Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Tidak kunjung hamil


__ADS_3

Beberapa Minggu pun berlalu, Richard sudah terbiasa dengan pekerjaan nya, ia juga sudah mendapatkan mobil untuk pulang pergi bekerja, dengan mobil itu juga Richard bisa membawa sang istri jalan jalan berkeliling kota tanpa kelelahan.


Sedangkan Vivy sudah mulai aktif membuat beberapa konten, ia masih dalam proses pengeditan agar hasilnya bisa lebih bagus. Hari ini ia sudah menyiapkan sebuah skrip sebuah drama ringan untuk konten selanjutnya, drama ini akan ia mainkan bersama dengan Richard.


"Aku sudah membuat karateker yang sangat cocok untuk nya. Dia tidak pandai membuat ekspresi wajah, wajah nya sangat datar jadi menjadi pria dingin sangat cocok untuk nya. Apalagi dia tinggi dan sangat tampan," ucap Vivy.


Beruntung hari ini sang suami tidak bekerja karena hari libur, hari ini akan ia manfaatkan untuk membuat konten drama pertama mereka. Vivy akan menjadi pemeran utama, sutradara dan produser sekaligus.


"Sayang sudah mandi," ucap Vivy sambil berjalan mendekati Richard, ia memeluk sang suami dengan erat.


"Sudah, tadi kata kamu kita akan membuat konten? Bukan nya kamu sudah membuat konten vlog," kata Richard.


"Aku ingin membuat konten drama seperti yang yang aku katakan beberapa waktu lalu," ucap Vivy.


"Pertama aku tidak bisa menghafal skrip, kedua aku tidak bisa akting dan ketiga bagaimana kita membaca konten drama kalau hanya berdua?"


"Sayang aku sudah mempersiapkan semuanya," ucap Vivy.


"Tidak Tidak aku tidak mau. Kamu buat konten yang lainnya saja," kata Richard.


"Sayang aku sudah menyiapkan semuanya sejak malam tadi, aku tidak tidur setelah memberikan kamu servis tetapi kenapa kamu begini," ucap Vivy dengan wajah yang sedih.


Richard paling tidak bisa melihat Vivy seperti ini, ia langsung menganggukkan kepalanya pertanda ia mau membuat konten dengan Vivy.


"Sayang kamu mau," tanya Vivy.


"Hmmm iya aku mau sayang," jawab Richard.


"Terimakasih sayang.." Vivy langsung memberikan Richard kecupan manis di wajah nya.


Sebelum proses syuting dimulai Vivy memberikan beberapa tambahan make up di wajah Richard, walaupun wajah Richard sudah mulus dan bersih tetap saja Richard memerlukan make up agar lebih mulus lagi. Ia hanya memberikan make up tipis agar tidak begitu kelihatan.


"Sayang aku jadi cantik," ucap Richard.


"Tidak sayang kamu masih sangat tampan kok," kata Vivy.


"Kamu kok pandai begini sih? Kamu belajar dari mana," tanya Richard.


"Aku mah memang pandai dalam dunia seperti ini," jawab Vivy.


Setelah dirinya dan Richard selesai, mereka berdua masuk ke satu kamar yang sudah Vivy atur menjadi tempat syuting yang bagus. Richard saja sampai heran kenapa Vivy seniat ini.


"Sayang kamu hafalkan dua percakapan ini, gunakan kata kata kamu saja asalkan jangan terlalu jauh lari nya. Harus tetap sesuai dengan dialog yang sudah aku buat," ucap Vivy.


"Hmmm." Richard mulai membaca nya sedangkan Vivy menyiapkan kamera yang akan mereka gunakan untuk merekam.


"Sudah sayang," ucap Richard.


"Ha.. Cepat sekali." Vivy mengerutkan dahinya, ia heran kenapa Richard bisa secepat itu menghafal skrip yang ia buat.


