Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Mencintai


__ADS_3

"Kamu kapan benar-benar bisa kembali," tanya Vivy.


"Saat kamu kembali ke rumah, aku akan kembali dengan cepat, tunggu aku sebentar saja," kata Richard.


"Aku tidak mau menunggu seseorang yang tidak pasti, aku membutuhkan kepastian," ucap Vivy, ia ingin memancing Richard apakah Richard memiliki perasaan yang sama dengan nya atau tidak, dilihat dari apa yang Richard lakukan sekarang Richard memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.


"Kamu membutuhkan apa?" Richard mendekati bibir Vivy.


"Membutuhkan kepastian." Vivy juga mendekati bibir Richard.


Saat mereka berdua ini berciuman tiba tiba Angel datang dari arah depan, Angel yang melibatkan itu benar-benar terkejut sekali.


"Aahh.. Maaf maaf." Angel langsung membalik tubuh nya.


Richard dengan Vivy juga tidak kalah terkejutnya dengan Angel, Richard ingin menjelaskan semuanya pada Angel tetapi Vivy menutupi mulut nya.


"Sekarang tau harus apa," ucap Vivy.


"Maaf nona." Angel berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Tidak papa." Richard menatap wajah Vivy.


Sambil tersenyum Vivy menggelengkan kepala nya. "Tidak papa, Agensi tidak pernah melarang ku dekat dengan pria mana pun, aku bebas asalkan dapat menjaga privasi," ucap Vivy.


Richard bernafas lega, ia tidak mau karena dirinya karir yang Vivy bangun malah rusak.


"Bagaimana dengan kamu?"


"Dengan aku? Aku ada larangan," ucap Richard.


"Terus kalau begitu artinya apa." Lagi dan lagi Vivy memancing Richard, tetapi sayang nya Richard bukan pria yang mudah untuk di pancing.


"Artinya aku harus pergi," ucap Richard sambil tersenyum.


"Ih kamu mah.. Belum ada dua jam." Vivy memeluk Richard kembali, ia masih merindukan pria ini.


"Hahaha aku bercanda, bagaimana dengan syuting mu? Apa semuanya lancar?"


"Lancar, tapi setelah kepergian mu, aku merasa sangat bosan," ucap Vivy.


"Hmmm aku merasakan hal yang sama, aku merindukan mu dan memikirkan mu," kata Richard, baru kali ini ia mengatakan hal seperti itu pada wanita.


"Ah kamu suka aku kan," ucap Vivy.

__ADS_1


"Apa ada orang yang tidak suka pada seseorang tetapi merasakan apa yang aku rasakan?"


"Ah kamu aku tanya malah balik tanya.. Kalau menurut aku ya tidak ada, aku saja.."


"Aku saja suka kamu, tidak ada kamu membuat aku bosan, aku membutuhkan kamu," ucap Richard dengan nada mengejek, ia melanjutkan apa yang ingin Vivy katakan.


"Richard.."


Richard memegang wajah Vivy dengan lembut, mereka berdua saling menatap dengan tatapan penuh cinta. Secara perlahan bibir mereka berdua kembali bersentuhan, setelah sekian lamanya mereka kembali melakukan apa yang sempat terjadi saat kecelakaan waktu itu.


C*uman berlangsung cukup lama, keduanya benar-benar menikmati momen itu. Entah kapan lagi mereka bisa melakukan hal ini lagi.. Setelah c*uman itu terlepas mereka berdua hanya tersenyum, walaupun sedikit canggung keduanya masih bisa mengendalikan diri mereka dengan baik.


"Tadi saat aku melihat kamu memakai pakaian ini aku begitu terkejut, kamu jauh lebih tampan," ucap Vivy.


"Apa aku setampan itu," tanya Richard.


"Iya kamu setampan itu," jawab Vivy.


"Kalau aku jalan berdua dengan kamu, apa kamu akan malu dengan ku," tanya Richard.


"Tidak lah, aku tidak akan malu, untuk apa aku malu," jawab Vivy.


