
Setelah selesai membuat konten mereka berdua memakan makanan yang Richard buat. Setelah beberapa bulan membuat konten mereka berdua sudah merasakan hasil dari konten itu, hanya Vivu yang tau seberapa banyak uang yang mereka dapatkan dari konten itu. Ia sengaja tidak memberitahu Richard, Richard juga tidak bertanya berapa penghasilan mereka.
"Sayang aku lihat handphone kamu pecah ya," ucap Vivy.
"Iya sayang layar nya pecah, aku tidak tau kenapa bisa pecah. Seperti nya tertekan lama saat di kantong celana," kata Richard.
"Oke sayang, nanti aku belikan yang baru," ucap Vivy.
"Jangan pakai uang tabungan kamu. Nanti saja setelah aku gajian."
"Sayang aku juga baru gajian, kita kan membuat konten," ucap Vivy.
Richard mengurutkan darinya, dirinya menganggap remeh hasil dari konten mereka berdua. Ia tidak tahu jika hasil konten yang mereka buat bahkan lebih besar dari gajinya sendiri.
__ADS_1
"Emangnya gaji kamu berapa? Sudah buat jajan kamu saja di sini, jangan sombong kamu ya."
"Lah yang sombong itu kamu bukan aku, kalau kamu tahu berapa gaji kita dari konten pasti kamu terkejut." Vivy membuka handphone yang untuk menunjukkan berapa gaji hari ini yang masuk.
"Coba kamu lihat ini? Berapa nominalnya apakah lebih besar dari kecil kamu." Vivy menaikan satu alisnya.
Mata Richard terbelalak melihat jumlah gaji yang ada di handphone Vivy. Gaji dua kali empat hari di kantor, dirinya heran mengapa dengan mudahnya mendapatkan uang sebanyak itu.
"Ini gaji kamu satu bulan atau selama beberapa bulan? Kenapa bisa sebanyak ini?" Richard mengerutkan dahinya.
"Terus bagian ku mana? Kan aku sangat berkontribusi dalam konten kamu."
"Oh gitu sayang kamu perhitungan dengan istri kamu sendiri, kalau begitu ya sudah nanti aku bagi dua," kata Vivy.
__ADS_1
"Tidak tidak aku bercanda, ya sudah uangnya kamu simpan saja kamu gunakan juga untuk hal-hal yang berguna jangan mudah kalian tidak berguna. Aku sangat senang mempunyai istri yang bisa membantu suaminya mencari nafkah."
"Kamu sendiri bisa mengerjakan pekerjaan yang seharusnya aku yang mengerjakan, ini balasan untuk kamu nanti kalau kamu sudah lebih banyak lagi aku akan memberikan sesuatu yang luar biasa untuk kamu," ucap Vivy.
Richard tersenyum sambil mengusap wajah Vivy, ia semakin bangga mempunyai istri seperti Vivy. Ia berjanji pada diri nya sendiri untuk terus membahagiakan Vivy sampai kapan pun itu.
Setelah selesai makan mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kota, seperti yang Vivy katakan tadi. Ia akan membelikan sang suami Handphone baru sebagai hadiah terima kasih nya pada sang suami yang mau membuat konten dengan nya.
"Sayang kamu bebas membeli apa saja yang kamu mau," ucap Vivy .
"Tidak mau, aku tidak suka memakai uang istri ku," kata Richard.
"Ini uang kamu juga sayang. Sudah jangan seperti ini, kita sedikit bersenang-senang malam ini, jangan terlalu berhemat," ucap Vivy.
__ADS_1
Terkadang terlalu berhemat juga tidak begitu baik, sedikit menghamburkan uang untuk kesenangan sendiri tidak ada masalah, asalkan semuanya masih dalam batas aman.
Mereka berdua masuk ke dalam sebuah toko handphone. Vivy membelikan Richard Handphone keluaran terbaru yang harganya puluhan juta, kalau tidak begini Richard tidak akan mengganti handphone nya.