
Tanpa mengatakan apapun Mario berjalan pergi meninggalkan Richard, Richard sendiri masih kebingungan kenapa Mario sempat berpikir seperti itu padanya. Dirinya tidak mungkin berani dituduhkan oleh Mario, ia dengan Vivy sangat jauh berbeda dalam hal apapun.
"Aneh, apa dia suka dengan Vivy." Richard yang tidak mau ambil pusing memilih melanjutkan perjalanan nya.
****
Beberapa hari pun berlalu, sejauh ini syuting berjalan dengan sangat lancar, tidak ada masalah yang membuat mereka dapat menyelesaikan syuting di tempat pertama ini dengan baik.
Karena di lokasi itu sudah selesai, hari mereka akan pindah ke tempat kedua di negara yang berbeda, lokasi kali ini lokasi yang sebelumnya sempat digunakan untuk berperang. Hal itu membuat Richard cukup khawatir, takutnya masih ada beberapa peninggalan benda perang yang masih aktif.
Tetapi Richard yakin sebelum memutuskan tempat ini pasti semuanya dipikirkan dengan baik, mereka tidak mungkin mengambil resiko yang besar terhadap artis dan crew yang sedang bertugas.
Perjalanan kali ini hanya menggunakan mobil saja, seperti biasanya Richard membawa mobil yang dinaiki oleh Angel dan Vivy. Vivy selalu nyaman jika Richard yang membawa mobil, apalagi tempat setelah ini terbilang cukup berbahaya, ia benar-benar bersama orang yang tepat.
"Richard Jika masih ada bom bagaimana? Aku tidak mau ya saat syuting tiba-tiba ada meledak."
"Nona apa yang anda bicarakan, nona membuat aku takut loh," ujar Angel.
Richard hanya tersenyum melihat dua orang di belakangnya, Entah kenapa mereka berdua terlihat sangat serasi sekali, Vivy benar-benar pintar dalam memilih tim nya. Dari asisten, manager, sampai dengan pengawal semuanya terlihat begitu pas.
"Kenapa kamu tersenyum? Apa tidak ada masalah atau memang ada masalah?"
"Sebenarnya saya cukup khawatir nona dan crew yang lainnya syuting di tempat yang kedua ini. Tetapi saya yakin sebelum menentukan tempat ini mereka sudah meninjau ulang dan memastikan semuanya aman dan terkendali, mereka tidak akan mungkin membahayakan kita semua. Dan Nona tenang saja saya dengan segenap kemampuan saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melindungi semua orang," ucap Richard.
"Semua orang untuk apa semua orang, kamu kan dibayar untuk melindungi aku dan Angel. Jadi cukup lindungi aku dan Angel saja, tidak perlu khawatir semua orang, mereka bisa melindungi diri mereka masing-masing dan mereka juga membawa Bodyguard mereka masing-masing."
"Richard jangan diambil hati lelah kita ini memang sangat posesif terhadap orang di sekitarnya, dia tidak mau kehilangan kita," ujar Angel.
"Hahaha kamu bisa saja Angel, sebenarnya tidak masalah aku kehilanganmu asalkan aku tidak kehilangan Richard, sekarang yang sangat penting untukku kau tidak ada dia aku dalam bahaya."
"Sial manis hilang sepah dibuang," ucap Angel.
"Nona bagaimana dengan Mario? Dia semakin terlihat tampan saja ya."
"Dia sudah banyak berubah tidak terlalu galak lagi seperti sebelumnya. Kamu jangan macam-macam dengannya sepertinya dia sudah mempunyai pacar, berapa kali aku melihat dia fokus dengan handphonenya sambil tersenyum sendiri," ucap Angel.
"Angel bagaimana rasanya sakit tidak? Itulah pentingnya Jangan berharap yang berlebihan pada hal yang tidak pasti, kan saya sudah pernah mengatakannya," ujar Richard.
"Sejak kapan kalau sedekat ini? Aku jadi iri." Vivy memperhatikan mereka berdua, takutnya ada something di antara mereka berdua yang tidak ia ketahui.
