
Hari yang Vivy tunggu telah tiba, hari ini ia akan dijemput langsung oleh sang pujaan hati, sejak selesai syuting tadi Vivy sudah memberikan Richard kabar, ia sudah siap untuk pergi.
Sebelum Richard datang, Vivy memutuskan untuk mandi agar dirinya tidak bau asem, ia juga memakai pakaian terbaiknya dan tak lupa parfum andalan nya yang dapat membuatmu pria betah dekat dengan nya.
Richard sudah sampai di lokasi aktivasi syuting Vivy, ia berjalan keluar dari dalam mobil untuk menjemput Vivy di tenda nya. Tetapi sebelum ia sampai di tenda itu Richard di hadang oleh Mario, Mario sendiri sebenarnya terkejut melihat Ricard ada di tempat ini.
"Kamu," ucap Mario.
"Iya tuan, ada apa," tanya Richard.
"Kamu mau menjemput Vivy," tanya Mario.
"Iya benar sekali, saya ingin menjemput nona Vivy. Nona mempunyai acara di kota karena saya bodyguard nya saya wajib mengantarkan nya."
"Aku saja, kamu bisa kembali ke tempat mu," ucap Mario.
"Wah tidak bisa, saya tidak bisa meningkatkan kewajiban dan tanggung jawab saya, kalau misal tuan memaksa tuan bisa minta nona Vivy untuk memilih," kata Richard.
"Ada apa ini, Richard kenapa kamu di sini, bukan nya kamu aku minta untuk menjemput ku," ucap Vivy yang datang dari arah belakang mereka.
"Vivy kamu mau ke kota? Kenapa tidak dengan ku saja," tanya Mario.
"Mario kamu kan masih ada syuting sampai sore, aku ke kota juga ada keperluan penting. Aku meminta Richard untuk mengantarkan karena dia bodyguard ku, aku akan aman dengannya. Ya sudah ya, aku pergi semangat syuting nya." Vivy memberikan kode pada Richard agar segera berjalan menjauhi Mario.
"Permisi." Richard pun mengikuti langkah kaki Vivy.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil yang Richard bawa, Vivy cukup terkejut dengan mobil ini, terlihat sangat gagah sekali.
"Mobil siapa ini," tanya Vivy.
"Punya negara," jawab Richard.
"Dia menjengkelkan," ucap Vivy.
"Sedikit," kata Richard.
Richard pun membawa pergi mobil itu, ia mengarahkan mobil itu ke pusat kota yang ada di negara ini.
"Kita mau kota," tanya Vivy.
"Iya, kamu pasti sudah lama tidak ke kota kan," jawab Richard.
"Akhirnya aku akan kembali melihat kota." Vivy memegang tangan Richard yang berada di dekat nya.
Richard tersenyum sambil menggenggam tangan Vivy.
"Aku tidak sampai seminggu lagi akan pulang, aku akan istirahat seminggu juga di apartemen, setelah itu aku langsung promosi film," ucap Vivy.
"Aku akan menonton film kamu," kata Richard.
__ADS_1
"Datang ke premier nya ya, aku akan mengundangmu langsung," ucap Vivy.
"Film apa?"
"Tenang saja, horor kok bukan yang romantis, tidak akan membuat kamu cemburu," ucap Vivy.
"Lah mana mungkin aku cemburu, aku tau itu pekerjaan kamu," kata Richard.
"Yakin? Kalau aku ada adegan c*uman dengan pria lain bagaimana," tanya Vivy.
"Hmmm sedikit cemburu, tapi aku tau yang kamu suka bukan c*uman mereka," jawab Richard.
"Terus siapa," tanya Vivy.
Richard menunjuk bibirnya.
"Bisa saja buaya jantan satu ini," ucap Vivy.
"Aku pernah melihat film romantis kamu," kata Richard.
"Serius? Terus bagaimana akting ku, kamu suka?"
"Waktu itu aku sih suka saja, tapi kalau sekarang aku nonton aku akan berkata aku tidak suka. Terlalu banyak adegan romantis," ucap Richard.
