
Tanpa terasa hari sudah berganti menjadi Minggu, minggu berganti menjadi bulan dan bulan berganti menjadi tahun, sudah lebih dari satu tahun Richard dan keluarga kecilnya berpisah. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan Richard akan kembali ke tempat ia berasal, ingin sekali rasa nya Richard kembali ke keluarga kecilnya, rindu sudah pasti tetapi ada sesuatu yang sangat besar yang membatasi rasa rindu itu.
Tidak hanya Richard, Vivy juga ingin suaminya dapat berkumpul kembali di keluarga kecil mereka, Richard sudah banyak melewati masa-masa pertumbuhan anak mereka, dari usia 2 minggu sampai sekarang 1 tahun lebih Richard tidak bertemu dengan anaknya sendiri. Sangat disayangkan momen-momen penting sudah terlewati, momen itu juga tidak akan bisa diulang kembali, tetapi mau bagaimana lagi kewajiban dan kontrak kerja tidak bisa dihindari.
Kurang lebih sudah 1 bulan Richard dengan Vivy putus komunikasi, Richard tidak ada memberi kabar Vivy entah apa alasannya, sampai sekarang Vivy masih menunggu kabar dari sang suami, satu bulan lalu terakhir kali mereka berdua video call tanpa adanya masalah, Richard berkata 3 bulan kedepan kontraknya sudah habis, hal itu membuat mereka berdua sangat senang, terutama Vivy yang sudah sangat merindukan seseorang suaminya, tetapi rasanya senang nya itu cepat berubah menjadi rasa khawatir karena sampai sekarang Richard belum ada memberikannya kabar lagi.
Sekarang Vivy sudah mulai aktif di dunia hiburan kembali, walaupun masih banyak pro dan kontra Vivy berusaha memberikan kemampuan terbaiknya, ia yakin dengan bakat yang ia punya semuanya bisa kembali seperti semula, pembenci hanyalah sekelompok orang yang tidak benar-benar mengenal dirinya, Vivy sudah tidak memperdulikan pembenci dirinya. Satu pembenci bisa tertutup oleh berbagai macam dukungan dari fans yang setia menunggu kembali nya dia ke dunia hiburan.
Bahkan bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, beberapa artis juga menunjukkan secara terang-terangan ketidaksukaannya mereka atas kembalinya Vivy ke dunia hiburan, Vivy paham kenapa mereka semua begitu tidak suka dengan dirinya, dengan kembalinya artis besar seperti dirinya mereka semua akan tersaingi seperti saat namanya masih bersinar dengan terang.
Side ini Vivy baru kembali ke rumah setelah syuting dari pagi hingga sore, ia menemui anaknya yang sedang bersama dengan babysitter, Vivy mempekerjakan babysitter untuk menjaga anaknya saat ia sedang syuting, dirinya tidak melepaskan baby sitter itu sendiri ia juga meminta salah satu anggota keluarganya untuk mengawasi anaknya, ia tidak begitu percaya dengan orang asing yang tidak begitu ia kenal.
Saat ini usia Chris sudah masuk 1 tahun 3 bulan, sudah banyak yang bisa anak itu lakukan termasuk memanggil Vivy dengan sebutan mamah, Chris juga sudah bisa berlari menyambut kepulangan mamanya pulang bekerja seperti sekarang ini.
"Mamah.." Chris berlari mendekati mamanya.
"Sayang, kamu makin pintar berlari saja," ucap Vivy.
"Ayah.." Chris sudah Vivy beri pengertian jika ayahnya sedang bekerja, kalau anak ini berkata Ayah tandanya Chris ingin video call dengan Richard.
__ADS_1
"Ayah sedang bekerja sayang, nanti saja ya setelah ayah selesai bekerja. Sekarang kita mandi bersama oke.." Vivy menggendong Chris dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"Ya gimana sih kenapa sudah satu bulan tidak memberikan ku kabar, setidaknya sebelum menghilang seperti ini dia mengatakannya, bukan malah menghilang seperti ini," ucap Vivy
Setelah selesai mandi bersama dengan anaknya, Vivy dan Chris berbaring di atas tempat tidur sambil bermain bersama, walaupun Vivy sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya, ia tetap menyempatkan waktu untuk bermain dengan anaknya, Chris sudah tidak mendapatkan waktu dari ayahnya kalau sampai ia tidak memberikan waktunya entah bagaimana lagi nasib anak ini.