"Tidak ribet untuk ku, yang terpenting sesuai isi nya dan menggunakan kata kata ku," ucap Richard.


"Sayang coba kita mulai." Vivy sedikit tidak yakin.


Mereka pun memulai adegan pertama, Vivy memulainya terlebih dahulu ia bergerak sesuai dengan skrip yang ada. Setelah Vivy memulai nya baru lah Richard yang bergerak, mereka berdua melakukan dialog dengan baik.


"Sayang kamu cukup baik, kamu ada bakat," ucap Vivy.


"Oh ya? Apa karena ketampanan wajah ku yang membantu," kata Richard, ia sendiri tidak merasa mempunyai sebuah bakat akting.


"Serius sayang kamu mempunyai bakat akting yang baik, aku rasa sepertinya kamu bisa terjun ke dunia entertainment bersama denganku," ucap Vivy.


Richard tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak mau terlalu terekspos media seperti istrinya yang sudah sangat terkenal. Seperti ini saja sebenarnya ia tidak mau, tetapi demi menuruti dan menyenangkan sang istri Richard merelakan dirinya untuk sedikit terekspos di internet.


Karena Richard sangat pintar dalam berdialog, mengatur mimik wajah serta bergerak dengan lues proses sistem berjalan dengan cepat, mereka berdua hanya memerlukan waktu satu setengah jam untuk membuat sebuah drama pendek yang berdurasi sekitar 2 menit.


"Menurutku lebih baik kita lanjutkan saja, Aku tidak mau seperti ini lagi dalam waktu dekat," ucap Richard.


"Ini kan kita episode pertama, sebenarnya aku sudah membuat naskah sampai ke 5 episode, kalau kamu mau ya kita lanjut sampai sore. Setelah itu nanti aku tinggal mengedit videonya dan menguploadnya berturut-turut," kata Vivy.


"Ya sudah aku mengikuti apa yang kamu katakan, yang penting aku tidak mau seperti ini lagi dalam waktu dekat," ucap Richard.


Sesuai permintaan permintaan Richard mereka berdua lanjut syuting sampai sore, beberapa kali keduanya istirahat karena sudah kelelahan. Richard baru tahu kalau akting seperti ini ternyata sangat menguras waktu dan tenaga, apalagi ia harus berganti pakaian beberapa kali dalam waktu yang berdekatan.


"Sayang aku tidak mau lagi syuting begini," ucap Richard.


"Kenapa pula tidak mau? Kamu kalau ini berhasil uang kita akan semakin banyak, kalau aku tidak seperti ini selama bertahun-tahun aku tidak akan mendapatkan penghasilan, walaupun ku memberikanku nafkah aku tetap ingin mendapatkan penghasilan seperti biasanya. Jadi tolong kerjasamanya ya, kita lakukan semuanya dengan ikhlas agar berhasil dengan baik juga."


Richard membuang nafas dengan kasar, mau bagaimana lagi ia sama sekali tidak bisa menolak atau membantah keinginan sang istri. Walaupun rasanya sangat malas biar tetap profesional dalam menjalankan tugasnya, dirinya sadar kalau tidak karenanya tidak mungkin Vivy sampai pergi jauh ke tempat ini.


Setelah selesai syuting mereka berdua langsung bersih bersih, keduanya cukup lelah karena syuting hampir satu hari penuh.


"Sayang aku mau lanjut mengedit video, kamu masak ya," ucap Vivy.


"Kamu mau makan? Di kulkas ada ayam dan ikan ini salah satunya."


"Hmmm aku ingin ayam bakar madu, terus sambalnya yang sedikit asam tapi tidak begitu pedas. Jangan lupa selada dalam teman-teman lainnya," ucap Vivy.


"Dipanggang saja ya.. kalau dibakar memerlukan arang aku tidak mempunyai arang," kata Richard.


"Ya sudah terserah kamu, yang penting aku dapat makan makanan yang enak sekali," ujar Vivy.