"Hahaha kamu nonton yang mana"
"Oh itu, itu memang seperti itu.. Itu juga film yang mendapatkan jumlah penonton terbanyak, dan ternyata salah satu nya ada kamu," kata Vivy.
Perjalanan dari lokasi syuting Vivy ke kota terdekat mereka hanya memerlukan waktu 1 jam perjalanan. Tidak begitu jauh, apalagi saat bersama dengan seseorang yang dicintai.
"Sampai, kamu mau kemana dulu," tanya Richard..
"Ih kamu mah, kan kamu yang mengajak ku, kok kamu bertanya mau kemana dulu," jawab Vivy.
"Hehehe sebenarnya aku tidak mempunyai tujuan pasti, kamu sudah makan? Kita makan dulu yuk," ucap Richard.
"Ayo aku juga lapar."
Rasa menghentikan mobil nya di sebuah restoran, beberapa kali ia pernah berada di kota ini jadi Richard tidak bingung. Ia juga sudah mempersiapkan uang negara ini, kalau tidak mereka tidak akan bisa makan.
"Richard aku tidak mempunyai uang," ucap Vivy.
"Aku yang mengajakmu, aku juga yang akan membayarnya." Richard membuka pintu mobil nya, ia mempersilahkan Vivy untuk turun dari dalam mobil.
Vivy turun dari dalam mobil sambil menggapai tangan Richard, mobil yang Richard bawa terlalu tinggi untuk nya.
"Ayo," ucap Vivy.
"Iya sayang ayo…"
__ADS_1
Hati Vivy berbunga bunga mendengar Richard memanggil nya dengan sebutan sayang.
Di dalam restoran Vivy meminta Richard untuk memulihkannya makanan yang enak, jujur saja ia tidak tahu makanan yang enak di negara ini.
"Umur kamu berapa sih," tanya Vivy.
"26," jawab Richard.
"Kita beda satu tahun," kata Vivy.
"Kamu mempunyai niat untuk menikah dalam waktu dekat?"
"Aku ingin menikah, tetapi seperti nya wanita yang aku suka tidak mungkin mau menikah dengan ku, status kami sangat berbeda, lagi pula dia pasti ingin fokus pada dengan karir nya," ucap Richard, hal itu benar-benar menyinggung Vivy.
"Jujur aku memang belum ada kepikiran untuk menikah, tetapi jika ada pria yang benar-benar serius mengajak ku menikah, aku pasti akan memikirkan nya. Dan aku tidak mau digantung, jika serius katakan dengan serius," kata Vivy.
"Vivy status aku tidak memungkinkan untuk kita menjalin hubungan. Aku bisa dekat dengan kamu saja itu sudah membuat ku senang," ucap Richard.
"Aku tidak ada waktu hanya ingin membuat orang senang dan aku tidak pernah memandang status orang lain. Kamu bekerja sebagai tentara, itu benar benar pekerjaan yang keren, yang hebat, aku malah bangga mempunyai pacar dari sana," kata Vivy.
Richard menggenggam tangan Vivy. "Terima kasih," ucap Richard.
Vivy sedikit kesal dengan Richard yang hanya mengatakan Terima kasih. Padahal ia sudah berkata panjang kali lebar.
"Cantik," ucap Richard.
"Cantik siapa cantik?"
"Aku," ucap Richard.
"Kamu itu tampan," kata Vivy.
"Dengan Mario," tanya Richard.
"Hmmm seimbang lah, tapi kamu mempunyai kelebihan dari dia," jawab Vivy.
"Apa??"
"Kamu mampu membuat aku galau memikirkan kamu, membuat hati ku berbunga-bunga, ah kamu lebih lebih lah," ucap Vivy.
"Hanya itu," tanya Richard.
"Kamu tau tidak aku puji," jawab Vivy.
"Hahaha iya makasih ya.. Cantik ku," ucap Richard.
"Richard aku tidak pernah berpikir kamu seperti ini, aku pikir kamu pria yang dingin dan tidak mungkin sampai seperti ini"
"Aku juga heran, kenapa aku bisa seperti ini," kata Richard.
__ADS_1