Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Mencoba untuk bangkit


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu berat, sudah lebih dari satu bulan sejak kau pergi yang Richard dari keluarga ini, Vivy masih tidak bisa mengikhlaskan suaminya. Tangisannya masih saja keluar saat ia mengingat momen-momen indah bersama dengan Richard, hampir setiap malam Vivy menangis sambil memeluk foto Richard, semangat hidupnya semakin berkurang saja, beberapa pekerjaannya Vivy dibatalkan secara sepihak seperti syuting film yang seharusnya akan segera ia lakukan, bahkan proyek yang sudah ia buat tertunda entah sampai kapan, Vivy tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini.


Reni sebagai salah satu orang terdekat Vivy juga sangat sedih melihat sahabatnya seperti ini, yang tidak bisa terus melihat seperti Vivy seperti, mau bagaimanapun kehidupan Vivy harus tetap berlanjut, Vivy mempunyai seorang anak titipan dari Richard yang harus dibesarkan dengan baik, kalau Vivy terus seperti ini bagaimana ia bisa membesarkan anaknya. Hampir setiap harinya Reni berkunjung ke rumah itu untuk menenangkan Vivy, memberikan beberapa ide menarik agar Vivy bisa mulai beraktivitas seperti biasanya. Walaupun sampai sekarang belum membuahkan hasil Reni yakin Vivy dapat bangkit dari keterpurukannya. Dirinya sangat mengenal Vivy, Vivy salah satu wanita terkuat yang pernah ia temui, dan ia paham memang kehilangan seseorang terdekat kita sangat menyakitkan, mungkin dirinya berada di posisi Vivy sekarang akan melakukan hal yang sama dengan Vivy lakukan.


Reni berjalan membawa Chris masuk ke dalam kamar, sebelumnya ia membawa anak ini membeli jajan di salah satu minimarket terdekat dari rumah ini, walaupun Vivy sedang sangat hancur Chris tetap terurus dengan baik, orang-orang di sekitarnya sangat memperhatikan anak ini, hanya Chris peninggalan Richard yang dapat menemani Vivy sampai tua nanti.


"Sampai kapan kamu menangis seperti ini, aku tahu kehilangan orang terdekat memang terasa sangat menyakitkan, tetapi apakah kamu akan terus seperti ini, ingat Vivy masih ada satu orang yang harus kamu perhatikan. Seseorang yang akan menemani kamu dan merawat kamu di masa tua nanti, seseorang yang Richard percayakan pada kamu. Apa kamu melupakan seseorang itu, lihat anak ini Vivy. Kamu tidak kasihan melihatnya, dia kehilangan sosok ayah jangan sampai dia kehilangan kasih sayang mamanya," ucap Reni.


Vivy mengusap air matanya, dirinya mengerti apa yang Reni katakan. Memang semenjak kepergian Richard ia kurang memperhatikan anak ini, Reni benar dirinya tidak boleh seperti ini dalam waktu yang lama, kalau ia terus seperti ini ia tidak bisa merawat anaknya dengan baik. Richard mempercayakan anak ini padanya, dirinya tidak mau menghianati kepercayaan yang Richard berikan padanya.


Vivy jalan mendekati anak itu dan memeluknya dengan erat, ia kembali menangis karena merasa bersalah pada Chris. Dirinya begitu egois sampai melupakan malaikat kecil yang membutuhkan perhatian lebih darinya, mulai sekarang Vivy tidak mau terus terpuruk, dirinya tetap harus bangkit agar dapat membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Maafkan Mama sayang, Mama telah mengabaikanmu.. Maafkan mama." Vivy memberikan beberapa kecupan manis di wajah anaknya.


Reni bernafas lega melihat apa yang ingin


lihat sejak beberapa waktu lalu, akhirnya Vivy dapat bangkit dari keterpurukannya, walaupun belum benar-benar bangkit Reni yakin wanita ini bisa melewati semua ini dengan baik. Proyek yang terindah harus segera dilanjutkan agar semuanya berjalan normal kembali.


Setelah memberikan waktu Vivy untuk bernapas dengan lega beberapa saat, Reni kembali mendekati Vivy untuk membahas apa saja yang akan kita lakukan di masa yang akan datang. Sekaligus ia ingin mengkonfirmasi tentang series yang sudah jadi, hanya tinggal koreksi dari Vivy dan tanggal penayangannya saja.


"Maafkan aku kalau aku semua proyek jadi tertunda, seharusnya kita sudah mulai promosi saya di situ ke beberapa stasiun TV atau media sosial," kata Vivy.


"Oke kita akan melakukan pemotretan ulang, dan aku akan melihat hasil dari series itu, semoga saja hasilnya bagus jadi tidak perlu ada revisi ulang sehingga bisa segera ditayangkan," ucap Vivy.

__ADS_1


"Aku sudah menentukan tanggal tayangnya, aku sudah meminta agensi untuk mempercepat persetujuan platform yang akan menayangkan series ini, hari ini persetujuan itu akan keluar dan kita harus segera menyerahkan beberapa hal penting ke platform itu sampai minggu depan. Itu sebabnya kita harus bergerak cepat agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan waktunya," kata Reni.


"Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, terimakasih selalu ada saat aku senang maupun saat aku sedang terpuruk seperti ini, kamu salah satu orang yang selalu mendukungku, menyemangatiku dan mengerti apa yang harus aku lakukan. Kalau tidak karena kamu semua ini tidak akan berjalan dengan baik, aku tidak tahu kalau tanpa kamu sudah jadi apa diriku sekarang," kata Vivy.


"Aku juga sangat berterima kasih pada kamu, tanpa kamu aku juga tidak bisa sampai seperti ini, kita merintis karir ini bersama-sama, aku tidak mau apa yang sudah kita rintis terbuang sia-sia, semangat Vivy kamu pasti bisa melewati ini semua, ini ujian terberat untuk mu dan aku yakin ada hal indah yang sedang menantimu di depan sana," kata Reni.


Mereka berdua berpelukan dengan erat, mereka berdua sudah seperti dua ban sepeda yang saling memerlukan, jika keduanya tidak berjalan bersama salah satu di antara mereka tidak akan berfungsi dengan baik.


"Sudah sudah jangan membuatmu momen ini makin sedih, sekarang aku harus pulang anak dan suamiku sudah menungguku di rumah. Kamu baik-baik di sini, Besok kita mulai bekerja seperti semula," ucap Reni.


"Iya kamu juga hati-hati ya, dan sampai dengan selamat. Sekali lagi terima kasih."

__ADS_1


Reni pun pergi meninggalkan rumah Vivy, dan Vivy memutuskan untuk merapikan barang-barang yang Richard miliki satu tempat, ia ingin menyimpan barang itu ke dalam lemari khusus agar barang barang itu tidak rusak, untuk pakaian pakaian yang sangat banyak di dalam lemari akan disimpan ke dalam koper, entah mau disumbangkan ke mana pakaian itu nanti Vivy belum memikirkan. Hanya tinggal satu foto yang ia letakkan di samping tempat tidur sebagai pengingatnya, ia pernah mempunyai seseorang yang begitu ia cintai.


"Aku tidak ingin melupakanmu, tapi jika semua barang ini sering terlihat di depan mata ku. Aku akan terus terpuruk, aku akan menyimpan kenangan indah ini sebuah tempat agar kenangan ini tidak rusak. Nanti ketika anak kita sudah mengerti aku akan menunjukkannya semua ini, dia pasti akan sangat bangga mempunyai ayah seorang pejuang."


__ADS_2