Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Proyek baru


__ADS_3

"Berani dia pada istriku ya, apa tidak tahu siapa suami dari wanita yang mereka tidak sukai."


"Hahaha emang kenapa kalau mereka tahu, kamu akan mengajar mereka sudah pasti tidak bisa kan, jangan banyak bergaya sayang," ucap Vivy.


"Hehehe kamu benar, walaupun mereka tahu juga percuma saja. Ingat saja kata-kataku ya jangan pedulikan orang yang tidak suka kamu, dari 10 orang yang tidak suka dengan kamu ada ratusan orang yang menyukaimu, pro dan kontra dalam sebuah kehidupan itu adalah hal yang normal, fokus pada pro nya mereka lebih layak kamu perhatikan daripada kontranya, selagi kita tidak merugikan orang lain dan apa yang orang lain katakan itu tidak benar. Jangan dengarkan apa yang orang lain katakan, yang tahu diri kamu sendiri ya kamu bukan orang lain," kata Richard.


"Nah benar aku juga sudah mendapatkan support dan hal seperti itu dari Reni, aku ingin izin juga pada kamu setengah tahun lagi aku akan mengambil sebuah proyek film, tidak terlalu besar tetapi cukup untuk popularitasku kembali, kamu doakan aku ya semua prosesnya berjalan dengan baik," kata Vivy.


"Asal kamu tahu sayang aku selalu mendoakanmu di setiap langkahku, aku yakin kau yang film terbaru kamu menjadi awal kebangkitan kamu, semangat sayang aku akan mendukungmu apapun yang kamu lakukan selagi semuanya baik," ucap Richard.


Setelah mendapatkan dukungan dari suaminya, Vivy langsung melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami, ingin rasanya ia merasakan langsung pentungan sakti milik Richard, sayangnya ia harus menunggu selama beberapa bulan lagi.


***


Pagi harinya, pagi ini Vivy tidak mengambil job apapun. Dirinya lebih memilih membersihkan kamar dan beberapa tempat di rumah ini daripada mengambil pekerjaan yang sempat ditawarkan, iya tidak mengambil pekerjaan itu karena rekan artis yang akan bekerja dengannya sangat tidak menyukainya, daripada menimbulkan masalah baru lebih baik menghindar saja, dirinya juga ingin menghabiskan waktu dengan sang anak dan Richard yang kebetulan bisa di video call sepanjang waktu.


"Mamah mu tidak bekerja sayang? Katakan pada mama mama harus bekerja agar aku bisa membeli susu," ucap Richard.


"Jangan dengarkan ayahmu, dia sesat sayang," ujar Vivy.

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu bersih-bersih sih, bukannya kamu itu paling tidak suka yang membersihkan hal-hal seperti ini."


"Itu kan dulu sayang, Sekarang aku sudah berubah, aku sudah mau membersihkan hal-hal seperti ini, kalau tidak aku yang bergerak mau siapa lagi," kata Vivy.


"Ya kamu bisa meminta pelayan, kalau kamu membersihkan nanti kamu lelah, aku saja tidak pernah meminta kamu untuk melakukan hal seperti ini."


"Aku harus berubah sayang, tidak bisa seperti waktu itu, kalau aku seperti itu terus bagaimana aku bisa memberikan pendidikan baik pada anak kita nanti," kata Vivy.


Richard tersenyum mendengar apa yang Vivy katakan, ternyata Vivy sudah jauh berubah dari sebelumnya. Kalau begini caranya ia ingin segera pulang ke rumah agar bisa melihat langsung perubahan yang alami.


"Sayang sudah kuliah aku ingin ke kamar mandi, tidak mungkin kan aku video call kamu sambil buang air besar," ucap Richard.


Sambungan telepon itu pun terputus, Vivy langsung membawa anaknya masuk ke dalam kamar mandi, ia sudah selesai membersihkan semuanya waktunya untuk membersihkan diri dan setelah itu bersantai.


Sambil mandi Vivy memikirkan konten apa yang harus ia upload di YouTube, beberapa waktu lalu ia sudah membuat konten vlog saat syuting beberapa program televisi, tetapi kalau hanya membuat konten seperti itu tidak akan lama dan tidak akan banyak menarik perhatian penonton, penonton sangat suka sekali dengan konten memasak suaminya tetapi stok konten itu sudah habis beberapa bulan lalu, dirinya tidak bisa melanjutkan konten itu karena Richard belum kembali ke rumah.


"Padahal YouTube ku mendapatkan banyak uang karena konten dari suamiku, aku tidak bisa memasak tidak mungkin aku membuat konten memasak. Apa aku membuat film pendek saja ya, sebelumnya juga film pendek yang aku buat dengan Richard mendapatkan penonton yang banyak, ya walaupun tidak bersama dengan Richard lagi aku bisa meminta beberapa artis muda di agensi untuk berperan sebagai pemeran utama," ucap Vivy.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian, Vivy memutuskan untuk ke kantor tempat Reni berada. Dirinya masih ada di bawah naungan agensi itu, ia bisa meminta beberapa artis muda untuk membantunya mengerjakan konten ini. Hitung-hitung sebagai latihan dirinya sebagai seorang produser dan sutradara, Vivy berharap agensi bisa memberikan beberapa artis kepadanya.

__ADS_1


"Tumben sekali kamu datang, ada apa biasanya kalau mau ke sini menghubungiku dulu."


"Kamu tahu kan aku sedang bingung mengurus konten, aku tidak tahu harus membuat konten apa yang menarik perhatian penonton di akun YouTube ku. Setelah aku pikir dan aku riset sepertinya aku ingin membuat film pendek atau sejenis drama pendek," kata Vivy.


"Oh yang seperti dengan Richard itu ya."


"Nah ya kamu benar, tapi kan Richard sedang tidak ada di sini, aku juga ingin melatih kemampuan ku sebagai seorang sutradara dan produser, jadi aku ingin meminjam artis dari agensi kita, tidak berarti besar kok artis pendatang baru juga tidak masalah atau yang belum terjun ke dunia akting, yang terpenting bisa akting," ucap Vivy.


"Terus mau syuting dimana," tanya Reni.


"Ada dua tempat, pertama sudah pasti rumahku yang cocok dipakai untuk syuting drama, kedua villa tempat biasanya aku liburan, disana keren sekali dan sangat cocok untuk dijadikan tempat syuting. Bagaimana kamu bisa membantuku tidak."


"Apa pernah aku berkata tidak bisa membantumu, sudah pasti aku akan membantumu, kalau membuat drama panas seperti itu sudah pasti memerlukan 6 sampai 10 orang, dari pemeran utama sampai ke cameo, dua atau tiga pemeran utama kamu bisa casting mereka, untuk cameonya nanti aku pilih random," ucap Reni.


"Sekarang bisa tidak, kebetulan aku mempunyai satu naskah yang belum sempat aku kerjakan bersama dengan Richard dan anakku juga senang bersama dengan nenek kakeknya, jadi aku banyak waktu untuk memulainya," kata Vivy.


"Ya sudah kita ke ruang casting saja, nanti aku panggil mereka dan kamu casting dengan benar ya, tapi ingat kamu harus tetap memberikan gaji mereka, jangan tidak di gaji mereka butuh uang juga."


"Hahaha itu sudah pasti kok, aku akan meluncurkan dana cukup besar untuk proyek ini, aku tidak peduli nanti untung atau tidak yang terpenting aku bisa mewujudkan apa yang aku inginkan," ucap Vivy.

__ADS_1


__ADS_2