
"Di mana kita sayang? Baru sebentar saja aku baru bisa dengannya aku sudah sangat merindukannya sayang."
"Aku juga sangat merindukan kamu," ucap Vivy.
"Tapi aku merindukan anak kita bukan kamu, aku tidak merindukan kamu kok," kata Richard.
"Sayang kamu kok gitu sih, oh jangan-jangan kamu sudah mencari janda lain ya di sana."
"Hahaha tidak ada janda yang semenarik kamu sayang, kamulah wanita terbaik yang pernah aku temui. Beruntungnya aku sudah mempunyai anak dari kamu," ucap Richard.
"Sayang coba kamu tanya atasan kamu, kapan pastinya kamu bisa pulang," tanya Vivy.
"Tidak bisa sembarangan sayang, masalahnya kontrak ku juga belum selesai, kalau misalnya kontrak aku sudah selesai aku bisa bertanya kapan aku bisa kembali ke rumah, kamu sabar ya aku yakin kita bisa kok melewati ini," jawab Richard.
Vivy membuang nafasnya dengan perlahan. "Ya sudah kamu sehat-sehat ya di sana, jangan lupa selalu mengabariku. . Kalau menghubungimu takutnya kamu sedang sibuk pula, nanti malah aku mengganggu pekerjaan kamu lagi."
"Hahaha iya sayang, kita kan juga sudah pernah LDR seperti ini. Pasti kamu tahu lah bagaimana sibuknya aku dan jam jam berapa saja aku bisa menghubungimu, rumah kita amankan tidak ada yang rusak atau masalah," tanya Richard.
"Rumah kita aman kok sayang, keluargaku mengurus rumah ini dengan baik. Aku sampai sini saja rumahnya sudah bersih seperti kita tinggalkan waktu itu, aku memutuskan tinggal di rumah ini karena aku merasa lebih aman dan nyaman di sini, kamu tenang saja kok aku tidak tinggal sendiri ada keluarga yang selalu datang ke sini membantuku mengurus anak kita," ucap Vivy.
Richard lega mendengar ucapan Vivy, ia jadi tidak terlalu khawatir pada Vivy dan anaknya. "Ini sudah malam tempatku, aku harus istirahat karena besok aku kembali bekerja, selamat malam sayang nanti uang bulanan aku kirim ke rekening kamu," kata Richard.
"Sebentar aku ingin izin dulu, aku boleh kan syuting YouTube sendiri atau bersama dengan orang sekitarku?"
"Lakukan hal yang membuat kamu senang sayang, aku mengizinkan kamu untuk syuting YouTube tetapi kalau untuk syuting film aku belum mengizinkan kamu ya, aku juga belum mengizinkan kamu masuk ke televisi," ucap Richard.
"Iya iya aku juga belum ada pikiran untuk masuk ke televisi kembali, aku masih ingat fokus mengurus anak kita yang baru beberapa minggu. Aku juga belum bisa bergerak dengan bebas," kata Vivy.
"Ya sudah selamat malam."
__ADS_1
"Malam." Vivy mematikan sambungan telepon itu.
Vivy kembali bergabung dengan keluarganya, anak menjadi pusat perhatian banyak orang, selain menggemaskan anaknya juga sangat tampan sekali, gen Richard benar benar menempel di wajah anak itu.
"Mau tidur sayang?"
"Iya mah, aku ingin istirahat aku sangat lelah," ucap Vivy.
"Ya sudah bawa anakmu istirahat, dia juga pasti kelelahan."
"Iya mah. Maaf semuanya anaknya menggemaskan aku bawa dulu." Vivy membawa anak itu pergi meninggalkan mereka semua.
Vivy masuk ke dalam kamar nya yang sudah rapi kembali, Ia merasa harus membeli keranjang bayi agar anaknya bisa tidur sendiri seperti anak anak lainnya, ia harus membiasakan ini agar nanti kalau Richard pulang dirinya tidak terlalu repot.
