
Setelah selesai mandi mereka berdua memutuskan untuk keluar Villa. Walaupun Vivy masih kurang nyaman untuk berjalan, ia tetap berusaha untuk berjalan agar mereka tidak begitu bosan. Keduanya berjalan secara perlahan mengelilingi tempat yang ada di sekitar Villa. Rasa bosan yang mereka rasakan langsung hilang seketika, hanya senyuman manis yang terukir di wajah mereka berdua.
"Sayang aku tidak membawa dompet," ucap Richard.
"Uang kamu juga tidak berguna di sini, kita minta Reni mengantarkan uang.. Hmmm kita menunggu di sana." Vivy menunjuk sebuah tempat santai.
Vivy dengan Richard berjalan ke tempat itu, walaupun hanya tempat duduk biasa mereka dapat melihat pemadaman yang sangat indah. Begini saja sudah sangat cukup untuk mereka daripada hanya di dalam kamar saja.
Reni yang mendapatkan panggilan dari Vivy segera mendatangi Vivy yang belum jauh dari Villa. Ia memang sudah menyiapkan segepok uang untuk Vivy, ia mengerti Vivy memerlukan uang untuk belanja.
"Sayang.."
"Hmm apa lagi," tanya Vivy.
"Tidak ada," jawab Richard.
"Kamu kenapa sih sayang? Ada yang kamu inginkan? Katakan saja jika menginginkan sesuatu."
"Ingin kamu," ucap Richard.
"Kalian sudah bermesraan saja ya." Reni bergabung dengan mereka berdua.
"Hahaha aku sangat bosan di Villa," ucap Vivy.
"Ini uang untuk mu selama di sini. Aku rasa segini cukup kalau kamu tidak boros." Reni memberikan uang yang disiapkan.
Segera Vivy mengambil nya, ia memasukkan uang itu ke dalam tas nya agar aman.
"Banyak sekali," ucap Richard.
"Istri mu kaya raya Richard, uang nya begitu banyak pada ku."
Vivy memberikan tatapan tajam pada Reni, ia tidak mau Reni membahas tentang uang pada Richard. Karena itu masalah yang sangat sensitif.
"Bagaimana malam pertama kalian," tanya Reni untuk mengalihkan pembicaraan.
"Gagal," jawab Vivy.
"Gagal? Tapi kamu sampai sakit."
"Dia tidak tahan sakit. Sudah jangan membahas malam pertama malam pertama," ujar Richard.
"Sayang ayo belanja."
__ADS_1
"Ya sudah kalian belanja lah, aku kembali dulu, anak ku tidak bisa di tinggal sendiri," ucap Reni.
"Iya nanti aku dan Richard bermain dengan anakmu," kata Vivy.
"Nanti sore saja atau malam… Bye bye.." Reni berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kamu serius mau jalan jalan? Anu kamu sudah tidak sakit?" Richard menyelipkan tangannya ke daerah sana.
"Tangan kamu sayang," ucap Vivy.
"Sakit tidak? Kalau masih sakit aku tidak mau jalan jalan," kata Richard.
"Sudah tidak begitu sakit, tidak seperti tadi pagi. Ayo sayang, nanti malam kita lanjutkan yang kemarin malam gagal." Vivy menggigit sedikit bibir nya.
"Sayang gas." Richard terlihat begitu semangat.
Walaupun begitu Richard menuntun istri nya dengan sangat perlahan, ia sendiri tidak mau terjadi sesuatu hal yang tidak tidak pada sang istri. Terbilang lebay bagi orang lain tetapi normal bagi pasangan yang baru menikah, mereka masih anget angetnya.
Karena sekarang musim semi mereka berdua ingin mencari sesuatu yang berhubungan dengan musim semi, dari pakaian sampai dengan kebutuhan lainnya.
"Sayang ini cocok untuk kamu," ucap Vivy.
"Mahal sayang," kata Richard.
"Tampan sekali sayang, kamu ambil ya."
Richard melihat dirinya di depan cermin untuk memast. "Hmmm boleh deh, ternyata sangat cocok untuk ku."
