
Kurang lebih satu tahun pun berlalu, tanpa terasa sudah hampir 1 tahun kepergian Richard dari keluarga ini, walaupun sudah sangat lama Vivy masih tidak bisa melupakan orang yang paling ia cintai, dirinya masih menyimpan Richard di dalam hatinya, entah sampai kapan ia akan seperti ini Vivy tidak tahu akan hal itu. Saat ini sudah ada beberapa pria yang mencoba untuk mendekatinya, setelah kabar suaminya meninggal beberapa arti sudah kembali mendekatinya, tetapi sampai sekarang Vivy masih belum bisa membuka hati untuk pria lain.
Vivy memilih untuk fokus dengan pekerjaannya yang semakin banyak saja, selain karena ia seorang artis dirinya juga sudah mempunyai rumah produksi sendiri, beberapa series dan film pendek Vivy garap dengan baik, hal itu membuat Vivy semakin sukses aja.
Beberapa masukkan datang menghampirinya, jarang orang berpikir jika anaknya sudah harus mempunyai ayah lagi, mereka kasihan dengan Chris yang sampai sekarang belum pernah bertemu dengan ayahnya. Kalau Vivy menikah lagi setidaknya ada seorang pria yang akan dipanggil dengan sebutan Ayah oleh anak. Tetapi masukan itu belum pernah Vivy gubris, menurutnya masih terlalu cepat untuk mencari pengganti Richard. Jangankan untuk menjadi pengganti pria itu, untuk kenal dengan pria baru saja sangat sulit bagi Vivy.
"Vivy sudah lama tidak bertemu." Reni berjalan mendekati Vivy yang tengah duduk di sofa bersama dengan anaknya, kurang lebih 2 bulan Reni pergi meninggalkan tempat ini untuk berlibur. Sekaranglah baru ya datang kembali untuk melanjutkan pekerjaan dan kehidupannya di sini.
"Ah akhirnya kamu kembali juga," ucap Vivy.
"Sebenarnya aku harus kembali minggu depan tetapi aku ingat bukannya kamu akan terbang ke tempat itu, jadikan kamu ke sana," tanya Reni.
"Ya sudah pasti jadi dong, tapi kenapa kamu repot-repot kembali karena hanya itu."
"Lah kamu masih tanggung jawabku, semuanya harus aku siapkan," ucap Reni.
"Reni aku tidak memakai pesawat komersil, aku naik pesawat dari pihak militer," kata Vivy.
"Untuk keperluan hotel dan lain sebagainya, kamu masih memerlukan bantuanku aku tidak mau kamu terlalu kesulitan di sana. Dan kamu sudah terlalu banyak bekerja di sini sebaiknya kamu mengambil beberapa hari juga untuk liburan, aku sudah melihat beberapa negara terdekat dari tempat itu dan sepertinya kamu bisa mengunjungi salah satu negara itu untuk berlibur," ucap Reni.
"Ya sudah aku mengikuti apa katamu saja, emang lebih baik aku berlibur sejenak untuk menyegarkan pikiranku, sudah terlalu banyak drama-drama yang aku pikirkan sehingga otakku semakin buntu."
"Itulah mengapa aku memintamu untuk berlibur, aku memutuskan untuk pulang lebih cepat agar aku bisa mengurus segala keperluan kamu di sana nanti. Aku tidak mau kamu repot mengurus ini itu sedangkan kamu juga membawa anak ini," ucap Reni.
"Berarti kalau di total kamu sudah hampir 3 tahun tidak bertemu dengan dia."
"Kalau di total sih sekitar dua setengah tahun lebih, saat aku pergi meninggalkan dia di sana anak ini berusia 2 minggu, dan dia memerlukan waktu sekitar satu setengah tahun untuk menyelesaikan kontraknya, dan sekarang sudah hampir meninggalkan kita semua untuk selamanya, di sekitar dua setengah tahun aku dan dia tidak bertemu," ucap Vivy.
"Sekarang anaknya sudah sangat pintar, dan wajahnya juga semakin mirip dengan Richard," kata Reni.
"Kamu benar, anak ini berkembang dengan sangat baik. Dia berbicara dengan cepat, berjalan juga dengan cepat, yang sudah sangat nyambung jika aku aja ngobrol. Kepintaran nya memang di atas rata-rata, bukan hanya itu ketampanannya juga di atas rata-rata," ucap Vivy.
"Sedang tidur saja terlihat sangat tampan,' ujar Reni.
"Dia kan memang tampan seperti ayahnya."
"Hahaha iya kamu benar, dia sangat tampan seperti ayahnya." Reni mengusap anak itu dengan lembut.
__ADS_1
"Hmmm kamu tidak ingin mencari pasangan baru Vivy? Ayah untuk Chris dia pasti sangat menginginkan ayah." Reni mengatakan nya dengan pelan agar Vivy tidak tersinggung.
"Hahaha untuk sekarang aku belum bisa membuka hati ku, mungkin 5 tahun kedepan atau sampai aku bisa melupakan nya," ucap Vivy.
"Kalau kamu tidak bisa melupakan nya selama lamanya bagaimana? Secara kamu cantik mati pada dia."
"Itu lah, aku tidak tahu. Jangankan untuk membuka hatiku, untuk dekat dengan pria lain saja sulit untuk ku, aku merasa aku masih harus fokus pada anak ini, sampai sekarang aku belum bisa benar benar memberikan waktu ku untuk nya," ucap Vivy.