__ADS_1


Richard menyelesaikan kegiatan mandinya terlebih dahulu dari Vivy, setelah memakai pakaian ia langsung bergerak ke dapur untuk memasak makanan yang Vivy inginkan. Ia selalu memasak sesuai dengan keinginan sama istri, semua itu agar tidak makan dengan lahap, dirinya paling tidak bisa kalau makanannya yang ia masak tidak dimakan dengan lahap oleh Vivy, ada rasa percuma di hatinya kalau sampai itu terjadi.


Sedang aktif melanjutkan kegiatan hari ini dengan mengedit video hasil syuting mereka tadi, Vivy mengeluarkan semua kemampuannya agar hasil dari video itu terlihat sangat sempurna. Dirinya sangat tertarik dengan drama pendek ini, ia yakin pasti akan banyak orang yang suka.


Saat sedang asyik mengedit video tiba-tiba berbunyi dengan cukup keras, Vivy melihat panggilan dari Reni sang manager yang sudah lama tidak menghubunginya. Memang dirinya sendiri yang meminta Reni agar tidak menghubunginya selama beberapa minggu, ia ingin beradaptasi dari tempat ini, takutnya kalau Reni sudah menghubunginya sebelumnya beradaptasi yang akan banyak mengeluh.


"Halo bagaimana kabarmu? Kamu sudah melupakanku? Kenapa kamu tidak menghubungiku sejak lama?"


Vivy sedikit tertawa, dirinya sudah lama tidak mendengar Reni ngomel seperti ini, Jujur saja ia sangat kangen dengan momen seperti ini. Di sini tidak ada yang mengomeli nya karena Richard begitu sayang padanya.


"Aku sedang membuat konten, kamu tau Richard masuk ke dalam konten drama yang aku buat," ucap Vivy.


"Wah keren sekali, kau sudah mulai aktif ya."


"Hahaha iya aku sudah mulai aktif, aku ingin memanfaatkan waktu dengan sangat baik, kalau tidak begini aku akan bosan dan sulit untuk ku kembali ke dunia hiburan," ucap Vivy.


"Bagaimana aktingnya Richard? Dia dapat berakting dengan baik?"


"Ah dia sangat pintar, kamu tau kami dapat membuat 5 konten dalam satu hari," ucap Vivy.


"Bisa dong dia jadi aktor baru di agensi ku," kata Reni.


"Bisa kalau dia mau, sayangnya dia tidak mau. Ini saja harus aku paksa dan di iming-imingi sesuatu, kamu tau lah bagaimana dia," ucap Vivy.


"Sekarang dimana dia? Pekerjaan nya lancarkan," tanya Reni.


"Sangat lancar sekali, kamu jangan khawatir kan kami di sini," jawab Vivy.


"Baguslah, uang tabungan mu juga masih begitu banyak. Tidak ada habis juga kamu pakai untuk kehidupan sehari-hari."


"Semua belanjaan, keperluan rumah dari Richard kok. Aku menggunakan uang ku hanya untuk keperluan ku saja, dia suami yang bertanggung jawab," ucap Vivy.


"Sekarang dia sedang membuat makanan untuk ku. Kamu bayangkan saja, Senin sampai Jumat dia bekerja, pagi hari nya membuat kan ku sarapan sekalian makan siang, setelah pulang bekerja dia membawakan ku makanan atau dia memasak makanan untuk ku. Terus dia juga yang mencuci dalaman kami, untuk baju memang kamu laundry, Sabtu Minggu dia membuat konten dan bersih bersih rumah," ujar Vivy.


"Terus apa yang kamu lakukan," tanya Reni.


"Dia hanya meminta pada ku untuk melayani nya dengan baik, asal kamu tau saja sekali bergoyang dia bisa 1-2 jam, itu malam nya kadang pagi pagi minta lagi. Itu sebabnya aku banyak istirahat agar bisa mengimbangi energi nya, menikah dengan tentara yang gagah perkasa memang seperti ini," jawab Vivy.


