Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Ke sebuah bukit.


__ADS_3

"Ada yang salah," tanya Vivy.


"Kamu mau tau? Tapi tidak papa, seperti nya keuntungan akan jatuh pada ku," jawab Richard.


Richard mengambil handuk untuk berjaga-jaga, sebagai calon kekasih yang baik Richard ingin memberikan penjagaan yang baik juga untuk Vivy.


Richard membawa Vivy ke tempat yang lebih jauh dari yang lainnya, ia tidak mau tubuh Vivy di lihat oleh pria lain, apalagi sekarang di mata Richard Vivy memakai pakaian yang terbilang cukup seksi, walaupun sebenarnya untuk sekelas di kolam renang pakaian Vivy termasuk yang tertutup.


"Ih kenapa dia memakai baju sih," batin Vivy, Vivy wanita normal dewasa yang ingin melihat tubuh kekar calon pacar nya, dari postur tubuh Richard tidak mungkin Richard tidak memiliki bentuk yang biasa saja.


"Masuk lah," ucap Richard.


"Kamu dulu." Vivy mundur ke belakang Richard.


Tanpa mengatakan apapun Vivy mendorong Richard sampai Richard masuk ke dalam air.


"Vivy," teriak Richard.


"Hahaha bagaimana segar?"


"Masuk sayang.." Richard bergerak ke arah pinggir dan menarik tangan Vivy sampai Vivy masuk ke dalam air.


"Ahh Richard.." Vivy pun ikut masuk ke dalam kolam renang, setelah lebih besar dari satu bulan akhirnya ia bisa berenang dengan bebas juga.


Richard berenang mendekati Vivy, dugaan nya ternyata benar, ia ingin memberitahukan Vivy agar lebih berhati-hati lagi.


"Maaf kamu memakai bikini berwarna biru," bisik Richard.


"Sayang kamu mesum, dan kamu tau dari mana," tanya Vivy.


Richard mengarahkan matanya ke tubuh Vivy, sontak Vivy langsung melihat nya. Karena ia memakai baju berwarna putih saat terkena air dalaman yang ia pakai langsung terlihat dengan jelas, bodohnya Vivy memakai pakaian berwarna putih.


"Richard.." Vivy berusaha untuk menutup nya.


"Hahaha tidak papa, mereka jauh di sana, lagi pula mereka fokus dengan pasangan mereka yang lebih terbuka, kamu tidak akan jadi bahan perhatian mereka," ucap Richard.


"Tidak mereka, tapi kamu, kamu jangan mesum ya," ucap Vivy.


"Hahaha siap siap.." Richard hanya tersenyum saja, tidak mungkin ia tidak mesum kalau melihat yang begini.


"Sudah fokus berenang saja, aku duduk di sana untuk jaga jaga," ucap Richard sambil berenang menjauh, ia tidak begitu suka berenang, kalau tidak karena Vivy ia tidak akan masuk ke dalam.


Vivy berenang selayaknya mermed, ia memang mempunyai hobi berenang, jika tidak mempunyai jadwal yang padat Vivy akan menghabiskan waktu nya di Vila, di sana ia mempunyai kolam renang yang begitu luas.

__ADS_1


Saat sedang asik berenang mata Vivy terfokus pada Richard yang termenung di pinggir kolam renang, walaupun sedang termenung Richard masih terlihat begitu tampan.


"Sayang.." Vivy berenang mendekati Richard.


"Iya ada apa? Kamu kedinginan," tanya Richard.


Vivy memegang kedua paha Richard agar ia bisa lebih naik ke atas, hal itu cukup membuat Richard terkejut karena ia hanya memakai celana pendek.


"Aku mencintaimu," ucap Vivy.


Richard tersenyum manis, ia sangat suka kalau Vivy mengatakan hal itu. Vivy sangat mengerti apa yang sedang ia pikirkan sekarang.


Richard turun dari pinggir kolam renang, ia meletakkan tangan Vivy ke atas pundak nya.


"Terima kasih telah membuatku lebih bahagia," ucap Richard.


"Sama sama, aku juga sangat bahagia dengan kamu," kata Vivy.


