga memberikan kecupan manis pada sang istri.
Setelah Richard pergi Vivy sarapan sambil memainkan handphone nya, ia sudah sangat lama tidak membuka media sosial nya, ia takut sakit hati membaca komentar buruk tentang dirinya.
Semetara itu di tempat Richard bertugas ia mendapatkan tempat yang sesuai dengan keinginan nya. Dengan pekerjaan ini ia tidak perlu pergi jauh jauh dan Masih dapat mengawasi sang istri setiap hari nya.
__ADS_1
Richard bekerja dengan sangat baik, di sini ia mendapatkan uang yang lebih banyak dari biasanya ia bekerja, perbedaan mata uang dengan tempat ia berasal juga salah satu faktor nya.
Richard bekerja dari pukul 8 pagi sampai 4 sore, hari ini sebelum ia sampai di rumah Richard memutuskan untuk belanja di minimarket, ia ingin mengisi dapur dengan berbagai macam bahan makanan, terutama makanan sehat untuk istri nya, Richard sangat paham Vivy membutuhkan asupan sehat agar tubuh nya tetap Bagus. Apalagi Vivy juga akan kembali ke dunia hiburan walaupun masih lama lagi.
Pukul 5 sore Richard kembali ke rumah nya, ia membawa berbagai macam makanan dan bahan makanan di tangan nya. Ia sudah tidak sabar memasakan banyak makanan untuk sang istri.
"Sayang makan sayang," teriak Richard.
"Iya sayang aku berjalan keluar," ucap Vivy.
Vivy yang baru selesai mandi langsung berjalan keluar dari dalam rumah, ia terlihat sangat senang dengan senyuman manis di wajah nya.
"Sayang kamu terlihat senang hati ini," ucap Richard.
"Aku habis membut konten YouTube sayang, setelah beberapa bulan di sini aku akan mengunggah nya," kata Vivy.
"Terserah kamu sayang, asalkan kamu bahagia," ucap Richard, ia tidak mau membatasi kegiatan sang istri di rumah.
"Kamu tidak masalah kan aku membuat vlog kegiatan kita sehari-hari," tanya Vivy.
"Ah makasih sayang, sayang kamu mau makan apa aku akan membuat makanan untuk kamu," kata Vivy dengan semangat nya.
"Kamu terlihat begitu semangat sayang, emang nya kamu bisa masak?" Richard mengerutkan dahinya.
"Sayang aku tadi liat video YouTube, aku mau masak," ucap Vivy.
"Hahaha untuk malam ini tidak perlu memasak sayang, aku sudah membawa makanan yang nama untuk kamu. Tadi sih aku sebenarnya ingin masak makanan sehat, tetapi seperti nya tidak perlu makanan yang aku beli saja dulu," kata Richard.
"Ih kamu mah. Kamu mau membuat ku gemuk ya." Vivy membuka plastik makanan yang Richard bawa untuk nya.
Walaupun sambil ngomel Vivy tetap memakan makanan itu. Hal itu membuat Richard tersenyum puas, ia sangat senang kalau Vivy makan dengan sangat lahap.
"Ya sudah kamu makan saja dulu, aku mau mandi setelah itu aku ikut makan dengan kamu," ucap Richard.
__ADS_1
"Oke sayang."
Richard berjalan masuk ke dalam kamar sedangkan Vivy membereskan semua barang belanjaan Richard ke tempat nya. Sedikit demi sedikit Vivy merasa harus mulai menjadi ibu rumah tangga dengan baik, salah satunya dalam melakukan pekerjaan rumah.
Pukul 6 sore baru lah mereka berdua duduk bersama sambil menikmati makanan yang ada. Sambil makan Vivy meminta Richard memberitakan apa saja yang Richard lakukan di tempat suaminya bekerja.
"Tidak ada yang menarik sayang, aku bekerja seperti biasanya. Aku banyak bertemu orang dari berbagai macam negara, itu cukup membuat ku pusing karena perbedaan bahasa."
"Oh begitu sayang, aku yakin kamu bisa beradaptasi dengan sangat baik. 3 tahun bukan waktu yang lama, tidak akan terasa jika kita lalui dengan baik," ucap Vivy.
"Iya sayang aku mengerti kok," ujar Richard.
Malam ini keduanya memutuskan untuk jalan jalan sejenak, Vivy juga ingin mengajak Richard ke sebuah toko untuk membeli kamera, ia ingin memulai video vlog nya dengan kualitas yang bagus, kalau hanya mengandalkan Handphone Vivy merasa kurang pas.
"Kamu yakin mau beli kamera langsung, tidak mau mencoba menggunakan handphone dulu," tanya Richard.
"Yakin sayang, aku sudah mencoba nya menggunakan handphone tadi, rasanya sambil kurang," jawab Vivy.
"Kamera saja ya," ucap Richard.
"Tidak, mau beli iPad juga," kata Vivy.
"Sayang kamu menghabiskan banyak uang lagi," ucap Richard.
"Tidak papa sayang." Vivy mengedipkan mata nya.
Mereka berdua tiba di sebuah toko yang Vivy inginkan, mereka berdua langsung masuk ke dalam toko itu sambil melihat lihat barang yang Vivy inginkan.
"Sayang kalau yang ini di rupiahkan berapa," tanya Vivy.
"29 juta, terlalu mahal sayang," jawab Richard.
"Tidak papa aku sangat suka, aku mau ambil yang ini."
__ADS_1
Richard hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar. Lagi dan lagi ia tidak bisa menolak keinginan sang istri.