"Sangat cocok, kamu warna coklat aku yang ini warna pink.."
"Sayang kamu tidak masalah membeli barang couple. Takut nya fans kamu curiga loh," ucap Richard.
"Hmmm iya ya. Ya sudah tidak jadi, berarti kita harus memakai dua barang yang berbeda."
Mereka berdua lanjut berjalan, keduanya sampai di sebuah minimarket yang menjual berbagai macam keperluan. Richard ingat dirinya belum mempunyai yang namanya pengaman, ia harus membelinya agar jika sewaktu-waktu Vivy siap, ia sudah mempunyai nya.
"Kamu mau kemana," tanya Vivy.
"Kita memperlakukan ini," jawab Richard.
"Oh iya. Ambil yang banyak untuk jaga jaga. Sekalian di untuk di rumah juga," kata Vivy.
Tanpa Vivy minta pun untuk hal itu ia tidak akan mengambil sedikit, sudah pasti Richard akan mengambil nya dengan sangat banyak.
__ADS_1
"Sayang kamu punya lingerie," tanya Richard.
"Ada di rumah, aku sudah membeli nya sebelum ke sini. Kamu mau aku memakai nya di sini? Kalau iya aku cari lagi untuk di sini."
"Tidak deh. Di rumah saja," ucap Richard.
Richard berpikir kalau mereka melakukan nya di sini yang ada mereka tidak bisa jalan jalan seperti ini. Richard rasa lebih baik ia meminta nya saat sudah di rumah saja, ia ingin menghabiskan waktu bersama Vivy dengan berkeliling negeri ini.
Setelah dari sana, mereka berdua duduk di sebuah cafe, keduanya memesan beberapa cemilan sebagai teman cerita.
"Sayang kamu punya keinginan untuk pergi ke sebuah tempat," tanya Richard.
"Ada sayang, aku ingin ke sebuah tempat yang sebenarnya sudah aku inginkan sejak dulu. Tapi sangat jauh dari sini, memerlukan waktu 6 jam perjalanan," kata Vivy.
"Jauh sekali, tapi kalau kamu mau tidak masalah sih."
"Hmmm sepertinya tidak deh, aku lebih suka di sini saja, kita jalan jalan di pantai, snorkeling, bisa naik bukit yang ada di sana, belanja sepuasnya. Ini sudah sangat cukup, yang terpenting semuanya aku lakukan dengan kamu," ucap Vivy.
"Ah bisa saja kamu sayang."
Memang kalau pengantin baru bawaan nya bahagia selalu, hal hal kecil saja yang terpenting dilakukan berdua akan terasa sangat bahagia.
Setelah puas membeli berbagai macam barang, mereka berdua kembali ke Villa, keduanya berjalan melewati anggota keluarga yang masih berkumpul di sebuah ruangan.
"Besok kami akan pulang, kalian masih satu Minggu lagi."
"Iya yah, kalian hati hati ya," ucap Vivy.
"Mamah juga pulang," tanya Richard
"Iya sayang, ingat kamu mulai masuk bekerja bulan depan, jangan terlalu lama di sini."
"Iya mah. Mamah istirahat dengan cukup jangan sampai sakit," ucap Richard.
"Vivy Vivy bahaya.." Reni berlari mendekati mereka semua.
"Ada apa," tanya Vivy.
"Salah satu media menghubungi ku, Emre tau kamu di sini, ternyata ada yang sedang syuting film di sini, mereka meminta bertemu denganmu," jawab Reni.
Vivy membuang nafasnya dengan perlahan, sebagai publik figur memang sudah menjadi hal yang biasa terjadi hal seperti ini.
"Atur waktu saja, untuk tempat kamu yang atur. Jangan sampai mereka yang menyediakan tempat," ucap Vivy.
__ADS_1
Vivy takut kalau media yang menyediakan tempat ada kamera tersembunyi yang merugikan nya, apalagi sekarang ia sedang bersama dengan Richard. Lebih baik mencegah daripada terjadi hal yang tidak di inginkan.