"Kami tidak dekat nona, ya kami seperti teman biasa saja, aku tidak mau dekat dengan tentara aktif seperti Richard, kalau misalkan kami menikah aku akan ditinggalkan terus olehnya. Lagi pula dia akan bertugas tempat-tempat yang berbahaya, yang ada setiap hari aku akan stress memikirkannya."
Vivy hampir tertawa mendengar apa yang angel katakan, Angel berbicara terlalu jauh dan terlalu percaya diri. Ia yakin juga pasti Richard memiliki selera tersendiri, dan sepertinya Angel bukan selera Richard.
"Sudah sudah kamu terlalu banyak membual, aku ingin istirahat telah sampai jangan lupa bangunkan aku," ucap Vivy.
Perjalanan dari lokasi sebelumnya ke lokasi yang sekarang memerlukan waktu sekitar 4 jam lamanya, tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat. Beruntung tidak ada kendala yang membuat mereka dapat sampai sesuai dengan perkiraan, sebelum benar-benar sampai di lokasi kedua cerita selalu memperhatikan ke sekelilingnya, ia benar-benar mewaspadai tempat ini karena sepertinya tempat ini cukup berbahaya.
"Angel bisa bangunkan nona, sebentar lagi akan sampai."
"Kamu tahu dari mana kan kita tidak tahu tempatnya tepat berada di mana," tanya Angel.
Tanpa mengatakan apapun Richard menuju ke arah Maps. Hal itu membuat Angel tersenyum malu, segera Angel pun membangunkan tuan putrinya.
__ADS_1
"Hmmm apa sudah sampai," tanya Vivy.
"Sampai ke mana nona?"
"Ya ke tempat selanjutnya lah tidak mungkin karena kita sampai ke rumah," ucap Vivy.
"Hehehe saya hanya mengetes nona, Nona sudah benar-benar bangun atau belum ternyata sudah benar-benar," ujar Angel.
"Bagaimana Richard atau menurutmu tempat ini bahaya, sepertinya tidak ya." Vivy memperhatikan sekelilingnya, tempat ini jauh lebih bagus dari yang ia bayangkan.
"Sudah pasti tidak berbahaya, kita sudah melewati tempat-tempat yang menurut saya berbahaya. Dan diberi tanda kok kalau tempat itu berbahaya, memang tidak sembarangan agar tidak ada jiwa," jawab Richard.
"Syukurlah aku sangat tenang mendengarnya. Aku jadi bisa syuting dengan tenang tanpa memikirkan apapun selain naskah.".
"Memang salah seperti itu nona, nona tidak perlu memikirkan hal apapun selain naskah, biar aku dengan Richard yang memikirkannya oke," ujar Angel.
"Kau bisa saja, Biasanya sih kalau seperti ini nanti setelah pulang syuting ada yang diinginkan," kata Vivy.
"Heheheh.. Nona tau saja." Angel kembali tersenyum malu.
Mereka pun sampai di lokasi kedua, saat sampai di sana tidak seperti sebelumnya proses pemasangan tenda masih berlangsung. Hal itu membuat mereka harus menunggu lebih lama lagi di dalam mobil sampai proses selesai, dari semuanya sudah dilewati Richard sangat yakin jika film ini mengeluarkan budget yang sangat besar. Untuk mempersiapkan akomodasi saja pasti sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit.
Saat ini Richard dengan Vivy sedang berada di mobil berdua, Angel sudah turun sejak tadi untuk mempersilahkan keperluan syuting Vivy. Keduanya terlihat sedang sibuk dengan handphone masing-masing, tidak ada yang berbicara sampai Richard membuka obrolan pertama.
"Saya boleh bertanya nona?"
"Bertanya tentang apa? tanyakan saja," ucap Vivy sambil meletakkan handphone nya, jarang-jarang Richard memulai obrolan terlebih dahulu padanya.
