Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Liburan


__ADS_3

"Ahh dia sangat so sweet," ucap Vivy.


"Bagaimana dia menghubungimu," tanya Vivy.


"Begini, maaf aku bisa meminta tolong pada kamu. Pacarku sedang bersama dengan kucing oyen, dia tidak tahu jika betina itu sudah mempunyai raja singa. Kamu bisa datang ke apartemen sekarang, aku takut kucing oyen itu berbuat sesuatu," ucap Reni.


Mereka berdua tertawa mendengar apa yang Reni ucapkan. Vivy yakin sekarang Richard pasti sedang berpikir yang tidak tidak, sesekali tidak masakan membuat pacar sendiri overthinking.


"Aku ingin ke Vila, apa bisa beberapa hari aku di sana," tanya Vivy.


"Bisa lah, kamu kan sedang tidak ada jadwal," jawab Reni.


"Oh iya berapa banyak orang yang kamu undang ke premier," tanya Reni.


"Sudah pada my baby hani, Mario, dan beberapa rekan artis, itu saja sih tidak banyak banyak," jawab Vivy.


"Kirimkan saja liss nya, nanti aku serahkan ke pihak sana," kata Reni.


"Terus Richard datang sebagai apa," tanya Vivy.


"Lah kok tanya aku, kan kamu yang mengundang dia," jawab Reni.


"Hmmm sebagai pacar kali ya, terus kamu ciuman di depan publik," kata Vivy.


"Tidak papa kalau kamu mau karir kamu hancur. Kalau ingin memperkenalkan nya ke publik lakukan dengan perlahan, jangan langsung gas seperti yang kamu katakan tadi."


"Hahaha ya sudah, sebagai pacar nya Angel saja. Tidak mungkin Angel tidak datang, walaupun terasa sakit tidak masalah deh, yang penting dia datang," ucap Vivy.


"Hahaha selamat menelan rasa sakit," kata Reni sambil tertawa.


Walaupun hubungan antara mereka berdua hanya sebatas pekerjaan, mereka berdua sudah sangat dekat. Mereka berdua berjuang bersama untuk bisa ke tahap sekarang ini.


***


Keesokan harinya seperti yang Vivy inginkan, selama beberapa hari ia memenangkan diri di Vila. Di sana Vivy dapat membuat pikiran nya lebih tenang, dirinya lebih fresh dan sudah pasti membuatnya lebih bahagia.


Kalau ada waktu seperti ini Vivy memang sering melakukan hal ini, kesetiaan mentalnya sangat ia jaga agar tidak stress sendiri. Apalagi sekarang semakin banyak tantangan baru di dunia perfilman, kalau tidak kuat mental pasti akan jatuh.


Saat ini Vivy sedang bersantai di kolam renang Villa nya, tempat ini begitu private sehingga Vivy bisa bebas melakukan apa saja yang ia mau. Tidak ada orang selain dirinya di Vila ini, sebelum ia datang semua keperluan nya sudah disiapkan, jadi Vivy tidak memerlukan bantuan siapapun lagi.

__ADS_1


"Halo sayang, kamu sedang dimana, kok terlihat sedang jalan," ucap Vivy.


"Aku sudah kembali, ini lagi berjalan menuju kosan ku," kata Richard.


"Ih kamu mah, kata kamu tidak kembali ke kota. Kalau begitu kan aku bisa menjemput kamu," ucap Vivy.


"Hahaha aku sebentar saja, setelah ini langsung ke rumah orang tua ku. Kamu nikmati saja liburan di Vila," kata Richard.


"Kosan kamu masih jauh," tanya Vivy.


"Tidak, sebentar lagi sampai," jawab Richard.


"Aku mau melihat nya, pasti sangat rapi," ucap Vivy.


"Pasti lah.. Aku buka ya pintu nya, selamat datang."


