Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Selesai belanja


__ADS_3

Malam harinya mereka berdua pun berangkat ke kota untuk belanja kebutuhan mereka selama beberapa hari di depan, keduanya memutuskan untuk belanja sebuah mall terbesar di kota itu, ada beberapa bahan yang mereka perlukan dan sulit untuk ditemukan. Richard yakin di mall tersebut ada bahan yang mereka sedang cari, bahan makanan ini sangat penting untuk membuat makanan yang sangat enak.


"Reni sudah berangkat, kemungkinan besar besok pagi mereka akan sampai," ucap Vivy.


"Adam ikut kan, aku juga merindukan anak kecil itu dia sangat menggemaskan."


"Hahaha sudah pasti dia akan ikut, tidak mungkinlah dia di tinggal sendiri di sana. Aku juga sangat merindukannya, punya yang gembul membuatku ingin segera mencubit dan memeluknya," ucap Vivy.


"Tidak tidak kamu tidak boleh, takutnya nanti anak kita diperlakukan seperti itu juga."


"Ih kamu apaan, kamu berani seperti itu pada anak orang masa anak kamu sendiri tidak boleh seperti itu kan," kata Vivy.


"Hehehe aku tidak mau saja, aku takut sayang, tidak mudah untuk kita mendapatkannya," ucap Richard.

__ADS_1


"Sudah jangan kamu pikirkan dulu, sekarang kita harus belanja banyak hal, bukan hanya untuk membeli keperluan kita sendiri tetapi juga keperluan orang lain," kata Vivy.


Sesampainya di mall itu keduanya langsung aja tempat bahan makanan, dari bumbu, sayur sampai dengan daging dagingan mereka mengambil stok yang banyak, besok malam keduanya ingin mengajak Reni dengan hanya untuk barbequean.


"Sayang aku juga harus memilih keperluan yang lainnya, seperti sprei yang selimut, kita masih kekurangan dua hal itu," ucap Vivy.


"Aku masih sangat sibuk di sini, kamu bisa membelinya sendiri tidak? Takutnya kalau menunggu aku di sini toko di atas keburu tutup."


"Apa yang tidak aku bisa, aku akan melakukannya. Nanti setelah aku mendapatkan semua ini aku akan kembali ke sini," ucap Vivy sambil berjalan meninggalkan Richard, Richard tidak khawatir Vivy berangkat sendiri karena tempat ini sangat aman, apalagi Vivy juga sudah beberapa kali pergi sendiri ke mall ini.


Vivy mengambil berapa selimut dan sprei yang diperlukan, ia tidak berani mengambil banyak karena akan sulit membawanya turun ke bawah. Yang terpenting cukup untuk Reni dan keluarganya nanti, kebetulan memang satu kamar yang kosong belum mempunyai sprei dan selimut yang baik.


Pukul setengah 10 malam keduanya sudah selesai semua bahan dan barang yang mereka perlukan, keduanya pun langsung pulang ke rumah karena hari juga sudah sangat malam.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Richard tentang merapikan semuanya ke tempat masing-masing, keduanya bekerja sama dengan baik agar segera cepat selesai, apalagi hari semakin malam tidak baik untuk Vivy jika harus bergadang.


"Sayang kamu istirahat saja deh, tidak baik untuk kamu jika tidur larut malam seperti ini."


"Aku mana bisa tidur tanpa kamu, aku harus tidur dengan kamu agar kualitas tidurku baik, tanpa kamu aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak," ucap Vivy.


"Dasar bucin, tidur saja harus dengan aku," ujar Richard.


"Hahaha bucin bukannya tidak masalah," kata Vivy sambil meremas sesuatu yang ada di bawah sana.


"Sayang aku jadi mau," ucap Richard.


"Tidak boleh. Aku maunya tunggu 5 bulan, kamu tahan lah dulu," kata Vivy.

__ADS_1


Richard membuang nafasnya dengan perlahan, ia berpuasa begitu lama sampai terkadang dirinya merasa bosan, tetapi demi sang anak Richard berkuasa untuk menahan semuanya.


__ADS_2