"Apa membuat film seperti ini pasti untung? Saya yakin pasti membuat film begini mengeluarkan budget yang tidak sedikit, kalau tidak sesuai target bagaimana?"
Saat sedang asyik asyiknya berbicara dengan Richard tiba-tiba handphone Vivy berbunyi, Ia mendapatkan panggilan dari Reni sang Manager. Segera Vivy pun mengangkat panggilan itu.
"Ada apa tumben sekali kamu menghubungi ke sana seperti ini," ucap Vivy.
"Coba kamu lihat trending Twitter."
"Ada apa? Sepertinya aku tidak melakukan aktivitas apa-apa kenapa aku jadi trending lagi," ucap Vivy.
"Kamu sudah melakukan aktivitas syuting Vivy, beberapa hari lalu kamu juga sudah trending kamu syuting dengan Mario, tetapi trending Twitter kali ini berbeda coba kamu lihat sendiri," kata Reni.
Karena penasaran Vivy pun langsung mau buka apa yang Reni katakan, Vivy terkejut melihat nama nya trending dengan hashtag Vivy bersama pria tampan. Vivy masih berpikir positif thinking, ia pikir pria tampan yang dimaksud itu Mario atau cast yang lainnya. Saat membuka hastag itu ia lebih terkejut lagi karena pria yang di maksud adalah Richard, foto Richard dan dirinya terbesar luas di Twitter.
"Ha bagaimana bisa? Mana foto-foto itu saat aku sedang berdua dengan Richard lagi, pasti mereka berpikir aku dengan Richard memiliki hubungan. Aku takut hal ini membuat Chemistry dengan Mario terganggu."
"Tenang tenang, aku sudah meminta orang untuk menghapus hastag itu. Aku juga sudah membuat penjelasan jika Richard hanya bodyguard mu, semoga tidak menjadi masalah. Kamu harus membuat nama kamu dengan Mario kembali naik untuk menutupi trending itu," ucap Reni.
"Ahh kamu memang manager terbaik ku, kamu selalu ada solusi di balik semua masalah ku." Vivy dapat bernafas dengan lega.
Panggilan itu pun terputus, segera Vivy memberitahu Richard apa yang sedang terjadi. Dari wajah ekspresi wajah Richard, ia terlihat begitu penasaran.
"Apa yang terjadi Nona apa ada masalah?"
"Baru aku ingin menjelaskannya padamu, kamu sudah bertanya terlebih dahulu pada ku. Mungkin ada beberapa orang yang sengaja menyebar foto kita berdua saat sedang bersama, Hal itu membuat media sosial gempar karena aku sebelumnya memang tidak pernah dekat dengan pria manapun kecuali lawan main ku di sebuah film, karena itu dapat membahayakan film ini jadinya hastag itu dihapus dan aku harus menenggelamkan berita itu. Maaf ya karena aku kamu jadi terekspos di media sosial," ucap Vivy.
__ADS_1
"Apa ini tidak jadi masalah nona? Maafkan saya nona saya akan lebih berhati-hati lagi."
"Tidak tidak papa, jangan merasa bersalah. Aku turun dulu ya, ada hal yang harus aku lakukan." Vivy memakai kaca maca matanya sambil berjalan turun dari dalam mobil.
Ia berjalan mendekati Mario yang sedang duduk sendiri di sebuah tempat. Ia berharap Mario tidak marah dan mengerti apa yang ia ingin lakukan, ini sangat penting agar film mereka berdua tidak mendapatkan masalah.
"Hey aku ingin berfoto dengan mu," ucap Vivy.
"Masalah kan? Sudah aku katakan jangan dekat dekat dengan nya," kata Mario yang sudah tau masalah itu.
"Iya maaf, ayo bantu aku." Vivy duduk di samping Mario. Ia mengeluarkan handphone nya untuk berfoto bersama.
Mereka berdua berfoto dengan gaya yang mesra, bahkan Mario sempat mencium wajah Vivy. Vivy cukup terkejut akan hal itu, tetapi ia berusaha untuk tetap profesional dan mengambil foto dengan gaya itu.
