
Pukul 10 malam acara pun selesai, film yang dibintangi Vivy benar benar bagus sekali. Richard sangat enjoy menonton film itu, bahkan beberapa adegan membuat nya cukup ketakutan. Ia sangat kagum dengan akting Vivy yang luar biasa bagus nya.
Karena acara sudah selesai, Richard langsung ingin masuk ke dalam mobil, ia akan menunggu Vivy di dalam mobil. Tetapi saat ia melewati ruangan para artis, Richard melihat Vivy bersama dengan Mario. Mata nya langsung menatap ke arah Mario yang berani memegang memang tangan Vivy, dari gestur Vivy ia terlihat tidak nyaman.
"Dia mau mati," ucap Richard sambil berjalan masuk ke dalam ruangan itu.
"Nona.."
Suara Richard mengejutkan Vivy.
"Iya ada apa," tanya Vivy.
"Ada hal penting nona, nona tidak membaca pesan saya. Tolong segera dibaca."
"Oh iya." Vivy menyingkirkan tangan Mario dan langsung membuka handphone nya, ia tau ini hanya akal akalan Richard.
"Ya sudah kamu duluan ya, nanti aku menyusul dengan yang lainnya," ucap Vivy.
"Baik nona." Richard berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
"Ada apa," tanya Mario.
"Ada hal penting, aku harus pergi..Bye bye." Vivy berjalan meninggalkan Mario, ia segera masuk ke dalam ruangan nya untuk mengambil beberapa barang nya yang masih tertinggal di dalam sana.
Saat keluar dari ruangan itu, Mario masih menunggu nya.
"Pria sialan," batin Vivy.
"Aku antar," ucap Mario.
"Tidak Mario, kamu pulang saja. Ini sudah malam, kamu hati hati ya.. Jaga keselamatan sampai film kita tayang. Bye bye.." Vivy berlari pergi meninggalkan Mario sendiri.
Di dalam mobil Richard menunggu Vivy dengan wajah yang masih kesal, entah kenapa ia muda sekali cemburu dengan Vivy. Padahal sebelumnya ia tidak secemburu ini pada Vivy, Richard merasa ia harus lebih bisa mengontrol rasa cemburunya, ia berpacaran dengan artis yang menjadi sorotan publik. Jika ia terus cemburu seperti ini, dirinya sendiri yang akan sulit.
"Sayang maaf ya." Vivy masuk ke dalam mobil.
"Maaf kenapa? Kalau soal Mario, jangan kamu bahas."
"Hehehe iya maaf ya, aku tidak ada niat kok. Tadi kamu lihat kan aku tidak nyaman dengan nya, tapi mau bagaimana lagi," ucap Vivy.
"Iya sayang, aku paham kok. Sekarang kita berangkat ya. Kamu atur GPS nya ke rumah ayah kamu."
"Kamu tidak marah kan?"
"Tidak lah, untuk apa aku marah. Aku sadar pacar ku seorang artis, dan aku mengerti resiko yang harus aku ambil," ucap Richard.
"Syukurlah kalau kamu tidak marah. Aku atur dulu ya GPS nya, tidak jauh kok paling satu jam."
Mereka pun mulai pergi meninggalkan tempat itu, di dalam perjalanan memikirkan hubungan nya dengan Richard, Vivy masih tidak enak dengan Richard, ia sangat takut Richard malah berpikir dua kali ini untuk serius dengan nya, apalagi Richard sekarang sadar tentang resiko yang ada.
__ADS_1
"Film kamu bagus banget, aku sangat puas," kata Richard.
"Makasih sayang, aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu."
"Apa itu?"
"Aku ada syuting tambahan Minggu depan, bersama dengan Mario."
"Aku ikut," ucap Richard.
"Kamu yakin sayang, ada banyak adegan romantis," kata Vivy.
"Terus kenapa? Aku akan memantau nya," ucap Richard.
"Oke kalau kamu mau aku tidak masalah, aku malah senang kok."
"Setelah syuting tambahan itu selesai kamu ada syuting lain?"
"Ini sudah masuk bulan 9 aku tidak ada syuting lagi sampai akhir tahun, aku sudah 3 kali syuting film dan baru satu yang tayang, mungkin aku syuting lagi pertengahan tahun depan," kata Vivy.