"Wah sayang, kamu begitu rapi ya. Aku jadi ingin masuk ke dalam kosan kamu," ucap Vivy.


"Nanti setelah premier film, kita kesini. Tapi kalau sudah masuk sini, jangan harap kamu selamat," kata Richard.


"Ah kamu mah gak modal. Harusnya kamu bawa aku ke hotel bintang lima, kamu mau enaknya saja," ucap Vivy.


"Kamu membuat ku traveling sayang.. Ya sudah aku mau ganti baju dulu, aku tutup ya.."


"Hmmm ya ya ya." Richard meletakkan handphone nya di atas meja, ia ingat mengganti pakaian yang dipakai sekarang.


"Sayang kamu tidak malu," tanya Vivy.


"Kamu pikir aku akan naked di depan kamu, ya tidak lah."


"Hehehe mana tau kan kalau kamu mau aku sih tidak masalah," ucap Vivy.


"Otakmu mesum sayang, nanti aku tunjukan beneran baru kamu tau," kata Richard.


"Hahaha mau lihat dong, bagaimana sih bentuknya Richard junior," ucap Vivy.


Richard hanya menggelengkan kepala nya, ternyata Vivy sama saja dengan pria. Berontak mesum yang suka menggoda.


Satu persatu Richard membuka kancing bajunya, ia membelakangi kamera agar Vivy tidak bisa melihatnya, ia tidak akan menunjukkan apapun pada Vivy, nanti setelah mereka menikah baru lah Vivy dapat melihatnya dengan bebas.

__ADS_1


"Sayang balik tubuh kamu," ucap Vivy.


"Tidak akan." Segera Richard memakai kaus tanpa lengan, kemudian Richard mengambil handphone nya dan berbaring di atas tempat tidur.


"Kamu mah," ucap Vivy.


"Kamu sedang apa?"


"Aku sedang bersantai di kolam renang," kata Vivy.


"Kata kamu sedang tidak pakai apa apa," ucap Richard.


"Hahaha aku memakai bikini, tidak mungkin aku tidak memakai apa apa," kata Vivy.


"Hmmmm.. Kalau pacar teman ku sih mereka sering melihat pacarnya memakai bikini," ucap Richard.


"Kamu mau? Kalau mau sini," kata Vivy.


"Otw sekarang.."


"Hahaha enak saja.. Lihat wajahku dengan leher ku mulai belang, aku terlalu lama berada di panasan," ucap Vivy.


"Aku juga.. Tapi aku akan kembali lagi seperti semula jika berada di sini."


"Kamu kan putih dari lahir, kalau aku harus melakukan perawatan dulu, beda dong sayang," ucap Vivy.


"Tadi ayah ku menghubungi ku, katanya dia ingin mengenalkan aku dengan rekan nya, aku langsung menolak nya. Aku sudah mempunyai pacar seorang tentara, terus kata ayah dia sangat setuju," kata Vivy.


"Kenapa ayahmu senang sekali mempunyai menantu seorang tentara," tanya Richard.


"Ayah ku mantan tentara, dia ingin mempunyai menantu yang sama dengan pekerjaannya dulu. Padahal sebenarnya aku tu trauma, kamu tau ayah ku selingkuh di tempat ia bekerja sedangkan mamaku selingkuh karena tinggal lama lama. Aku jadi takut kita seperti itu juga," ucap Vivy.


"Jangan sampai dong, jangan berkata seperti itu sayang," kata Richard.


"Sayang dada kamu berambut tipis ya," tanya Vivy, matanya begitu jeli melihat tubuh sang pacar.


"Kamu memang kebelet nikah, kita menikah besok kamu bebas melihat nya," ucap Richard.


"Gas kita menikah, andai bisa semudah itu," Kata Vivy.

__ADS_1


"Kita harus saling mengenal lebih jauh lagi sayang," ucap Richard.


Vivy menganggukkan kepala nya, apa yang dikatakan Richard benar.


__ADS_2