Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Malam pertama yang sukses.


__ADS_3

Setelah selesai menyelesaikan semuanya, mereka pun dapat terbang meninggalkan tempat itu. Perjalanan akan menempuh waktu sangat lama, sekitar 8 jam lamanya. Dengan waktu yang lama itu bisa mereka gunakan untuk istirahat, Richard dan Vivy ingin mengumpulkan energi dengan sangat baik, setelah sampai rumah nanti mereka akan melanjutkan malam pertama yang gagal.


"Paman Tante.." Adam anak dari Reni dan suaminya berjalan mendekati mereka berdua.


"Kenapa, kamu ingin apa?" Vivy mengusap wajahnya yang menggemaskan.


"Tante mau itu, aku tidak sampai.."


"Mamah kamu tidur ya," tanya Vivy.


"Iya ayah dan mamah tidur di depan, kata mereka aku main dengan Tante dan paman," jawab Adam.


"Seperti nya kita tidak di izinkan untuk istirahat sayang," ujar Richard sambil beranjak dari tempat nya. Ia mengambil apa yang Adam ingnk.


"Terimakasih Paman," ucap Adam.


"Sama sama, sini duduk dengan paman." Richard membawa Adam ke atas pangkuan nya.


"Paman kata mamah paman seorang tentara? Tentara yang keren itu kan?"


"Iya kamu ingin jadi tentara," tanya Richard.


"Tidak mau, aku ingin jadi dokter," jawab Adam.


"Itu juga sangat keren, dulu paman juga ingin jadi dokter tetapi malah jadi tentara," kata Richard.


"Sayang kalau kamu jadi dokter pasien kamu malah ingin lama lama sakit," ujar Vivy.


"Kenapa begitu?"


"Ya mereka terus ingin dekat dokter tampan," ucap Vivy.


"Kamu bisa saja sayang.." Richard menepuk pundak Vivy.


"Hahaha maaf sayang, aku hanya bercanda." Vivy hanya tertawa melihat sang suami yang seperti salah tingkah setelah mendapatkan pujian dari nya.


Setelah perjalanan yang begitu panjang dan membosankan akhirnya mereka dapat mendarat dengan selamat, sebelum berpisah mereka memutuskan untuk makan malam bersama, Reni memesan ruangan VIP di sebuah restoran mewah yang tidak jauh dari bandara.


Beruntung tempat masuk ruang VIP terpisah dari ruang publik, Vivy dengan Richard dapat bernafas dengan lega, mereka berdua tidak perlu sembunyi sembuyi saat masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Vivy kamu sudah dapat jadwal baru," tanya Reni.


"Sudah, aku ada acara akhir tahun, mana di luar kota," ucap Vivy.


"Suami mau sudah masuk kerja kan? Jadi seharusnya tidak ada masalah dong," kata Reni.


"Sayang bagaimana kamu sudah masuk bekerja," tanya Vivy.


"Sudah sayang, tapi biasanya kalau tahun baru diberikan libur dua hari dari tanggal 31 sampai tanggal 1," jawab Richard.


"Tidak tahun baru kok, acaranya tanggal 25," ujar Vivy.


"Nanti kamu lihat lihat lagi, jika ada yang mengganjal cepat tanyakan pada ku," ucap Reni.


"Hmmm dimana Angel, dia tidak terlihat saat pernikahan kita sampai sekarang," tanya Richard.


"Dia sedang pulang kampung, dia tidak bisa ikut ke pernikahan kita kendala paspor, ada masalah di paspor nya," jawab Vivy.


"Oh begitu, pantas saja," ucap Richard.


Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, tanpa menunggu lama lama lagi mereka langsung menyantap semua makanan yang ada.


Pukul 9 malam Richard dan Vivy baru sampai di rumah, ini pertama kalinya mereka akan menginap di rumah ini. Beruntung selama mereka pergi rumah ini mendapatkan perawatan yang sangat baik, sehingga saat mereka akan menempati rumah ini mereka hanya tinggal masuk saja.


"Iya sayang, semua pakaian yang ada di kosan kamu sudah di bawa ke sini," kata .


"Jadi kosan ku kosong?"


