Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Rencana menikah


__ADS_3

Richard mengendong Vivy ke sofa tempat makanan mereka berada. Vivy yang begitu manja pada Richard sangat senang mendapatkan perlakuan seperti ini, ia memeluk Richard dengan erat agar tidak terjatuh dari gendongan itu.


"Sayang pakaian kamu tipis sekali sih, aku tidak suka kamu memakai pakaian seperti ini."


"Lah kamu kenapa? Aku di kamar dan baru bangun tidur, ya memang paling enak memakai pakaian seperti ini. Kamu yang aneh tiba-tiba masuk ke kamar anak gadis," kata Vivy.


Richard menggaruk kepala nya. Apa yang Vivy katakan benar, yang salah dirinya telah masuk ke kamar Vivy tanpa izin. Apalagi Vivy memakai pakaian itu untuk tidur, bukan saat di luar rumah.


"Tapi aku seksi kan," tanya Vivy.


Richard tersenyum kembali, ia tidak bisa berbohong karena memang Vivy begitu seksi. Walaupun masih tertutup pakaian yang tipis Richard Masih dapat melihat bagaimana lekuk tubuh sang pacar.


"Iya sayang seksi. Sekarang kamu makan, nanti makanan nya kalau sudah dingin jadi tidak enak."


"Iya makasih sayang." Vivy mencium wajah Richard sebagai ucapan terimakasih nya.


Mereka pun makan makanan yang Richard makan, keduanya makan dengan sangat lahap karena memang masakan yang Richard masak sangat enak sekali.


"Kenyang nya," ucap Vivy.


"Setelah ini mau kemana," tanya Richard.


"Berenang," jawab Vivy.


"Lest go."


"Nanti Masih kenyang," ucap Vivy.


"Bagaimana puding nya enak?"


"Enak sekali, kamu membuatnya dari buah asli."


"Iya sayang, mangga berkualitas tinggi," ucap Richard.


"Aku suka yang kenyal kenyal begini."


"Ha apa!! Suka yang kenyal? Seperti apa?" Richard menaikkan satu alisnya.


"Kamu memang harus segera menikah, otak kamu sudah benar benar mesum." Vivy mencubit perut Richard.

__ADS_1


"Hahaha kan aku tanya sayang, kamu malah mencubitnya perut ku. Kamu tau tidak kalau itu sakit," ucap Richard.


"Mana mungkin sakit, perut kamu tebal begini kok. Saya gendong aku ke kolam renang," rengek Vivy.


Segera Richard menggendong Vivy seperti di sebuah film, Vivy tertawa dengan sangat puas. Ia paling bisa membuat Richard mengikuti semua apa yang ia katakan, memang kalau sudah cinta mati apapun akan di lakukan.


Di depan kolam renang, Richard sudah siap melemparkan Vivy ke dalam air, tetapi tiba-tiba Richard berpikir palapa Vivy akan tembus pandang jika Vivy masuk ke dalam air.


"Sayang lemparkan aku, aku sudah sangat siap," ucap Vivy.


"Nanti pakaian kamu akan tembus pandang, ini saja sudah tembus pandang," kata Richard.


"Tidak papa bonus untuk kamu," ucap Vivy.


"Aku ingin lebih, berikan aku banyak bonus setelah perjuangan ku memasakan mu makanan enak." Richard melemparkan Vivy ke dalam kolam renang.


Tak lama Richard melepaskan kaus yang ia pakai dan ikut melompat ke dalam kolam renang.


Mata Vivy langsung tertuju pada tubuh Richard, dada yang bidang dan perut yang berbentuk tahu kotak membuat Vivy terpanah. Ini yang ia ingin lihat dari sejak lama tetapi Richard selalu menutup nya.


"Ah benar dia memiliki rambut halus di dadanya, semakin menggoda saja. Selain tampan, gagah dan pintar aku memerlukan pria seperti ini. Imajinasi ku memang sangat luas," batin Vivy sambil tersenyum.


"Sayang." Richard membuyarkan lamunan indah Vivy.


"Kamu sering berenang sendiri di sini? sangat menyeramkan kalau kamu sendirian. Apalagi kamu sering pakai bikini."