"Aku yang malu, aku tidak pantas dengan kamu," ucap Richard.


"Sayang jangan begitu, pekerjaan kamu malah lebih tinggi dari aku," kata Vivy, ia tidak sadar telah mengatakan kata sayang pada Richard.


"Ti.. Tidak boleh ya," tanya Vivy.


"Apa ada aku bilang tidak boleh," jawab Richard.


"Bilang saja kamu senang," ucap Vivy.


"Hahaha itu kamu tau." Richard memang begitu senang mendapatkan panggilan sayang dari Vivy.


"Aku ingin lebih lama, tetapi seperti nya waktu ku sudah habis," ucap Richard.


"Ingat janji kamu."


"Iya lusa aku akan menjemput kamu, kamu bisa memberikan aku kabar kalau kamu sudah selesai syuting."


"Iya, aku di sini juga hanya beberapa hari, paling 4 hari ke depan aku sudah kembali ke rumah. Kamu harus pulang kalau aku sudah pulang, aku akan memberikan mu kabar," ucap Vivy.


Vivy bangkit dari atas pangkuan Richard agar Richard bisa berdiri, sebelum berpisah kembali mereka berdua kembali berpelukan.

__ADS_1


"Aku mencintaimu," ucap Richard sambil mengusap rambut Vivy.


"Aku juga," ujar Vivy.


Karena memang sudah waktunya Richard pun pergi meninggalkan Vivy, ia tidak banyak mendapatkan izin waktu, karena memang ini masih waktu nya bertugas.


Setelah kepergian Richard, Vivy berbaring di atas sofa, ia sangat senang bertemu dengan Richard, walaupun hanya sesaat banyak hal yang terjadi diantara mereka berdua.


Angel berjalan mendekati nona nya, ia baru tau jika Richard dengan Vivy mempunyai hubungan yang spesial.


"Nona, ibu Reni ingin berbicara," ucap Angel sambil memberikan Handphone nya


Dengan wajah yang bahagia Vivy mengambil handphone itu, ia meletakkan handphone itu ke telinga nya.


"Ada apa," tanya Vivy.


"Sudah berapa lama," tanya Reni.


"Selama di sini, apa tidak boleh?"


"Ya boleh, tapi jangan sampai orang lokasi tau. Aku sudah menduga nya sejak kamu bertanya banyak tentang nya, ternyata tuan putri kita sedang jatuh cinta.


"Kamu mah.. Aku kapan pulang," tanya Vivy.


"Seperti nya tidak sampai seminggu lagi, kamu beberapa hari lagi selesai syuting.. Kalian diberikan waktu beberapa hari liburan, kalau semua orang setuju ya kalian liburan dulu. Tapi kalau tidak langsung kembali," jawab Reni.


"Jangan deh, aku sudah lelah. Kalau mereka ingin liburan aku kembali dengan pesawat sendiri saja," ucap Vivy


"Apa Richard kembali juga, kenapa kamu ingin sekali segera kembali," tanya Reni.


"Kamu banyak tanya Reni, kamu lupa aku harus promosi film yang akan tayang, sebelum itu aku harus banyak istirahat," kata Vivy.


"Hahaha oke, nanti aku bicarakan dengan tim," ucap Reni.


Panggilan itu pun terputus, Vivy segera mengembalikan handphone itu ke pemilik nya.


"Jangan bocor ya," ucap Vivy.


"Siap nona. Ternyata Richard hot juga ya, main cium cium saja," kata Angel sambil menahan tawanya.


"Ih kamu mah.."


"Nona bibir Richard kan tipis, bagaimana rasanya nona, katanya bibir pria tipis ini lebih menantang," tanya Angel.

__ADS_1


"Angel berhenti bertanya tentang seperti itu, tidak ada yang harus aku jawab," jawab Vivy.


"Ah nona malu malu." Angel terus menggoda Vivy, Vivy yang sudah tidak bisa menahan malu memutuskan untuk berjalan menuju kamarnya, ia ingin menghayal tentang Richard saja.


__ADS_2