Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
uang bulanan


__ADS_3

Sesampainya di rumah mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar, Vivy meminta sang suami membantu nya merapikan barang barang yang ia beli tadi. Ada beberapa barang milik Richard yang tidak Richard ketahui, yang Richard tau semua barang ini milik sang istri.


"Sayang kamu yang belanja aku yang merapikan semua ini," ucap Richard.


"Hehehe maaf sayang," ujar Vivy tanpa rasa bersalah.


"Kamu beli apa saja sih." Richard satu persatu membuka paperback yang menumpuk di depan nya.


Di dalam paperback itu ada beberapa tas mewah, sepatu, sandal, perlengkapan make up dan pakaian. Kalau Richard taksir total belanjaam Vivy lebih dari 500 juga. Uang yang sangat banyak untuk dirinya.


"Dua paperback itu punya kamu. Coba kamu buka," ucap Vivy.


Segera Richard membuka paperback yang Vivy maksud. Richard tersenyum melihat sebuah dompet dan ikat pinggang yang memakai ia perlukan, walaupun seperti barang biasa ia sangat bahagia karena Vivy mengingat keperluan nya.


"Mahal kan ini," tanya Richard.


"30 juta kalau tidak salah. Aku melihat dompet kamu sudah jelek dan ikat pinggang kamu sudah tidak berbentuk. Masak suami artis tidak mendapatkan barang yang bagus," jawab Vivy.


"Makasih sayang aku sangat mencintaimu," ucap Richard sambil memberikan beberapa kecupan manis di wajah Vivy.


Setelah selesai merapikan barang barang yang Vivy beli, mereka berdua kembali turun untuk memasak. Tadi pagi sebelum berangkat, Richard sudah belanja di gerobak depan rumah, ia sangat senang di sini ada tukang sayur yang selalu keliling setiap pagi nya. Wow pria ia tidak masalah belanja seperti itu, ia malah sangat senang dapat belanja keperluan dapur.


"Oh iya sayang, aku sudah mengirim uang bulanan," ucap Richard.


"Kamu sudah gajian," tanya Vivy.


"Tadi saat menemani kamu belanja gaji ku masuk, maaf ya aku tidak bisa memberikan semua gaji ku. Aku masih mengirim uang ke mamah," jawab Richard.


"Jangan membahas masalah uang sayang, aku menerima berapapun yang kamu berikan pada ku," ucap Vivy.


"Aku berjanji akan menghasilkan uang lebih banyak lagi," ujar Richard.


"Oke sayang, semangat.." Vivy tersenyum melihat uang yang Richard kirim, ia akan membuka rekening khusus untuk uang ini agar uang ini tidak terpakai oleh nya. Vivy ingin menyimpan nya karena uang yang Richard berikan begitu berharga untuk nya.

__ADS_1


Saat Richard mulai memasak dan Vivy menonton, tiga pembantu mereka sampai di rumah ini. Dengan senang hati Vivy menyambut mereka dan mengantarkan mereka ke dalam kamar pembantu, Vivy juga meminta setelah ia makan nanti ruang makan bisa mereka bersikan.


Setelah mengantarkan pembantu nya ke kamar, Vivy kembali menghampiri Richard yang sudah hampir selesai memasak. Ia ingin sedikit menganggu sang suami, memang paling enak menganggu suami yang sedang memasak.


"Sayang.." Vivy memeluk Richard dari belakang.


"Jangan sembarangan, sekarang kita sudah mempunyai pembantu sayang, kamu jangan asal meluk seperti ini."


"Masak meluk suami sendiri tidak boleh," ucap Vivy.


"Bercanda, boleh sayang boleh apa yang tidak boleh untuk kamu," ucap Richard.


"Sayang bagaimana menurut kamu tentang pembantu kita," tanya Vivy.


"Cantik cantik," jawab Richard.


"Hang cantik? Kamu bisa memuji wanita lain cantik di depan istri sendiri," kata Vivy.


"Hehehe becanda sayang, aku tidak bisa memberikan komentar apapun. Aku belum melihat kinerja mereka bagaimana, aku ingin menilai kinerja mereka selama satu bulan kedepan. Kalau misalnya bagus aku lanjutkan mereka bekerja kalau tidak cocok kita cari saja yang lain," ucap Richard.


"Tangan kamu sayang, jangan remas remas, aku sedang membuat telur mata sapi nanti jadi jelek," kata Richard.


"Sayang kamu masak banyak, untuk mereka juga ya," tanya Vivy.


"Iyalah, tidak mungkin kita makan mereka tidak makan, kita juga harus memanusiakan manusia sayang," jawab Richard.


"Gaji mereka berapa sebulan? Kamu Tia memberikan gaji yang rendah kan," tanya Richard.


"7-9 juta kok. Sesuai dengan pekerjaan mereka yang cukup berat, aku tidak mungkin memberikan gaji yang jelek untuk mereka, kalau pekerjaan mereka bagus pasti aku berikan lebih."


"Sayang itu sangat besar, di tempat ku hanya 3-4 juta," ucap Richard.


"Sesuai dengan pekerjaan mereka sayang," ujar Vivy.

__ADS_1


Tak lama makanan yang Richard masak sudah matang, mereka berdua pun duduk di meja dan menyantap makanan itu dengan sangat lahap, jika Richard yang memasak sudah tidak perlu di ragukan lagi rasanya. Rasanya benar benar sangat luar biasa enaknya.


"Kamu suka," tanya Richard.


"Sangat suka sayang," jawab Vivy sambil mengambil beberapa sayuran yang sangat menggoda untuk di makan.


Walaupun Vivy begitu pilih pilih makanan, kalau sudah Richard masak ia jadi tidak memilih, semua sayur yang Richard masak mempunyai cita rasa yang sedap, selain karena Richard pandai memasak di dalam makanan ada cinta yang amat besar, cinta itu lah yang membuatkan Vivy.


"Kenyang sekali aku," ucap Vivy.


"Sudah siap non," tanya Tika pembantu Vivy yang bertugas di dapur.


"Iya sudah, kalian makan lah. Masih banyak makanan, suami ku masak banyak, jangan sampai terbuang ya."


"Ayo sayang." Richard menggandeng tangan Vivy berjalan pergi dari sana.


"Wah ternyata suami nona Vivy begitu bucin dan luar biasa Karen nya. Pantas saja nona Vivy sampai mau menikah dengan nya, mereka berdua begitu cocok," ujar Biba.


"Iya kamu benar," saut Ajeng.


Tina, Biba dan Ajeng tiga orang pembantu yang bertugas di rumah ini, ketiganya sudah melalui selesai yang sangat ketat untuk masuk ke dalam rumah ini.


Richard dan Vivy berjalan masuk ke dalam kamar, keduanya sudah sangat kekenyangan dan ingin segera istirahat, tetapi sayang nya mereka berdua belum mandi sejak pergi tadi.


"Malas mandi," ucap Richard.


"Sama sayang, makanan yang kamu masak terlalu enak, aku jadi makan teerlalu banyak yang membuat ku malas untuk bergerak," kata Vivy.


"Hahaha kamu memang ada ada saja. Aku tidak mandi tidak papa kan, aku tidak bauk kok," ucap Richard.


"Tidak papa sayang, kamu sangat wangi kok. Aku sangat sangat suka aroma tubuh maskulin kamu." Vivy mendekati Richard dan memeluk nya dengan erat, kalau masih menjadi pengantin baru seperti ini emang paling enak saling memeluk satu sama lain.


"Sayang jatah ya," ucap Richard.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu mau aku berikan," kata Vivy dengan senyuman menggoda.


__ADS_2