
"Apa yang ingin kamu bicarakan," tanya Vivy.
"Kita sudah pernah membahas hal ini sebelumnya, aku ingin mempunyai seorang istri, aku ingin mempunyai keluarga yang bahagia. Tidak dalam waktu dekat tetapi tidak dalam waktu yang lama juga, aku juga memerlukan modal untuk membangun sebuah rumah tangga. Vivy aku tau kita saling mencintai, aku tau kamu ingin aku segera meresmikan hubungan kita, tapi.." Richard menghentikan ucapan nya.
"Tapi apa?" Vivy menatap wajah Richard.
"Aku takut tidak bisa memenuhi ekspetasi kamu, aku takut kamu mengalami banyak masalah saat dengan ku dan aku takut kamu tidak siap jika aku bawa ke jenjang yang lebih serius."
"Kalau masih takut untuk apa kamu mengatakan nya, lebih baik kamu pikirkan baik baik dulu. Bukannya aku sudah berkata, jangan anggap diriku sebagai wanita yang sulit kamu gapai," ucap Vivy.
"Aku tida pintar menyusun kata kata, aku ingin mengatakan nya sekarang, aku bukan tipe orang yang suka menggantung sebuah hubungan. Vivy aku ingin kamu jadi kekasih ku, aku ingin hubungan kita bisa jauh lebih dekat lagi dari sekarang. Jika kamu mau, berarti kamu siap untuk melangkah lebih jauh lebih bersama dengan ku." Richard mengatakan nya sambil menatap mata Vivy, begitu juga dengan Vivy yang membalas tatapan mata Richard.
"Aku sadar ini begitu cepat, sangat cepat untuk ku. Tatapan mata kamu membuat aku sangat yakin, Richard aku tidak pernah memandang kamu lebih rendah dari aku, aku selalu memandang kamu dengan kagum, kamu seseorang yang istimewa di mata ku. Aku tau kenapa kamu ragu, kamu takut menghancurkan karir yang sudah aku bangun. Kamu jangan takut, banyak cara yang bisa kita lakukan bersama sama untuk mempertahankan karir kita, kamu sebagai seseorang tentara dan aku sebagai artis." Vivy membuang nafasnya dengan perlahan.
"Aku siap menjadi kekasih kamu, aku siap jika kamu ingin membawa hubungan kita ke ranah yang lebih jauh lagi, asalkan kita sama sama siap dengan resiko yang kita akan hadapi," ucap Vivy.
Richard lega mendengar ucapan selamat Vivy, mereka berdua harus sama sama yakin agar hubungan ini bisa lanjut ke jenjang yang lebih serius. Sambil tersenyum Richard mendekati bibir Vivy, tidak lengkap jika tidak menyatukan kedua bibir mereka, apalagi suasana sekarang yang begitu mendukung.
"Kamu ganas sekali," ucap Richard, ia malah kalah dengan Vivy.
Vivy yang mendengar itu begitu malu, ia memang sangat lago dalam berciuman.
"Jangan membuat aku malu," ucap Vivy.
"Hahaha kamu malu sayang, kenapa malu," tanya Richard.
__ADS_1
"Ya malu," jawab Vivy sambil menyembunyikan wajahnya di atas dada bidang Richard, ia memeluk Richard dengan erat.
"Setelah sekian lama akhirnya aku mempunyai pasangan juga," ucap Richard.
"Aku sudah beberapa kali pacaran, tetapi dengan kamu aku yang paling serius," kata Vivy.
"Serius? Kalau serius bisa.."
"Bisa apa? Jangan macam macam ya, aku tida mau sebelum menikah," kata Vivy.
"Kenapa pikiran kamu ke sana, padahal aku tidak ada niat," ucap Richard.
"Aku tau otak pria semua sama saja."
"Hmmm sayang kamu tidak masalah kan menyembunyikan hubungan kita," tanya Vivy.
"Aku tidak masalah, ya kita harus sama sama mengerti," ucap Vivy.
Setelah meresmikan hubungan mereka berdua, keduanya pergi meninggalkan tempat itu. Richard harus mengantarkan Vivy kembali ke tempat syuting nya, ia juga harus kembali ke tempat nya, karena malam ini ia akan pergi meninggalkan negera ini.
Sesampainya di lokasi itu, Richard memutuskan untuk tidak turun, ia menghadiri pertanyaan orang orang dan tatapan orang lain. Memang lebih baik ia di dalam mobil saja.
"Sampai jumpa di rumah," ucap Richard.
"Sampai jumpa, aku tunggu kepulangan kamu." Sebelum turun mereka memberikan kecupan manis terlebih dahulu.
__ADS_1
Vivy pun turun dari dalam mobil sedangkan Richard pergi meninggalkan tempat itu. Segera Vivy masuk ke dalam tenda, beruntung tidak banyak orang yang ada di luar tenda.
"Ah senang nya," ucap Vivy.
"Nona bagaimana jalan jalan nya asik," tanya Angel.
"Sudah pasti asik, apalagi dengan pacar sendiri, kamu bagaimana sih," jawab atas Vivy
"Kalian sudah pacaran, rambut nona basah. Artinya nona habis mandi, jangan jangan langsung di gas," ucap Angel.
Vivy hampir tertawa mendengar nya, ya memang kalau tidak tau cerita sebenernya pasti memikirkan hal yang sama dengan yang Angel pikirkan.
"Otak kamu," ucap Vivy.
"Bagaimana nona? Apa sakit? Richard seorang tentara pasti tenaga nya luar biasa. Tapi kok nona bisa berjalan dengan baik," kata Angel.
"Ya karena kami tidak melakukan apa-apa, kami hanya berenang, aku sudah lama tidak berenang jadi aku memutuskan untuk berenang," ucap Vivy.
"Oh begitu, kalau kalian sudah pacaran berarti kalian sudah siap untuk menikah."
"Usia ku sudah 25 tahun, sudah pantas untukku menikah. Tetapi seperti nya tidak tahun ini, mungkin setahun atau dua tahun lagi," kata Vivy.
"Karir nona bagaimana? Nona tau kan kalau sudah menikah pasti sulit mendapatkan tawaran syuting," ucap Angel.
"Aku akan melakukan yang terbaik, aku ingin orang ingin memakai aku karena bakat ku, tida peduli aku sudah menikah atau belum, kalau sudah jalan takdir dan rezeki pasti bisa. Kamu tau juga kan bagaimana perjuangan aku untuk sampai ke tahap ini, yang sulit sekali saja bisa aku lalui, aku berharap yang seperti ini juga bisa aku lalui."
__ADS_1
"Ah nona keren sekali, saya akan terus mendukung nona sampai kapan pun itu," ucap Angel.