"Kirim," ucap Mario.
Segera Vivy mengirimkan foto foto itu pada Mario, setelah itu mereka berdua memposting nya secara bersamaan.
Di dalam mobil Richard melihat semua itu, ternyata kehidupan artis tidak ia bayangkan. Untuk menutupi rumor atau kasus mereka harus melakukan hal yang sebenarnya tidak mereka sukai. Seperti apa yang dilakukan Vivy sekarang, Richard jadi lebih bersyukur dengan apa yang ia dapat sekarang, ia bekerja sesuai dengan keinginan nya ya walaupun taruhannya nyawa sendiri.
Karena proses memasang tenda sudah selesai mereka semua bisa masuk ke dalam tenda masing-masing, mereka diberikan waktu istirahat beberapa jam karena sore ini mereka akan langsung syuting, syuting kali ini akan lebih berat. Vivy benar-benar mempersiapkan energi nya dengan baik.
Sore hari nya, proses syuting pun di mulai, awalnya semua berjalan dengan lancar tanpa ada masalah. Tapi di tengah-tengah syuting Vivy selalu melakukan kesalahan dalam adegan yang sangat sulit, hal itu membuat Mario kesal, sambil marah ia pergi meninggalkan tempat itu.
"Kau bodoh, bagaimana dia bisa jadi pemeran utama," ucap Mario.
Vivy hanya bisa menundukkan kepala nya, ia sangat malu sekali, apalagi Mario marah pada nya di depan banyak orang.
"Oke untuk syuting kali ini kita tunda sampai besok Vivy banyak berlatih, jangan membuat kesalahan yang sama."
"Baik, maafkan aku." Sambil menundukkan kepala nya Vivy berjalan mendekati Angel.
Dari kejauhan Richard melihat semua itu, dirinya sangat kasihan dengan Vivy, padahal menurut nya itu bukan kesalahan Vivy. Seharusnya merekaa melakukan latihan di dulu sebelum syuting dimulai, karena memang adegan yang dilakukan sangat sulit. Walaupun begitu Richard memutuskan untuk tidak mendekati Vivy, ia ingin memberikan Vivy waktu agar bisa lebih tenang.
Malam harinya terlihat berlatih begitu kerasnya, ia selalu mencoba nya tetapi selalu gagal. Hal itu membuat Vivy stres dan merasa down, Angel yang melihat itu langsung menghampiri Richard, ia meminta Richard untuk segera membantu tuan putrinya.
"Tidak papa aku asal masuk ke dalam," tanya Richard, ia tidak mau terkena masalah seperti tadi siang.
"Tidak papa, aman kok."
Richard pun berjalan masuk ke dalam tenda itu, ia melihat Vivy sedang berlatih dengan sangat giat. Mau sampai kapan mu Vivy berlatih, jika tidak ada yang mengajari nya cara yang benar, Vivy tidak akan bisa.
"Kamu akan lelah jika seperti itu," ucap Richard.
"Richard.. Kamu sejak kapan di situ," tanya Vivy.
"Barusan, kan sudah saya katakan, jika perlu bantuan katakan pada saya," jawab Richard.
"Aku tidak ingin mengganggu kamu, aku takut kamu risih karena kejadian tadi siang. Saat aku syuting saja kamu tidak ada," kata Vivy.
Richard berjalannya mendekati Vivy, ia sama sekali tidak risih, ia hanya takut Vivy kembali terkena rumor yang tidak baik kalau dekat dekat dengan dirinya.
"Berlatih dengan saya," ucap Richard.
__ADS_1
Mata Vivy tertuju pada wajah Richard yang terlihat berbeda dari biasanya, entah apa yang beberapa Vivy tidak tau. Rasanya ia tidak seperti melihat Richard yang biasanya.
"Aku kenapa ya, tidak tidak jangan melihat orang lain berbeda dari biasanya," batin Vivy sambil menggelengkan kepala nya.