Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Setelah beberapa bulan


__ADS_3

Tanpa terasa waktu cepat berlalu, 2 bulan setelah kepulangan Vivy ke tanah air, Vivy sudah mulai terbiasa jauh dari Richard. Awal-awal memang terasa sangat berat sekali, bahkan satu bulan awal Vivy sempat stress, hal itu membuat asi sedikit terhambat, beruntungnya dari orang-orang terdekat Vivy selalu memberikan dukungan yang luar biasa pada Vivy, sehingga Vivy dapat melalui masa setelah itu dengan cukup baik.


Sudah hampir 3 minggu Richard tidak memberikan kabar, terakhir kali mereka video call Richard memberitahu Vivy jika ia akan tugas di tempat yang sulit jaringan, karena memang itu tugas Vivy tidak bisa melarangnya, Vivy hanya berpesan pada Richard untuk selalu menjaga dirinya dengan baik, ia tidak mau terjadi apa-apa pada sang suami.


Saat ini anak mereka berdua sudah semakin menggemaskan saja, pipinya semakin cabi, tubuhnya semakin gembul, dan wajahnya yang semakin mirip dengan Richard. Hal itu membuat Vivy tidak perlu repot-repot melihat foto Richard jika ia merindukan suaminya, ada sang anak yang selalu mengingatkannya pada Richard.


"Sayang seharusnya ayahmu sudah menghubungi Mama kembali, kenapa sampai sekarang belum ada kabar dari ayahmu ya. Mama cukup khawatir dengan ayahnya, semoga saja dia baik-baik saja ya," ucap Vivy.


Baru saja Vivy berkata handphone yang ada di sampingnya berdering,terlihat panggilan dari sang suami yang sudah sangat ia tunggu. Segera Vivy mengangkat panggilan video call itu, kemungkinan besar sudah kembali sehingga bisa menghubunginya.


"Sayang kenapa kamu lama sekali sih menghubungiku.."


"Baru saja aku hubungi sudah kena repet saja, maafkan aku sayang sore ini aku baru kembali dan sekarang aku baru sempat memegang handphone. Bagaimana kabar kamu dan anak kita semuanya baik-baik saja kan?"


"Kami berdua sangat baik, bagaimana dengan kamu," tanya Vivy.


"Aku sedang sedikit pusing sayang, kemungkinan aku kelelahan."


"Kelelahan atau karena sudah lama tidak mendapatkan jatah," tanya Vivy.


Richard tersenyum menengah pertanyaan dari Vivy, sebenarnya apa yang dikatakan Vivy juga benar, sebelumnya iya LDR dengan Vivi sebelum mereka menikah, jadi dia tidak pernah berpikir ke arah sana, berbeda dengan sekarang biasanya setiap hari tanpa jatah sekarang sudah berbulan-bulan dia tidak mendapatkan kepuasan batin.

__ADS_1


"Kenapa? Pasti bener kenapa ya aku katakan."


"Yah begitulah, beruntungnya sebelum kamu pulang kemarin aku sudah mendapatkan service, walaupun belum bisa aku pakai karena kamu masih nifas setidaknya aku masih sempat merasakan servis dari kamu," ucap Richard.


"Sekarang masa nifas ku sudah selesai, sini ayo sini aku servis kembali."


"Sayang jangan menggodaku, kamu tahu kan aku sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan jatah," ucap Richard dengan wajah yang menahan sesuatu.


"Hahaha ya sudah sayang gunakan saja tanganmu, kamu kan mempunyai tangan yang bisa kamu gunakan."


"Bantu aku dong, ya sedikit berikan aku fantasi," ucap Richard.


"Tidak mau ada anak kita di sampingku, kamu tidak ingin melihatnya dia sedang bangun nih."


Segera Vivy mengarahkan kamera handphonenya ke arah Chris yang tengah berbaring di samping Vivy. Richard langsung tersenyum melihat sang anak yang semakin mirip saja dengannya, Padahal mereka sangat jauh tetapi tidak wajah Chris semakin mirip dengannya.


"Wah wah dia sangat mirip denganku sayang, tetapi pipinya terlihat semakin gembul, aku ingin sekali menggendongnya sayang," ucap Richard.