"Tapi kamu suka kan," tanya Reni.


"Hahaha iya aku sangat suka sekali, kamu seperti tidak tahu aku seperti apa saja."


"Ya sudah lanjutkan pekerjaanmu, Aku tetap menunggumu di sini jangan lupa untuk kembali dan kalian sehat-sehatlah di sana, kalau ada sesuatu yang mengkhawatirkan cepat beri kabar pada kami," ucap Reni.


"Siapa bos, aku akan selalu memberikan kabar, tenang saja aku akan kembali walaupun tidak bisa secepatnya," ujar Vivy.


Setelah kurang lebih satu setengah jam bertempur di dapur akhirnya selesaikan masakannya. Ia membuat ayam panggang madu yang sangat wangi dan menggugah selera, dari wanginya saja sudah membuat orang untuk segera memakannya.


Vivy yang mendengar suara memanggilnya segera berlari ke dapur, ia mencium aroma makanan yang begitu menggugah selera.


"Wah wangi sekali pasti rasanya sangat enak," ucap Vivy.


"Kalau kamu tidak mencobanya bagaimana kamu tahu rasanya enak. Sekarang kamu ambil piring dan segera makan ayam ini, aku sudah membuatnya khusus untukmu."


Tanpa diminta Vivy juga akan langsung memakan ayam itu, dari bentuk dan wanginya benar-benar menggugah seleranya. Satu bagian paha Vivy ambil dan langsung ia masukkan ke dalam mulutnya, saat ayam itu m masuk ke dalam mulut rasa dari ayam itu membuat mata Vivy terbuka dengan lebar. Ini benar-benar makanan yang sangat inginkan, walaupun sebenarnya kurang sehat tidak masalah jika sekali memakannya.


"Sayang ini makanan terenak yang pernah aku makan sejak tadi pagi," ucap Vivy.


"Hahaha kamu bisa saja, ya tadi pagi kamu cuma makan salad, sekarang dapat ayam bakar madu ya jadi yang paling enak," kata Richard.


Richard pun duduk di samping Vivy, ia ikut makan bersama dengan Vivy.


"Besok bantu aku membersihkan rumah," ucap Richard.


"Oke aku akan membantu mu."


Richard sengaja mengajak Vivy, ia sudah tau bagaimana Vivy. Walaupun judul nya membantu Vivy hanya akan menemani nya, jadi Richard tidak khawatir kalau Vivy akan lelah.


"Sayang tadi Reni menghubungi ku, dia bertanya kabar kita," ucap Vivy.


"Terus apa lagi yang ditanya?"


"Tidak ada sih, hal hal kecil saja," ucap Vivy.


"Sayang kamu bukan nya sudah waktunya datang bulan," tanya Richard.


"Iya tadi setelah syuting aku sudah keluar," jawab Vivy.


"Sayang aku jadi tidak dapat jatah malam ini," ucap Richard.


"Hahaha iya sayang, tetap akan aku berikan servis kok tenang saja," kata Vivy. Walaupun sedang datang bulan servis tetap Masih berlanjut, Vivy mau melakukan apa saja asalkan sang suami mendapatkan bayaran yang sesuai setelah apa yang Richard lakukan sehari hari.


Setelah selesai makan Vivy membantu Richard mencuci piring, walaupun bukan pertama kalinya Vivy masih belum tahu apa saja yang harus dilakukan. Sekarang yang mulai belajar dan menghafal apa saja yang harus dilakukan saat mencuci piring.


"Agar tidak berminyak kamu gunakan sabun yang lebih banyak, karena sekarang kita habis memasak makan yang sangat berminyak. Dan jangan campurkan piring yang berminyak dengan gelas, takutnya gelas itu akan bau dan licin."