"Besok aku minta temani Reni, dia juga pasti sudah membeli keranjang bayi untuk anak nya," ucap Vivy.
***
"Kalian kapan menikah? Kenapa aku tidak tahu kalau kalian menikah." Vivy tampak kebingungan.
"Baru satu minggu yang lalu, kamu kan memberi kabar kami kalau kamu akan kembali sejak seminggu yang lalu, nah waktu kamu memberikan kabar aku itu sedang menjalani resepsi pernikahanku. Waktu itu aku ingin memberitahumu tetapi aku merasa lebih baik memberikanmu kejutan saja, dan sekarang kamu terkejut kan," ucap Angel.
"Wah kamu Angel, aku tidak tahu siapa pacar kamu tetapi tiba-tiba kamu sudah mempunyai suami saja, siapa nama kamu, kamu terlihat tampan."
"Nama saya bara, salam kenal.."
"Nama yang bagus seperti orangnya, cepatlah susul aku mempunyai anak. Kalian harus segera mempunyai anak, mempunyai anak itu menyenangkan dan lihat anak itu begitu menggemaskan," ucap Vivy.
"Iya kami langsung kok tidak ada menunda-nundanya, anak ini sangat mirip dengan Richard ya. Selain menggemaskan dia begitu tampan," kata Angel.
__ADS_1
"Hahaha sudah pasti dong kan ayahnya tampan juga, kata Richard aku selalu memikirkannya, aku terlalu mengidolakannya sampai anak ini benar-benar sangat mirip dengan Richard."
"Oh begitu ya caranya, kalau ingin anak kita mirip dengan ayahnya saat hamil kita harus sering memikirkan ayahnya," kata Angel.
"Nah begitu tetapi yang baik-baiknya saja, yang jelek-jeleknya jangan," ucap Vivy.
"Hahaha suamiku tidak ada jeleknya kok, oh iya Vivy kamu tinggal sendiri?"
"Untuk sekarang ya terkadang sendiri terkadang ada keluarga aku yang menemaniku, di mereka sudah pada beraktivitas seperti biasanya, jadi sekarang aku sendiri, nanti sore aku juga akan keluar bersama dengan Reni, kalian mau ikut tidak kita jalan-jalan di mall."
"Ah maaf aku tidak bisa ikut, malam ini kami ingin honeymoon," ucap Angel.
"Ah iya yang namanya pengantin baru ya kan, ya pasti ingin sehari tiga kali itu sudah biasa."
"Sepertinya ini pengalamanmu ya, apalagi tentara ya kan," ucap Angel.
"Kenapa emangnya kamu tentara? Kamu pikir menikah dengan tentara itu selalu enak?"
"Udah tentara keturunan bule lagi, malam pertama langsung tidak bisa berjalan," kata Angel.
"Sayang tidak boleh begitu."
"Hahaha tidak apa-apa Bara, kami sudah biasa kok bercanda seperti ini, memangnya kamu bisa langsung berjalan? Hebat dong kalau bisa langsung berjalan."
"Hehehe tidak sih, sakit banget tahu perih lagi," kata Angel.
Bara hanya bisa membuang nafasnya dengan perlahan, beginilah sial dan jika berkumpul dengan wanita, ada saja mereka bahas yang sebenarnya tidak seharusnya. Tetapi namanya wanita makhluk yang tidak bisa diduga dan dimengerti.
Angel cukup lama berada di rumah itu, dirinya berpamitan saat waktu sudah mulai siang, sore ini harus terbang ke Bali untuk honeymoon bersama sang suami. Setelah Angel pergi Vivy kembali ke kamar dengan membawa buah-buahan segar, sedari pagi yang belum mengisi perutnya agar dirinya tidak kelaparan ia memutuskan untuk memakan buah saja.
__ADS_1
"Ayahmu sedang apa ya sayang, jangan bilang dia sedang berperang pula, memangnya ayahmu itu suka sekali dengan hal-hal yang berbahaya," ucap Vivy sambil memberikan ASI anaknya.