"Ya sudah jangan di paksa. Jika sudah waktunya, akan terbuka sendiri," kata Reni.
Setelah mempersiapkan sengaja keperluan Vivy di sana nanti Reni pun pergi meninggalkan rumah Vivy, masih banyak pekerjaan yang sudah menunggu nya.
"Mamah kita kemana mau," tanya Chris.
"Mau kemana sayang, ucapan kamu kaish terbaik balik. Mau jalan jalan sayang, kamu tidak pernah kan jalan jalan dengan mamah," jawab Vivy.
"Mau mah, kita mau kemana," tanya Chris.
"Ada deh, yang pasti nanti kita akan bersenang-senang," jawab Vivy sambil mencium wajah Chris.
"Sayang kamu mau liat foto foto ayah," tanya Vivy.
Chris menganggukkan kepalanya.
Segera Vivy mengambil beberapa foto Richard yang ia simpan di dalam lemari.
"Nah ayah sangat mirip dengan mu," ucap Vivy.
"Ayah…" Chris mengusap wajah itu dengan perlahan, entah mengapa hal itu membuat Vivy merasa sedih.
"Kamu tau sayang ayah kamu sangat menginginkan kamu ada di dunia ini, dia bekerja keras untuk mendapatkan kamu, berbagai macam cara dia lakukan agar kamu ada di dunia ini, saat mamah mengandung kamu ayah kamu benar benar memperlakukan mamah selayaknya seorang ratu. Sekarang kamu sudah ada di dunia ini malah dia yang sudah tidak ada lagi di dunia ini," batin Vivy sambil mengusap air mata nya.
****
Hari keberangkatan Vivy ke tempat penghormatan satu tahun kepergian suaminya telah datang, hari ini Vivy dan anaknya akan terbang ke tempat itu bersama dengan keluarga lainnya, mereka juga akan datang ke tempat itu untuk memberikan penghormatan satu tahun kepergian seseorang yang sangat mereka cintai.
"Sayang, ayo.." Vivy yang sudah bersiap siap langsung mengajak Chris untuk turun kebawah, Reni yang akan mengantarkan mereka berdua sudah menunggu mereka di bawah.
__ADS_1
"Kalian sudah siap, wah anak dan mamah terlihat sangat modis," kata Reni.
"Kamu bisa saja. Ya sudah ayo tidak enak jika mereka yang menunggu kami berdua," ucap Vivy.
Sesampainya di tempat itu, Reni tidak bisa ikut masuk ke dalam, ia hanya bisa mengantarkan Vivy dan anaknya di luar tempat itu.
"Kami keluar, kamu jangan kemana mana ya langsung pulang," kata Vivy.
"Aku seperti wanita hamil kamu buat… Nikmati liburan mu, aku menunggu mu di sini. Bye bye.."
Vivy pun turun dari dalam mobil, ia dan anaknya langsung masuk ke dalam tempat itu, sebelum masuk sudah pasti Vivy mendapatkan pemeriksaan terlebih dahulu, tidak semua orang bisa masuk ke dalam tempat penting itu.
"Ini anaknya Richard, wah anaknya sangat mirip dengan dia."
"Iya ini anaknya, kamu mengenal dekat suami ku?"
"Waktu dia masih belum di tugaskan ke tempat itu kami sering makan siang bersama."
Vivy tersenyum mendengar hal itu, senang sekali suaminya masih di ingat oleh teman teman nya.
Semua orang berkumpul di tempat yang sama, sebelum masuk ke dalam pesawat mereka di periksa terlebih dahulu, setelah semuanya akan mereka pun masuk ke dalam pesawat. Vivy mendapatkan sedikit privilege karena suaminya salah satu hal yang cukup penting, banyak yang segan pada Richard.
"Kita mendapatkan privilege lebih karena ayahmu, terima kasih kepada ayah mu." Vivy memeluk anaknya sambil memberikan berapa kecepatan manis dahinya.
Tak lama pesawat pun lepas landas, mereka terbang menuju tempat yang sangat jauh, entah akan menempuh waktu berapa lama sampai sekarang Vivy tidak tahu, yang jelas tempat yang akan mereka tuju sekarang berbeda dari tempat ia dengan Richard tinggal sebelum ini.
Karena memang baru pertama kali naik pesawat Chris cukup ketakutan, istrinya memeluk sang mamah dengan sangat erat. Vivy yang mengerti anaknya ketakutan berusaha untuk menenangkannya.
"Tidak papa, kamu tenang saja memang seperti ini kok di awal," ucap Vivy.
Ternyata perjalanan yang mereka tempuh tidak sejauh yang Vivy pikirkan, hanya sekitar 7 jam lamanya. Negara itu bersebelahan dengan negara tempat Vivy dan Richard tinggal waktu itu, ternyata suaminya di tugaskan di tempat yang berbeda, mungkin itu sebabnya Richard tidak bisa memberikan kabar padanya sampai berbulan-bulan lamanya.
Setelah mendarat dengan selamat mereka ditempatkan di sebuah hotel yang tidak jauh dari tempat penghormatan yang akan dilaksanakan besok hari, karena cukup kelelahan Vivy memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya, walaupun sebenarnya ia ingin langsung ke tempat penghormatan itu.
"Kita di sini mah?"
"Kita hanya sampai besok di sini sayang, usah kita kan terbang ke tempat yang lainnya, di sana barulah kita akan jalan-jalan," ucap Vivy.
__ADS_1