"Sabar sayang, kamu kan masih bekerja fokus saja dengan pekerjaan kamu, anak ini aman bersama ku kok. Mungkin kamu menganggap kehilangan momen-momen penting pertumbuhan Chris nanti, tetapi percayalah semua itu akan terbayarkan saat kamu bertemu dengannya nanti," kata Vivy.


"Aku minta kamu selalu update tentang perkembangan dia ya, nanti kirimkan ke aku walaupun aku mungkin tidak bisa langsung melihatnya, aku akan melihatnya saat ada waktu dan video itulah yang akan mengusir kerinduanku padanya. Sekarang tolong bantu aku sayang, dia tidak tahu apa-apa sayang," ucap Richard sambil mengedipkan satu matanya.

__ADS_1


Vivy paham apa yang Richard maksud, Vivy tidak masalah membantu sang suami untuk memuaskan hasratnya dari kejauhan, takutnya sang suami jajan malah sembarangan di luar.


Setelah selesai membantu sang suami panggilan video call itupun terputus, suaminya sudah lemas dan tertidur dengan cepat. Berbeda dengan Vivy yang panas dingin melihat tongkat Richard yang tidak bisa ia gapai.


"Sial kalau pergi anak sekali langsung menggunakan tangan, kalau wanita harus apa?? Memang pria mau enaknya saja," ucap Vivy.


Vivy melanjutkan kegiatan dengan membersihkan kamar ini, dirinya tidak mau malas-malasan agar berat badannya bisa semakin turun. Sudah 2 bulan tetapi ia belum sampai ke berat badan ideal, sampai sekarang Vivy hanya mengupload konten-konten lama yang sudah ia buat dengan Richard, itupun satu sampai dua minggu sekali berbeda dengan biasanya yang setiap 3 hari sekali pasti Vivy mengupload video baru.


Vivy belum percaya diri menunjukkan tubuhnya di depan kamera, sampai sekarang juga ia masih sembunyi-sembunyi kalau ingin keluar rumah. Takutnya ada orang yang mengenalinya atau media yang kebetulan bertemu dengannya, kalau melihat antusias konten yang selalu ramai Vivy yakin penggemarnya juga masih menunggu dirinya kembali di dunia hiburan.


Saat sedang asyik membersihkan kamar tiba-tiba Reni datang masuk ke dalam kamar, hal itu cukup mengejutkan Vivy


karena mereka berdua tidak ada janjian.


"Kenapa kamu tiba-tiba datang? Sumpah kamu mengejutkanku aku pikir siapa yang datang."


"Hahaha aku sengaja datang untuk mengejutkanmu, hari ini aku tidak ada pekerjaan jadi aku memutuskan untuk ke rumahmu saja. Aku letakan dulu anakku di samping anak mu ya." Reni meletakkan anaknya di samping anak Vivy yang tengah tertidur.


"Aku mempunyai kabar baik untukmu, sudah ada sutradara yang menanyakan kabarmu, tak ingin kamu bermain film lagi karena kasus mu sudah tenggelam," ucap Reni.


"Sayangnya aku belum mendapatkan izin untuk bermain film lagi, aku juga belum percaya diri untuk tampil kembali ke publik. Untuk membuat konten video saja aku belum melakukannya, tubuhku masih jauh dari kata ideal," kata Vivy.

__ADS_1


"Yang terpenting kamu tahu dulu bagaimana jalan ceritanya, terus siapa produser dan sutradaranya, siapa pemainnya, jangan sampai kamu salah mendapatkan lawan main. Lagi pula jika kamu menerima tawaran itu sekarang kamu tidak syuting kok, kamu akan berjalan sekitar 1 sampai 1 tahun setengah ke depan," ucap Reni.


"Untuk film aku tidak mau dulu deh, nanti saja setelah Richa kembali. Tapi untuk acara televisi kemungkinan aku masih bisa mengambilnya, tetapi juga tidak sekarang nanti kalau tubuh sudah kembali ideal baru aku mengambil acara televisi," kata Vivy.


__ADS_2