"Sayang kamu setiap hari melakukan hal seperti ini tidak lelah? Kamu sudah bekerja dari pagi sampai sore, kamu juga membuatkan ku sarapan, makan siang dan makan malam, kamu juga membersihkan rumah dan mencuci ****** ***** kita. Kamu juga yang membereskan kamar yang berantakan, dan kamu juga yang membersihkan kamar mandi. Kamu melakukan banyak hal sedangkan aku hanya santai-santai tidak pernah membantu kamu mengerjakan pekerjaan rumah," ucap Vivy.


"Semua aku lakukan agar istriku bisa selalu tampil cantik, seksi dan sedap untuk dipandang. Selagi aku tidak ada mengeluh tenang saja aku akan melakukannya dengan sangat baik, tetapi sewaktu-waktu jika aku mengeluh kamu harus memaklumi aku, terkadang ada waktunya manusia itu lelah dengan keadaan," kata Richard.


"Siap sayang." Vivy tersenyum manis pada Richard.

__ADS_1


Setelah kegiatan cuci piring selesai mereka berdua masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, untuk malam ini Richard tidak meminta jantan pada Vivy karena Vivy sedang datang bulan, ia juga sudah cukup lelah dan ingin langsung beristirahat.


Beberapa dengan Vivy yang memilih melanjutkan pekerjaan nya. Malam ini ia harus menyelesaikan satu episode drama yang sudah mereka buat, secepatnya ia ingin mengunggah drama itu di sebuah akun media sosial.


Sampai pukul 1 malam Vivy belum menyelesaikan kegiatan nya. Ia benar-benar serius mengerjakan drama ini agar hasilnya maksimal.


Tangan Richard mencari keberadaan sang istri, ia bingung kenapa Vivy tidak ada di samping nya.


"Sayang." Richard membuka matanya dan langsung mencari sang istri.


Mata Richard langsung tertuju pada Vivy yang sudah mengantuk tetapi memegang iPad di tangannya, Richard sangat tidak suka kalau Vivy sudah seperti ini, dia sudah bekerja dengan sangat keras agar Vivy tidak seperti ini. Sekarang malah Vivy mencari penyakit dengan mengerjakan hal yang bisa dikerjakan keesokan harinya.


"Sayang kalau kamu masih memegang iPad itu aku akan membantingnya sekarang juga," ucap Richard dengan suara yang kuat, hal itu sangat mengejutkan Vivy yang setengah tertidur.


"Aku belum menyelesaikan pekerjaanku sayang, sedikit lagi tetapi aku sudah sangat mengantuk," ujar Vivy.


"Sudah datang letakkan iPad itu dan sini tidur bersama denganku, aku sangat tidak suka kamu seperti ini ya, aku tidak mau kamu sampai seperti ini untuk kedua kalinya. Aku peringatkan pada kamu, batas jam kamu memegang handphone atau iPad aja sampai jam 10 malam, lebih dari jam 10 walaupun kamu belum ngantuk kamu harus tetap meletakkan handphone itu." Richard menarik iPad dari tangan Vivy dan peta karena di atas meja.


Dengan wajah ketakutan Vivy mendekati Richard memeluknya, ia langsung memejamkan matanya agar segera tertidur, dirinya tidak bisa melihat Richard karena begitu sangat menyeramkan. Melihat tatapan mata Richard saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.


"Jangan tidur dulu, aku belum selesai memarahi mu," ucap Richard.


"Jangan marah marah sayang."


"Kamu membuat ku kesal sayang, kamu benar benar ya. Masih banyak waktu yang bisa kamu gunakan untuk mengedit video," ucap Richard.


"Sayang maafkan aku ya, aku janji tidak akan melakukan hal yang sama," kata Vivy sambil mencium bibir Richard.


"Oke sekarang kita tidur." Richard mengusap rambut Vivy sambil memeluknya dengan erat.