"Kamu tau, sebelum aku mengenal kamu lebih dalam lagi, hari hari mu begitu begitu saja, tidak ada yang spesial," ucap Richard.


"Sekarang?"


"Sama saja," ucap Richard.


"Hahaha bercanda, sekarang aku jauh lebih bahagia," ucap Richard.


"Ya kamu terlihat sangat bahagia, itu semua karena aku. Kamu harus ingat, kamu jangan terlalu berpikir yang tidak tidak, aku tetap wanita biasa yang memerlukan cinta, jangan anggap aku lebih dari wanita biasa. Jika ada yang mengganjal katakan padaku, jangan kamu pendam sendiri," kata Vivy.


Richard tersenyum sambil memeluk Vivy. "Aku memikirkan bagaimana mungkin bisa aku mendapatkan seorang artis seperti ini," ucap Richard.


"Senyuman mu benar benar manis sekali," kata Vivy.


"Iya kah?"


"Iya sayang," ucap Vivy sambil mengecup bibir Richard.


"Pelanggaran," kata Richard.


"Kamu tau kalau fans ku melihat ini, aku bisa di hujat habis habisan karena kamu lah aku berani seperti ini," ucap Vivy.


"Apa sebegitu spesial nya aku," tanya Richard.


"Begitu spesial," jawab Vivy.

__ADS_1


Baru kali ini keduanya merasa benar benar cocok. Keduanya merasa harus lebih serius menjalan hubungan ini, terutama Vivy yang ingin segera meminta status yang jelas, ia tidak mau Richard hanya menggantung nya seperti sekarang ini.


Karena waktu sudah tidak banyak mereka berdua keluar dari dalam air, keduanya berjalan menuju ruang ganti. Mata Vivy tidak sengaja melihat ke arah perut Richard, dan benar saja ada papan mesin cuci di sana, apalagi jika bukan roti sobek. Vivy yang sudah penasaran sejak tadi langsung terpesona setelah melihat roti sobek milik Richard, bentuk nya benar benar seusai dengan harapan nya, tidak terlihat berlebihan.


"Mata kamu," ucap Richard.


"Kamu saja bebas melihat tubuh ku, aku tidak boleh melihat nya," kata Vivy.


"Sstt jangan banyak berbicara, jangan sampai itu handuk jatuh dan orang orang menyadari nya," ucap Richard.


Sebelum berganti pakaian mereka berdua memilih untuk membilas tubuh mereka terlebih dahulu, Richard menarik Vivy membilas tubuh di tempat yang sama.


"Kenapa sayang," tanya Vivy.


"Di sini saja," jawab Richard.


"Hey bapak mesum," ucap Vivy.


"Hahaha kamu tidak mau, ya sudah sana."


"Aku tidak tau bagaimana nanti kalau kita menikah, kamu pasti akan jauh lebih mesum," ucap Vivy.


"Sayang itu normal, kalau aku tidak mesum dengan kamu, berarti aku tidak normal dong," kata Richard.


"Ya terserah kamu," ucap Vivy.


"Tidak jadi, bahaya yang ada aku kepikiran kamu setiap malam." Richard kembali mengeluarkan Vivy, Vivy hanya tertawa dengan kelakuan calon pacar nya ini.


Setelah selesai berganti pakaian, mereka berdua langsung pergi meninggalkan tempat itu, hari sudah sore dan waktu mereka berdua akan segera habis.


"Langsung kembali," tanyaa Vivy.


"Tidak, ada yang ingin aku sampaikan," jawab Richard.


Richard membawa Vivy ke sebuah bukit yang sangat indah, di sini ia akan mengatakan hal yang sangat penting bagi hubungan mereka berdua.


"Ayo turun, sebentar lagi Matahari tenggelam," ucap Richard.


Mereka berdua pun turun dari dalam mobil, tiba tiba Richard mempunyai ide yang bagus, lebih enak melihat matahari tenggelam di atas mobil kebetulan mobil yang ia bawa bisa mereka naiki.


"Richard kamu mau apa," tanya Vivy.


"Naik…"

__ADS_1


"Kamu mah." Mau tidak mau Vivy juga naik ke atas mobil, mereka berdua duduk tepat di aras mobil sambil menikmati pemandangan yang indah.


__ADS_2