
"Sayang sekali dia tidak bisa dihubungi, Besok saja deh kalau kita sudah di rumah aku akan memintanya untuk langsung ke rumah kita," ucap Vivy.
"Sayang aku masih mempunyai keluarga yang lengkap kan? Mereka semua bagaimana apakah mereka mengikhlaskan ku pergi?"
"Awalnya memang sangat berat untuk mereka dan juga untukku, mereka sudah mengikhlaskan kamu terlebih dahulu dari aku, mungkin karena mereka sudah tahu betapa besarnya risiko pekerjaan kamu, berbeda dengan aku yang baru beberapa tahun dengan kamu. Sangat sulit bagiku untuk mengikhlaskan kamu, setiap hari ini aku berharap pada keajaiban yang bisa mempertemukanku dengan kamu lagi, syukurnya keajaiban itu datang dan aku bisa bertemu dengan kamu lagi," ucap Vivy.
Richard kembali memeluk istrinya, dirinya dapat merasakan betapa beratnya beban yang Vivy tanggung selama ini, apalagi yang ia tahu sekarang istrinya ini seorang artis besar, setelah bertemu dengan Vivy waktu itu ia langsung mencari dan tahu tentang Vivy di internet dan memang benar Vivy seorang artis besar, sekarang ia sudah kembali pada Vivy, ia akan menanggung beban ini bersama sama dengan Vivy.
Sore harinya sesuai dengan jadwal yang ada mereka bertiga akan kembali ke tempat mereka berasal, sebelum terbang Vivy dan memberikan kabar kepada keluarganya dan keluarga Richard agar berkumpul di rumah mereka berdua, mereka berdua ingin memberikan kejutan pada keluarga besar mereka. Dengan wajah Richard yang sudah berubah Vivy penasaran apakah bisa mereka semua mengenali Richard, ia juga mengundang Angel dan Reni untuk bergabung di acara ini.
Seperti sebelumnya perjalanan dari tempat ini rumah mereka memerlukan waktu sekitar 6 sampai 7 jam lamanya, cukup lama tetapi tidak akan terasa jika dilewati dengan beristirahat, kebetulan juga mereka berdua juga belum beristirahat dan keduanya memilih untuk menghabiskan waktu dengan istirahat dengan tenang, Richard dan Vivy yakin setelah sampai nanti sudah pasti akan banyak kegiatan yang memerlukan banyak energi.
Setelah perjalanan yang panjang itu akhirnya mereka mendarat dengan selamat, mereka bertiga dijemput langsung oleh Reni yang sengaja Vivy minta untuk menjemput mereka. Reni cukup kebingungan kenapa Vivy pulang dengan cepat, karena jadwal liburan Vivy masih sangat lama sekitar satu minggu lamanya.
"Itu yang namanya Reni," ucap Vivy.
"Oh dia aku pernah melihatnya di internet bersama denganmu," kata Richard.
"Kamu melihat aku di internet?"
__ADS_1
"Ya aku melihat kamu di internet karena kata kamu kan kamu seorang artis, aku awalnya tidak begitu percaya tetapi setelah aku melihat kamu di internet aku jadi percaya kalau kamu seorang artis. Tetapi mengapa anak kita tidak pernah ada fotonya di internet," tanya Richard.
"Aku belum mempublikasi wajahnya di internet, aku masih ingin memprivasinya sampai usia remajanya nanti. Semoga saja kamu setuju dengan keputusanku ini," jawab Vivy.
"Sudah pasti aku sangat setuju dengan keputusanmu, apapun yang kamu lakukan sekarang sudah pasti yang terbaik untuk anak kita," ucap Richard.
Reni memicingkan melihat Vivy bersama dengan seorang pria, Reni pikir pria itu calon ayah baru nya Chris karena Chris berada di gendongan pria itu, tetapi setelah dilihat secara seksama pria itu seperti orang yang ia kenal, dari postur tubuhnya sampai cara berjalannya Reni seperti mengenal nya.
"Iya siapa ya, aku seperti mengenalnya tetapi wajahnya sangat asing di mataku," ucap Reni.
"Reni kamu sudah lama menunggu kamu," tanya Vivy.
"Aku baru sampai juga kok, siapa ya kenapa menggendong anakmu dan kalian berdua sangat dekat, apa dia calon ayahnya Chris?"
"Jangan ngada-ngada kamu, mana mungkin dia Richard, Richard saja sudah pergi entah dimana," kata Reni.
"Sudah pasti kamu tidak akan percaya, tapi dia benar-benar Richard, kamu harus melihat buktinya sendiri deh." Vivy memberikan bukti yang sengaja ia siapkan agar orang orang yang percaya jika pria ini adalah Richard.
Mata reni terbuka dengan lebar saat melihat bukti yang Vivi berikan, bukti itu membuat Reni percaya jika memang pria itu adalah Richard.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin bisa, dia Richard kenapa kau baru pulang sekarang." Reni memegang tubuh Richard, aneh rasanya tetapi inilah yang terjadi.
"Percuma kamu bertanya pada dirinya, dia mengalami kecelakaan yang parah saat menaiki helikopter, dia kehilangan wajah aslinya sehingga harus menjalankan operasi plastik, dan juga dia kehilangan ingatannya sampai sekarang, kalau dia mengingatmu itu artinya aneh karena dia saja tidak mengingatku dan anaknya," ucap Vivy.
"Halo senang bertemu denganmu kembali," kata Richard.
"Suara ini suaramu, syukurlah ternyata kamu masih hidup." Reni terlihat sangat senang sekali, mulai sekarang sahabat terbaiknya tidak akan sedih lagi.
Mereka pun langsung pulang ke rumah Vivy dan Richard, di rumah sana memang keluarga mereka sudah berkumpul menunggu kepulangan mereka berdua. Sampai sekarang keluarga itu belum tahu jika Richard kembali ke pelukan mereka semua.
Sesampainya di rumah itu mereka langsung masuk ke dalam rumah, semua orang terkejut melihat Vivy membawa pria lain masuk ke dalam rumah, pria itu menggendong Chris sehingga mereka pikir pria yang bersama dengan Vivy calon ayahnya Chris, mereka semua sangat senang akhirnya Vivy dapat melupakan Richard, mereka tidak tega jika terus melihat Vivy terjebak dalam masa lalunya yang suram, mereka berpikir kehidupannya harus tetap berlanjut.
"Wah calon ayahnya Chris."
Vivy ketawa sambil menggelengkan kepalanya, dirinya mendekati mereka semua dan menunjukkan semua bukti itu pada keluarganya. Saat mengetahui jika pria itu sebenarnya adalah Richard mereka semua terdiam karena tidak bisa berkata apa-apa lagi, ini sebuah keajaiban yang sangat besar, rasanya hampir tidak mungkin jika Richard kembali ke pelukan mereka semua.
Richard langsung dipeluk oleh keluarganya dan juga keluarga Vivy, mereka semua sangat merindukan Richard, sudah lebih dari satu tahun Richard pergi, kini pria itu kembali ke pelukan hangat mereka semua.
"Ayah ku." Chris memeluk ayahnya, ia tidak suka mereka semua memeluk Ayahnya.
__ADS_1
"Iya sayang iya itu Ayah kamu, kamu tidak akan kehilangan Ayah kamu lagi."
Mereka berkumpul bersama untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi, dengan detail dan perlahan Vivy menjelaskan semuanya. Mereka semua juga langsung paham dan mengerti kenapa semua ini bisa terjadi, memang kalau sudah takdir sejauh apapun selama apapun mereka berpisah akan tetap bersama.