***


Hari demi hari pun berlalu, Vivy sudah mengunggah video mereka di akun youtube sejak kemarin sore, tetapi sampai sekarang hanya beberapa orang yang menonton video mereka. Jujur hal itu membuat Vivy sangat sedih, kalau saja yang mau mempromosikan videonya itu di akun media sosialnya sudah pasti video itu akan sangat ramai. Tetapi sampai sekarang ia belum berani untuk mempromosikan video dari akun media sosialnya, ia sangat takut malah makin banyak hujatan yang mampir ke video itu.


Sebelum berangkat bekerja Richard berjalan menghampiri sang istri yang sejak pagi tadi terlihat murung tidak seperti biasanya, ia sudah selesai membuat sarapan untuk Vivy tetapi Vivy tidak kunjung keluar kamar.


"Kamu kenapa? Bukannya video yang kamu buat sudah jadi. Bagaimana hasilnya aku ingin melihatnya, atau apa videonya kamu hapus?"


"Sudah jadi sayang, sudah aku upload kok. Tetapi hanya sedikit yang menontonnya, sepertinya mereka tidak tahu jika aku membuat sebuah drama kecil di akun youtube. Yang menonton videonya hanya keluargaku dan orang-orang yang kukenal. Padahal hasilnya sangat bagus loh," ucap Vivy.


"Kamu jangan sedih dong, coba mana aku lihat videonya." Richard membuka handphonenya, meminta Vivy untuk mencarikan video mereka.


"Ini coba kamu tonton durasinya 2 menit. Kalau menurutku sangat bagus sekali, apalagi kamu sangat cocok berperan sebagai seorang cewek yang dingin, sebenarnya kalau aku mau aku bisa mempromosikan video ini di akun media sosial ku, tetapi aku tidak berani karena aku takut banyak hujatan yang akan datang padaku dan kamu. Aku sangat takut kamu malah mendapatkan dampak negatif dari video ini, mungkin tidak seharusnya aku membuat video seperti ini." Vivy menundukkan kepalanya, dirinya cukup sedih setelah mendapatkan respon yang tidak baik dari publik.


"Videonya sangat bagus sekali, kamu sangat berbakat membuat naskah dan mengeditnya. Aku sangat yakin kalau kamu mempromosikan video ini di akun media sosial kamu pasti akan langsung ramai, kamu tidak perlu takut pada hujatan yang akan datang pada kamu, mereka semua tidak akan tahu bagaimana perjuanganmu untuk membuat video ini. Kamu jangan khawatir juga pada dampak yang aku dapatkan saat kamu mempromosikan video ini ke akun media sosial kamu, aku tidak pernah peduli apa kata orang, karena apa yang orang katakan tidak pernah sesuai dengan apa yang ada. Aku tahu kamu dan kamu tahu aku kita tidak perlu mendengarkan semua perkataan orang yang buruk pada kita," ucap Richard.


"Jadi menurut kamu aku promosikan videonya di akun media sosial ku?"


"Lakukan saja, aku mendukung semua yang kamu putuskan," ucap Richard.


Memang sebagai suami ia harus memberikan kekuatan yang baik pada sang Vivy, kalau tidak Vivy tidak akan mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.


Setelah mendapatkan dukungan dari Richard, Vivy langsung mempromosikan video di akun media sosial nya, ini pertama kalinya ia membuka akun media sosial nya sejak masalah yang menimpa nya kemarin.


Dalam satu hari banyak respon yang Vivy dapatkan, beruntung hampir semua respon positif masuk ke dalam videonya. Vivy sangat bersyukur masih mempunyai penggemar yang setia padanya. Apa yang Richard katakan benar ia tidak perlu membaca komentar buruk untuk nya.


**


Beberapa bulan pun berlalu, mereka berdua masih menunggu kehamilan Vivy yang tidak kunjung datang, walaupun sudah berusaha selama beberapa lamanya sampai sekarang kedua mendapatkan hasil yang baik. Selama berbulan bulan sebisa mungkin Richard pernah menunjukkan keinginan nya untuk mempunyai anak di depan mata Vivy, semua ini agar tidak membuat pusing. Walaupun bukan salah Vivy, ia paham Vivy mendapatkan tekanan yang lebih besar dari pada dirinya.


