Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Berenang.


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka berdua berjalan jalan ke sebuah mall yang tidak jauh dari tempat makan itu. Keduanya terlihat begitu dekat selayaknya sepasang kekasih.


Richard masih tidak menyangka Vivy mau dengan nya, padahal sebelum ia bertemu dengan Vivy di lokasi syuting ketiga ia tidak berharap Vivy memberikan respon seperti itu. Respon positif Vivy lah yang membuat Richard semakin berani untuk menjalin kedekatan dengan Vivy. Ia yakin apa yang ia rasakan saat jauh dari Vivy, Vivy rasakan juga saat jauh dari nya.


"Sayang," ucap Richard.


"Iya ada apa," tanya Vivy.


"Apa yang perlukan selema beberapa hari di tempat itu," tanya Richard.


"Tidak ada sih, semuanya sudah ada di sana, hanya kamu yang tidak ada," jawab Vivy.


"Aku tidak mungkin bisa di sana selalu, ini saja karena aku mendapatkan izin," ucap Richard.


"Hmmm ya sepertinya aku memerlukan sesuatu, aku memerlukan hoodie, kalau syuting malam di sana suka dingin," kata Vivy.


"Ayo kita cari," ucap Richard.


Saat sedang melihat lihat, Vivy menemukan tempat yang cocok untuk nya dan Richard, sebuah fotobox untuk mengandaikan momen bahagia ini.


"Kamu suka foto tidak," tanya Vivy.


"Aku hampir tidak pernah berfoto," jawab Richard.


"Pinjam uang."


Tanpa mengatakan apapun Richard memberikan dompet nya.


Segera Vivy menarik Richard ke tempat foto itu, sebelum masuk ia membayar dulu tiket masuk nya. Setelah membayarnya baru lah mereka berdua masuk ke dalam.


Vivy aku tidak bisa bergaya," ucap Richard.


"Kamu sudah tampan tidak perlu bergaya lagi," kata Vivy.


Untuk pertama kalinya Richard foto dengan Vivy, mereka berdua terlihat cukup canggung untuk menentukan gaya yang cocok.


"Richard kamu pria, kamu lebih bergairah gitu," ucap Vivy.


Richard membuang nafasnya dengan perlahan, ia memikirkan orang beberapa tema yang bagus untuk mereka berdua.


"Tema pertama yang hot, lalu yang kedua seperti pasangan yang baru jadian, yang ketiga lucu saja, pasti akan bagus," ucap Richard.


"Lakukan jangan hanya berbicara saja," kata Vivy.


Mereka berdua pun mulai bergaya, awalnya terasa cukup canggung, tetapi keduanya cepat beradaptasi dan bisa bergaya dengan baik.

__ADS_1


"Ternyata aku tampan juga ya," ucap Richard.


"Manusia seperti kamu mah aneh, sama ketampanan sendiri saja tidak tau," kata Vivy.


Setelah mengambil beberapa foto mereka berdua keluar dari dalam dengan foto yang begitu memuaskan. Richard dengan Vivy bangga dengan hasil foto mereka.


"Kalau di negara kita, kita tidak akan sebebas ini," ucap Vivy.


"Bagaimana bisa bebas, aku bersama dengan artis besar," kata Richard.


"Kamu sanggup tidak hidup dengan seseorang yang memiliki nama di masyarakat umum, seseorang yang mungkin akan selalu di jodohkan dengan lawan mainnya setiap ada film baru," ucap Vivy.


Richard menggenggam tangan Vivy. "Kalau aku sudah berani mendekatimu, itu berarti aku memikirkan semua resiko yang aku akan hadapi. Kita jalani semuanya dengan kebahagiaan."


"Ahhh.." Vivy langsung memeluk Richard, ia pernah menemukan pria seperti Richard. Ini pertama kalinya Vivy merasa begitu yakin dengan seorang pria.


Sesuai dengan yang Vivy inginkan mereka berdua melanjutkan perjalanannya untuk mencari hoodie, entah ada atau tidak yang terpenting mereka sudah berusaha dan menghabiskan waktu berdua.


"Penutupan syuting ada acara tidak," tanya Richard.


"Biasanya sih ada, kamu mau datang?"


"Tidak bisa, nanti malam aku sudah pergi meninggalkan negara ini," ucap Richard.


"Lah kamu sekarang dengan aku, kamu tidak ada persiapan dong," kata Vivy.