"Acara televisi?"
"Ada bulan ini seminggu dua kali sampai selesai promosi film. Ada apa? Kamu mau mengajak aku liburan?"
"Iya.. Aku ingin mengajak kamu liburan," ucap Richard.
"Bulan depan aku libur, kamu mau mengajak ku kemana," tanya Vivy.
"Ah kamu mau bermesraan dengan ku kan. Kalau kamu mengajakku ke tempat yang jarang ada orang Indonesia, pasti tidak akan ada yang tau aku," ucap Vivy
"Aku akan mencari tempat nya." Richard menggenggam tangan Vivy dengan erat.
Tak lama mereka berdua sampai di depan rumah ayah Vivy, sebelum masuk jantung Richard sudah berdetak dengan keras nya. Ia takut orang tua Vivy tidak suka padanya, ya walaupun Vivy sudah mengatakan orang tua Vivy suka pada nya.
"Kamu jangan takut sayang, mereka suka kok dengan kamu. Tapi nanti kamu jangan kaget ya, ayah ku mempunyai dua istri muda."
"Serius?"
"Iya, tidak ada yang tau. Kamu jangan bocor, dia menikahi anak gadis beberapa bulan lalu, kalau sampai media tau habis aku jadi bahan gunjingan," ucap Vivy.
"Oke kamu santai saja."
Mereka berdua pun turun dari dalam mobil, keduanya masuk ke dalam mobil melalui pintu garasi, keduanya tidak berani keluar dari dalam mobil secara terang terangan, takut nya ada orang lain yang melihat nya.
"Ayah." Vivy berjalan mendekati ayah dan keluarga yang lainnya.
"Anak ayah sudah pulang.. Ada menantu ayah juga.."
"Calon ayah," ucap Vivy.
__ADS_1
"Dia tampan mas.."
"Kamu diam.."
Richard hampir tertawa melihat hal itu, beruntung ia bisa menahan nya.
"Salam kenal om," ucap Richard.
"Salam kenal, kamu seorang tentara ya."
"Iya om, saya masih aktif."
"Bagus bagus, segera nikahi Vivy. Aku sangat tenang kalau dia menikah dengan seorang tentara."
"Sabar yah, tidak mungkin bisa cepat," ucap Vivy.
"Kenapa tidak? Kamu sudah dewasa, karir kamu akan aman kalau kalian menikah diam diam."
"Ayah ah.. Aku lelah ingin istirahat.. Besok kita ngobrol lagi." Vivy menarik Richard pergi dari sana.
"Sayang dia gagah sekali, beruntung Vivy mendapatkan nya."
"Kamu jangan macam macam, aku juga gagah dan kuat."
Richard bingung Vivy menarik nya masuk ke dalam kamar, apa mungkin Vivy mengajak nya tidur dalam satu kamar yang sama. Otak Richard sudah kemana mana.
"Sayang dimana kamar aku," tanya Richard.
"Kamu mau satu kamar dengan aku, atau tidur di kamar sendiri," tanya Vivy.
"Kalau aku khilaf bagaimana?"
"Jangan sampai." Vivy menepuk wajah Richard.
Siapa yang tidak mau sekamar dengan pacar nya sendiri, Richard sudah berikan lampu hijau oleh Vivy dan ayah mertua nya. Sekarang hanya tinggal Richard yang memutuskan harus bagaimana.
"Sayang Minggu depan kita menikah." Richard menarik Vivy ke atas tempat tidur, mereka berdua jatuh di atas ke tempat tidur secara bersamaan.
"Boleh," ucap Vivy.
"Hahaha aku bercanda, tidak bisa secepat itu lah. Aku rasa akhir tahun.."
"Aku tidak bisa menikah secara resmi dengan kamu. Kalau ingin menikah cepat palingan menikah siri. Setelah film ku selesai tayang semua, baru kita bisa mendaftarkan pernikahan kita ke KUA."
"Berarti aku menikahi ku setelah semua film kamu selesai tayang," ucap Richard.
"Dua tahun lebih," kata Vivy.
"Lama sekali," ucap Richard.
__ADS_1
"Sesuai dengan perjanjian kontrak sayang."
"Aku akan memikirkan nya," kata Richard sambil memeluk Vivy dengan erat.