Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Akan menikah


__ADS_3

Sesampainya di apartemen mereka berdua langsung memasukan beberapa barang yang belum sempat masuk ke dalam koper. Terutama barang barang Vivy yang begitu banyak sekali, bawaan wanita memang tidak pernah sedikit walaupun hanya pergi seminggu Vivy memerlukan dua koper besar untuk semua barang barang nya.


"Sayang aku sudah siap," ucap Richard.


"Ya sudah kamu mandi sana, aku akan menyiapkan pakaian kamu," kata Vivy.


"Aku mandi di apartemen kamu. Terus kamu mengambil pakaian ku dari dalam koper?"


"Iya sayang kamu mau mandi di mana lagi, untuk pakaian aku sudah menyiapkan beberapa pakaian di apartemen ini, kita kan akan menikah kamu harus mempunyai pakaian di apartemen ini. Dan benar saja apa yang aku siapkan di butuhkan sekarang."


"Wah calon istri ku keren, oke aku mandi. Aku pakai semua sabun mu, pasti sangat wangi," ucap Richard sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Pukul 1 siang mereka berdua dalam perjalanan ke bandara, keduanya akan terbang 15 menit dari sekarang. Karena persiapan dandan Vivy yang begitu lama mereka berdua baru berangkat sekarang, seharusnya mereka sudah di bandara setidaknya setengah jam sebelum penerbangan.


"Lewat sana," ucap Vivy sambil memakai masker.


"Jangan lupa." Vivy juga memberikan masker pada Richard. Masker sangat perlu untuk mereka berdua, ya terkadang walaupun menggunakan masker Vivy juga dapat di kenali.


Setelah memarkirkan mobil dengan benar mereka berdua langsung masuk ke dalam bandara melalui pintu VIP. Keduanya langsung ke sebuah ruangan yang sudah ada beberapa orang yang menunggu mereka berdua.


Segera persiapan sudah selesai, tidak ada yang kurang yang membuat mereka bisa terbang sekarang. Keduanya masuk ke dalam jet pribadi, sebuah jet yang di sewa khusus untuk mereka berdua.


"Ah ini paling nyaman," ucap Vivy.


"Sebenarnya tidak begitu beda dengan naik pesawat biasanya, hanya lebih privasi," kata Richard.


"Iya sayang, kalau tidak naik ini penerbangan kita bisa bocor. Takutnya ada paparazi yang mengikuti kita, apalagi aku sudah satu bulan tidak muncul di televisi."


"Oh iya syuting tambahan kamu bagaimana?" Richard baru ingat tentang syuting itu.


"Di undur awal tahun depan, sutradara nya sakit dan Mario ada syuting film lain. Karena waktu yang berantakan syuting tambahan dilakukan tahun depan," ucap Vivy.


"Pantes Mario tidak ada menghubungi mu lagi. Ternyata dia sudah mempunyai lawan main baru," kata Richard.


"Iya sayang. Asal kamu tau lawan mainnya kali ini cantik sekali, di aktris baru kemungkinan besar sebentar lagi ada kabar dating mereka berdua. Film yang mereka bintangi juga dari novel ternama, beruntung film itu tayang nya 3 tahun dari sekarang, jadi tidak akan menganggu film kami yang tayang lebih dulu."


"Syuting nya sekarang tayang nya 3 tahun kedepan. Ya kalau tu orang berumur panjang, kalau tidak bagaimana?" Richard bingung sendiri dengan dunia perfilman.

__ADS_1


"Biasanya tergantung kesepakatan di awal, atau kadang kalau pihak keluarga tidak mengizinkan tayang ya mereka harus mengganti rugi semua biaya. Tetapi jarang sih sampai batal tayang, paling di undur tayang," jelas Vivy.


"Oh begitu… Kamu sendiri akan berapa lama di dunia perfilman?"


"Untuk dunia perfilman aku tidak tau akan berapa lama, semuanya tergantung rezeki ku kalau aku masih laku ya pasti akan lama, sekarang aku sudah berusia 25 tahun pernikahan kita akan di konfirmasi di usiaku 27 tahun. Kemungkinan besar setelah pernikahan kita di konfirmasi aku akan mengambil Film keluarga, selain menjaga perasaan kamu aku akan lebih nyaman mengambil film keluarga," ucap Vivy.


"Kalau aku meminta mu berhenti syuting bagaimana," tanya Richard.


"Untuk selamanya aku tidak bisa menjawab, tetapi jika kamu meminta ku berhenti syuting selama beberapa tahun ya aku bisa melakukan nya. Sayang aku juga memperkejakan banyak orang, kalau aku tidak syuting mereka tidak bekerja," jawab Vivy.


"Iya aku paham, aku tidak seegois itu, tempat terpenting kita dapat membagi waktu dengan baik," ucap Richard.


"Aku percaya itu, itu sebabnya aku mau menikah dengan kamu," kata Vivy.