Vivy mengajak Richard ke samping kolam renang. Dari sana mereka berdua bisa melihat pemandangan hutan yang cukup bagus. Sebenarnya Vivy hanya ingin mengambil kesempatan dalam kesempita, ia ingin memeluk Richard dari belakang sambil memegang perut bagian depan.


Richard terkejut tiba tiba Vivy memeluknya dari belakang, ada sesuatu yang mengganjal di pelukan itu terasa lembut dan cukup besar.


"Sayang kamu memiliki tubuh yang indah," bisik Vivy.


"Wanita nakal, ini tangan sudah sampai mana mana," ucap Richard sambil membalik tubuh nya.


"Kamu curang," kata Richard.


"Hahaha iya ku curang, ah aku ingin segera menikah dengan kamu," teriak Vivy.


Mereka berdua pun tertawa bersama, keduanya sudah sangat ingin segera menikah. Umur yang sudah masuk usia pernikahan membuat keinginan mereka untuk menikahi semakin besar.

__ADS_1


****


Beberapa Minggu pun berlalu, hari ini keluarga Richard dengan keluarga Vivy berkumpul untuk membahas pernikahan Richard dan Vivy, untuk tempat sudah di atur oleh manager Vivy, sekarang mereka hanya membahas waktu dan tamu undangan yang datang. Apalagi pernikahan ini private yang harus benar benar menyeleksi tamu yang datang.


Pertemuan keluarga ini di lakukan di sebuah Villa yang sangat mewah, yang mengatur pertemuan juga manager Vivy. Semuanya menjadi tanggungjawab nya karena Vivy artis terbaiknya, kalau tidak karena Vivy Reni sang manager tidak akan bisa sampai sejauh ini.


"Jadi sudah sepakat bulan 11 tanggal 11 tahun ini," ucap Reni.


"Iya tanggal yang bagus," ujar Vivy.


"Kalian tidak bisa mengundang banyak orang, aku sudah memberikan beberapa slot undangan ke dua belah pihak. Selain keluarga besar aku memberikan 10 slot undangan," ucap Reni.


"Untuk kami hanya mengambil 3 saja, tidak banyak yang datang mengingat pernikahan ini sangat private, takutnya tidak ada yang bisa menjaga rahasia."


"Mamah benar, aku tidak ingin terlalu banyak orang dari keluarga ku," ucap Richard.


"Kami ambil full, tidak akan tersebar aku bisa jamin."


"Ayah yakin," tanya Vivy.


"Iya Vivy sangat yakin."


Setelah semua selesai di bahas dan di tentukan pertemuan keluarga ini berakhir, masing masing keluarga meninggalkan tempat itu. Mereka tidak bisa lama lama karena memiliki kesibukan lainnya, termasuk orang tua Richard yang harus segera kembali ke rumah.


"Kalian baik baik ya, tidak sambil sebulan lagi kalian menikah. Richard jaga Vivy dengan baik, jangan melakukan apa apa dulu."


"Hehehe iya mah. Aku akan menjaga calon istri ku dengan baik," ucap Richard.


"Mamah tenang saja ya. Kami akan baik baik saja," ujar Vivy.


Untuk Richard dengan Vivy memilih ke kosane Richard, ada beberapa barang yang harus mereka ambil. Karena kosan Richard berada di tempat yang cukup tidak aman, Vivy memakai topi kaca mata dan penutup wajah agar tidak ada orang yang melihat nya. Tidak lupa ia menggunakan mobil yang berbeda dari biasanya.


"Ahh akhirnya masuk juga," ucap Vivy sambil melepaskan semua penutup kepala nya.


"Maaf sayang, aku membuat kamu tidak nyaman," ujar Richard.


"Bukan begitu sayang, btw kosan kamu luas juga ya." Vivy berjalan mengelilingi tempat itu.


"Bisa untuk ehemm.."

__ADS_1


"Ih kamu mau boleh juga, Tapi setelah menikah bukan sekarang." Vivy memberikan tatapan tajam pada Richard.


"Hahaha ya padahal aku sudah bersiap siap," ucap Richard sambil tertawa.


__ADS_2