"Tidak heran sih, kamu memang sepriper itu.. Jadi waktu kita hanya sampai sore," tanya Vivy.


"Jam 7 aku akan mengantarkan mu, masih ada 3-4 jam. Setelah menemukan barang yang kamu mau, kamu ingin kemana?"


"Hotel," ucap Vivy.


"Ha??." Otak Richard langsung travelling kemana-mana.


"Hahaha tidak aku bercanda, ada satu hal yang sudah lama tidak aku lakukan, yaitu berenang. Kamu tau kan di sini itu panas sekali, jangan kan berenang aku saja tidak bisa berendam karena tempat yang terbatas," ucap Vivy.


"Kamu mau berenang, seperti nya aku tau tempat yang bagus," kata Richard.


"Aku tidak bawa baju ganti," ucap Vivy.


"Kita beli sekarang, aku akan mewujudkan apa yang kamu inginkan selama ini," kata Richard dengan penuh semangat.


"Ah kamu membuat aku meleleh," ucap Vivy.


"Meleleh?" Richard menaikan satu alisnya.

__ADS_1


"Tidak jangan kamu pikirkan."


Setelah berkeliling cukup lama, mereka berdua menemukan apa yang Vivy inginkan, kebetulan juga di tempat itu ada menjual pakaian berenang, Richard dengan Vivy langsung mengambil nya, mereka sudah tidak mempunyai banyak waktu lagi.


"Kamu dengan nya." Reni mengirimkan pesan pada Vivy.


Vivy langsung memfoto Richard dari samping, terlihat Richard sedang memilih hoodie untuk nya.


"Ah dia sangat tampan."


"Pantas saja kamu suka dengan nya, dia begitu tampan, puas puaskan kalian jalan dengan bebas, kalau sudah disini tidak akan bisa." Reni kembali membalas pesan Vivy.


"Siap buk bos." Vivy menambahkan emoticon love.


"Kamu mau ini," tanya Richard.


"Ya yang ini saja, kalau kamu yang milih aku pasti mau dan suka," jawab Vivy.


"Bisa saja," ucap Richard sambil mengambil hoodie yang ia pilih.


"Tampan," ucap Vivy.


Rico mendengar apa yang Vivy katakan, tetapi ia berusaha untuk cuek. Ia tidak ingin terlihat salah tingkah dengan pujian dari Vivy, seumur hidup nya ia memang sering dikatakan tampan oleh orang orang di sekitar nya, tetapi baru kali ini perkataan itu membuat nya hampir salah tingkah.


Setelah selesai membeli hoodie dan pakaian ganti mereka berdua langsung menuju lokasi berenang, beruntung Richard tau tempat nya, ia sekali ke tempat itu bersama dengan teman seperjuangan nya, ya walaupun ia tidak pernah ikut mandi.


"Di sini," ucap Vivy.


"Iya sepi karena ini bukan tempat umum, ini tempat khusus," kata Richard.


"Tapi boleh berenang kan," tanya Vivy.


"Boleh, itu ada beberapa orang yang berenang," jawab Richard.


Vivy baru sadar ada beberapa orang yang berenang di tempat ini dari postur tubuh nya seperti nya orang itu sama seperti Richard.


"Kalian satu pekerjaan ya," ucap Vivy.


"Hahaha ini tempat khusus kami," kata Richard.


"Kalau dia saja mempunyai tubuh yang bagus, bagaimana dengan Richard, otak ku kemana-mana," batin Vivy.


Vivy jadi tidak sabar untuk berenang, ia berharap Richard bertelanjang dada seperti orang orang yang lainnya, kalau ia tidak mungkin hanya memakai bikini, walaupun ada beberapa wanita yang memakai nya. Vivy belum berani untuk melakukan nya, ia sudah membeli pakaian berenang yang tidak terlalu terbuka tetapi tetap nyaman.


Mereka berdua masuk ke ruang ganti yang terpisah, saat keluar dari ruangan itu mereka berdua tertawa karena pakaian yang digunakan berwarna sama.

__ADS_1


"Richard aku pikir kami tidak memakai yang ini," ucap Vivy.


"Awalnya aku ingin memakai yang merah, tetapi tidak cukup, jadinya aaku pakai yang putih. Kamu yakin pakai yang putih," tanya Richard.


__ADS_2