"Sayang aku kok tidak hamil hamil ya. Ini datang bulan lagi. Aku takut kalau aku tidak bisa mempunyai anak," ucap Vivy.


"Sayang kamu sabar saja, jangan berkata yang tidak tidak, apalagi berpikir yang tidak tidak, aku yakin kamu pasti akan segera hamil. Aku juga tidak menuntut mu hamil dengan cepat, kamu sendiri yang ingin hamil cepat."


"Walaupun bibir kamu berkata seperti itu aku tau isi hati kamu sayang, aku sangat takut. Padahal konten kita semuanya berjalan dengan sangat baik dan lancar, aku kembali di sukai banyak orang tetapi untuk masalah kehamilan ini kenapa tidak berjalan dengan baik," kata Vivy.


"Sayang tidak mungkin semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kita, tidak semuanya hal berjalan dengan baik. Sudah berbulan-bulan kita tidak ada masalah dan hidup dengan baik, mungkin ini sedikit masalah yang pasti akan kita lalui seperti masalah sebelumnya," ucap Richard.


"Iya sayang, aku sangat bersyukur mempunyai suami seperti kamu, kalau tidak dengan kamu pasti aku sudah habis dituduh yang tidak tidak," kata Vivy.


"Sayang hari ini kamu free kan? Mau buat konten dengan aku tidak? Konten masak kok, konten yang kamu sangat suka," ucap Vivy sambil memasang wajah imut nya.


Richard tertawa melihat wajah Vivy yang begitu imut nya. Ia memang suka memasak tetapi tidak begitu suka di buat konten, untuk menuruti apa yang istri nya inginkan Richard pun menganggukkan kepalanya, artinya bersedia membuat konten masak bersama dengan Vivy.


Sambil bernyanyi jika tertawa masuk ke dalam dapur, ia akan mempersiapkan apa saja yang diperlukan untuk membuat konten nanti, karena bukan yang pertama kalinya ya sudah tahu apa saja yang diperlukan oleh Richard. Richard paling tidak suka kalau sudah membuat konten masak semua yang diperlukan tidak ada di atas meja, wajah yang tampan akan terlihat sangat jelas kalau ia sangat bete.


"Sayang sudah siap semuanya ayo kita mulai," ucap Vivy.


Sambil merapikan rambutnya Richard berjalan walau di dalam kamar, ia harus tetap tampan walaupun hanya membuat konten, ketampanan nya ini sangat berpengaruh dengan jumlah views yang akan masuk.


"Bagaimana sayang aku sudah sangat tampan belum?"


"Kamu sudah sangat tampan sayang, penggemarku akan sangat suka melihat kamu seperti ini," kata Vivy.


"Kalau begitu berarti itu penggemarku bukan penggemar kamu lagi," ucap Richard.


"Iya deh iya yang sudah mempunyai penggemar, Kamu tahu tidak mereka sangat suka kalau kamu membuat konten drama dengan aku," kata Vivy.


"Sayang itu bukan akal akalan kamu saja kan agar aku mau membuat konten dengan kamu," tanya Richard.


"Hahaha tidak sayang, sudah ayo ambil posisi. Hari ini kamu membuat makanan ayam kecap alah Richard," jawab Vivy

__ADS_1


Vivy mengatur kameranya dan Richard mengambil posisi, mereka berdua tugas dengan sangat baik. Setelah kamera menyala baru menunjukkan aksinya dengan baik, ia juga mungkin senyuman manis yang membuat para penonton nya terpesona dengan senyuman manisnya. Untuk menangkal Richard dari godaan pelakor Vivy selalu masuk ke dalam konten itu.


__ADS_2