Perjalanan dari tempat mereka ke negara tujuan memerlukan waktu 7-8 jam lamanya, sangat lama sekali itu sebabnya mereka sudah harus terbang beberapa hari sebelum acara pernikahan.


Setelah perjalanan yang panjang mereka berdua sampai dengan selamat, keduanya di jemput langsung oleh salah satu anggota keluarga. Mereka di bawa ke lokasi pernikahan mereka yang ternyata cukup jauh dari bandara.


"Sudah satu jam lebih tapi belum sampai. Apa masih jauh," tanya Vivy.


Sedari tadi Richard memikirkan berapa besar biaya pernikahan nya dengan Vivy, segala kemewahan ia dapatkan sejak beberapa hari lalu. Ia sendiri mungkin tidak sampai menyumbang 10 persen dari biaya pernikahan ini, rasanya sangat malu sekali tetapi mau bagaimana lagi Vivy sendiri tidak mau memberitahu Richard tentang biaya pernikahan mereka.


Setelah kurang lebih 2 jam lebih perjalanan mereka berdua sampai di sebuah pulau yang akan menjadi saksi bisu pernikahan Richard dengan Vivy. Pulau itu cukup ramai tetapi seperti tidak terlihat orang dari negara mereka berasal. Vivy yakin sebelum menentukan tempat ini, Reni sudah memikirkannya dengan baik.


Mereka berdua tiba di sebuah Villa mewah, Villa tempat mereka akan menikah sekaligus menginap. Di Villa itu juga sudah ada keluarga mereka ya sampai lebih dulu.


"Dimana lokasi pernikahan kita sayang," tanya Richard.


"Aku juga tidak tau. Seperti nya di dalam Villa," jawab Vivy.


Reni menjemput mereka langsung, ia sudah satu Minggu berada di tempat ini. Dirinya memaafkan waktu bekerja ini sekaligus dengan liburan bersama dengan anak dan suamin.


"Bagaimana kamu suka," tanya Reni.


"Sangat suka, dimana lokasi pernikahan kami," tanya Vivy.


"Di bagian utama Villa ini, kalian istirahat saja dulu. Ya jelas lokasi pernikahan akan menghadap ke lautan yang luas, kalian pasti akan sangat suka."

__ADS_1


"Kalau begitu saja di tempat kita kan ada," kata Richard.


"Tapi tidak bisa bebas, pernikahan kalian akan terekspos dengan mudah. Kalau sekarang tidak akan ada yang tau, intinya akan berbeda dari tempat kita," ucap Reni.


"Sudah ayo masuk sayang," ujar Vivy.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam Villa, keduanya di antar ke kamar yang sudah di siapkan khusus untuk keduanya.


"Ah lega nya." Vivy berbaring di atas tempat tidur.


"Sayang kamu jawab jujur. Berapa biaya pernikahan ini," tanya Richard.


"Kemungkinan 10 M ke atas, aku juga kurang tau Reni belum memberikan perhitungan nya pada ku," jawab Vivy.


Vivy menarik Richard ke atas tempat tidur. Ia tau Richard sangat khawatir dengan biaya pernikahan mereka.


"Tenang saja, aku bekerja selama ini juga untuk membuat ku bahagia, aku mempunyai banyak uang tetapi kalau tidak aku gunakan untuk hal yang membuat ku bahagia. Percuma saja aku bekerja selama ini, sayang jangan memikirkan apapun yang membuat kamu pusing. Aku menghormati kamu sebagai suami ku, aku tidak akan melakukan hal apapun yang membuat kamu malu," ucap Vivy.


Richard memeluk Vivy dengan erat, seharusnya ia sudah tau resiko apa yang ia dapatkan menikah dengan Vivy, bukan seperti sekarang yang membuat nya pusing sendiri.


"Aku ingin ehem ehem."


"Otak kamu kalau tidak khawatir masalah biaya pasti arah nya ke sana. Sabar dong," ucap Vivy.


"Hehehe kenapa tidak sekarang kan 2 hari lah kita menikah."


"Ya karena itu, tanggung sayang," ucap Vivy.


"Hahaha iya sayang aku paham, biasan sih wanita kalau sudah cinta pasti mau aja di ajak ehem.."


"Ya beda dong, aku akan wanita yang sukses dan tidak murahan. Kalau mau ehem ya harus menikahi aku dulu. Kamu sabar sayang sebentar lagi sah, kalau kamu sudah tidak kuat tangan itu masih bisa digunakan dengan baik." Vivy memberikan menggoda..


"Aku tidak pernah menggunakan tangan, ya kalau aku sudah ingin sekali biasanya akan mimpi terus keluar sendiri."


"Bisa begitu ya.." Vivy menepuk pelan wajah Richard.


Mereka berdua pun tertidur sambil berpelukan, keduanya begitu kelelahan setelah perjalanan yang begitu jauh sekali. Apalagi perbedaan waktu yang membuat keduanya harus segera menyesuaikan nya. Dengan istirahat semuanya bisa menjadi lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2