Di tempat lain yang jauh dari rumah mereka berdua, Richard baru kembali ke asrama setelah kurang lebih 1 bulan mengerjakan misi yang sangat mendadak, sangking mendadaknya Richard sampai tidak bisa memberikan kabar terlebih dahulu pada sang istri dan anaknya. Beruntungnya saat ini ia dapat pulang dengan selamat, dirinya ingin langsung kembali ke kamar dan memberikan kabar pada kedua orang yang ia sayangi, Richard yakin mereka berdua sudah sangat khawatir pada dirinya.
"Richard ayo main dulu, di sana ada tempat hiburan yang baru dibuka, kita diberi waktu 2 hari libur lebih baik di kita pakai pakai untuk bersenang-senang."
"Maaf aku tidak bisa, sudah lama tidak memberikan kabar istriku dan sekarang aku ingin langsung memberikan kabar padanya, maaf ya aku kembali ke kamar dulu." Richard berjalan meninggalkan teman-temannya.
"Ah akhirnya." Setelah mandi Richard langsung berbaring di atas tempat tidur.
Vivy yang tengah bermain dengan Chris terkejut melihat panggilan dari seseorang yang sudah sangat ia tunggu, segera Vivy langsung mengangkatnya, selain sangat merindukan pria ini ia juga ingin protes kenapa pria ini tidak ada memberikannya kabar, dirinya sangat membutuhkan penjelasan dari Richard.
"Sayang kamu benar-benar membuatku marah.'" Vivy memasang wajah seramnya.
Richard hanya bisa tersenyum, tidak masalah istrinya marah karena memang dirinya juga salah. "Kamu mau langsung marah padaku atau ingin mendengarkan penjelasan dariku."
__ADS_1
Vivy membuang nafasnya dengan perlahan, memang lebih baik dia mendengarkan penjelasan dari Richard, apalagi sekarang ada sang anak yang juga ikut melihat ayahnya di layar handphone, takutnya malah anaknya berpikiran tidak tidak.
"Sayang anaknya ya, bagaimana kabar kamu baik kan ayah sangat merindukanmu sayang."
"Sayang dia sangat baik, sekarang tolong jelaskan mengapa kamu tidak ada kabar selama 1 bulan, kamu itu kebiasaan deh kenapa sih sering menghilang mau pikir aku tidak khawatir dengan kamu di sana, kamu pikir aku tidak bisa mencari pengganti kamu di sini, jangan macam-macam padaku sayang," ucap Vivy.
"Mamah.." Chris melihat ke arah Vivy yang terlihat berapi-api.
"Terus saja mengomel begitu, katanya ingin mendengar penjelasan dariku," ucap Richard.
"Ya sudah cepat jelaskan sayang aku menunggunya dari tadi."
"Kemarin setelah kita video call, aku mendapatkan misi secara mendadak pukul 04.00 pagi, aku tidak sempat membuka handphone aku juga tidak sempat berpikir untuk mengabarimu, semuanya begitu mendadak aku hanya bisa mengemasi pakaianku karena memang misi ini berjalan begitu lama. Syukurnya aku dapat kembali dengan selamat, kami menang dan kami mendapatkan libur dua hari," ucap Richard.
"Sudah kuduga pasti bisa mendadak lagi," kata Viv.
"Sekarang aku tanya pada kamu, kata kamu waktu itu kontrak kamu hanya tinggal 3 bulan lagi, 1 bulan sudah berlalu berarti hanya tinggal 2 bulan lagi. Kamu sudah ada penjelasan tentang kontrak itu, bagaimana siapnya dan apakah kamu bisa langsung sih pulang."
"Aku sudah mendapatkan kabar kok tentang kontrak itu, tidak ada penambahan waktu kamu tenang saja. Kontrak ku 2 bulan lagi akan selesai, aku akan pulang tepat waktu tanpa ada penambahan waktu lagi di sini, tetapi sebelum kontrak itu selesai aku mempunyai satu misi yang sangat penting, lagi pasti aku tidak bisa memberikan kamu kabar selama satu sampai satu setengah bulan," ucap Richard.
__ADS_1