"Tidak dong, masih banyak barang barang kamu lainnya," ucap Vivy.


"Mandi dulu setelah itu kita tidur," ujar Richard.


"Yakin mau tidur." Vivy mengalungkan tangannya ke atas leher Richard.


"Pakai pakaian haram yang aku inginkan sayang." Vivy menarik punggung Vivy agar lebih menempel ke tubuh nya.


"Tenang saja, kamu mau warna apa," tanya Vivy.


"Merah dong sayang, aku ingin warna merah," jawab Richard.

__ADS_1


"Siap sayang, imajinasi mu kuat juga ya," ucap Vivy sambil mengedipkan satu mata nya.


Mereka pun masuk ke dalam kamar mandi, keduanya mandi bersama sambil bersenang-senang, bercanda dan tertawa biasa mereka lakukan walaupun sedang berada di dalam kamar mandi.


Richard keluar lebih dulu dari dalam kamar mandi, ia menyiapkan beberapa hal yang perlu untuk di siapkan, ia tidak mau malam ini kembali gagal, ia harus mengeluarkan benih nya walaupun hanya sekali saja.


Richard berbaring di atas tempat tidur dengan hanya menggunakan handuk kimono, ia memainkan Handphone nya selagi menunggu sang istri yang sedang bersiap siap.


Vivy memakai lingerie berwarna merah cerah, tak lupa ia memakai parfum yang sangat wangi agar Richard semakin bersemangat dengan nya. Vivy tersenyum melihat dirinya di depan cermin yang besar, semua yang ada di tubuh nya begitu sempurna. Lengkuk tubuh nya ini yang membuat Richard tergila gila pada nya.


Setelah selesai bersiap siap Vivy berjalan keluar dari dalam ruang ganti, ia mendekati Richard yang sedang fokus dengan handphone nya.


"Sayang letakan handphone kamu." Vivy merangkak naik ke atas tubuh Richard, ia mengambil handphone itu dan meletakkan nya jauh dari mereka berdua.


"Wah seksi." Richard sampai tidak bisa mengatakan apa apa lagi.


Tanpa pikir panjang Richard langsung menyerang Vivy dengan begitu ganasnya. Kali ini ia jauh lebih ganas dari sebelumnya, Richard tidak mau membuang kesempatan besar ini, ia harus dapat menaklukkan Vivy pada malam ini juga.


Pemanasan berlangsung selama 30 menit, Richard memilih pemanasan begitu lama agar Vivy benar benar siap untuk ia gempur. Richard merasa Vivy bukan wanita yang muda sampai ke puncak nya, ia mendengar banyak cerita dari teman teman nya tetapi Vivy sangat berbeda dari pengalaman yang teman teman nya berikan.


"Kamu siap," tanya Richard sambil mengatur nafasnya dengan baik.


Vivy menganggukkan kepala nya, ia sudah sangat siap sekali. Richard yang mendapatkan lampu hijau dari istri nya langsung mengambil posisi yang aman, tak lupa ia memakai pengaman terlebih dahulu. Setelah itu tanpa pikir panjang Richard langsung tancap gas


"Sakit sayang," tanya Richard.


"Tadi sangat sakit, tapi sekarang tidak terlalu," jawab Vivy.


"Sakit.."


"Hmmm sayang.." Vivy mulai merasakan rasa yang luar bias.


Karena Vivy sudah menikmati, tanpa pikir panjang Richard mengeluarkan kemampuannya yang luar biasa, ia mempunyai tenaga yang begitu kuat sekali, jadi Vivy tidak perlu khawatir jika dirinya tidak puas.


"Sayang sayang." Vivy memeluk Richard dengan erat, Tubuhnya bergetar hebat, nafasnya terengah-engah dan darah nya mengalir lebih cepat.


Richard sangat senang akhirnya Vivy sampai ke puncak nya. ia baru tau jika wanita sampai seperti ini.


Pukul 1 malam pertempuran selesai, mereka berdua sama sama tersenyum karena telah berhasil menjalani misi ini, akhirnya setelah beberapa hari menikah keduanya berhasil juga.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Richard.


"Aku juga sangat mencintai mu sayang," ujar Vivy sambil memeluk Richard dengan erat.


__ADS_2