Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Syuting


__ADS_3

Malam harinya, sesuai janji Vivy dengan Mario mereka berdua bertemu di sebuah tempat untuk membahas naskah yang akan mereka dialog kan keesokan harinya. Hal ini biasa dilakukan agar esok ketika proses syuting dimulai keduanya sudah tidak canggung dan tidak mengalami banyak masalah.


Walaupun keduanya memiliki karakter yang tidak cocok mereka berdua tetap profesional dalam bekerja, saat di tempat syuting karakter asli mereka harus disingkirkan sejauh mungkin. Sekarang mereka Vivy dan Mario lagi, tetapi karakter yang akan mereka mainkan.


"Dia datang, kamu yang memintanya ke sini?"


Vivy melihat ke arah belakangnya, ternyata yang dimaksud Mario adalah Richard. Emang dirinyalah yang meminta Richard agar datang ke tempat ini, ia memerlukan bantuan dari Richard.


"Oh iya aku memintanya untuk datang, tidak masalah kan?"


"Masalah aku tidak suka jika sedang serius seperti ini ada orang lain datang. Kenapa kamu meminta untuk datang?" Wajah Mario terlihat sangat tidak enak sekali.


"Aku meminta untuk datang karena jaringan di handphone ku hilang, Aku tidak tahu kenapa itu sebabnya aku ingin memintanya untuk membantuku memperbaiki handphone ku. Dia sangat pandai dalam berbagai macam hal."


Sebelum ke tempat itu Richard sudah bertemu dengan Angel, Angel memintanya untuk datang ke tempat itu. Angel juga sudah memberitahunya apa masalah yang Vivy alami, dan kebetulan ia cukup paham tentang handphone, jadi tidak ada salahnya ia datang untuk membantu Vivy.


"Malam nona, saya dengar handphone nona bermasalah," tanya Richard.


"Iya handphone aku sedang bermasalah tolong perbaiki, ya kalau tidak bisa jangan dipaksa juga nanti malah semakin rusak." Vivy memberikan handphone-nya pada Richard.


"Saya akan usahakan agar tetap bisa digunakan." Richard mengambil handphone itu dan berjalan menjauh dari mereka berdua, dirinya tidak mau mengganggu apa yang Vivy dan Mario lakukan.


"Sudah ayo lanjut lagi nanti keburu malam kita tidak menyelesaikan ini," ucap Vivy.


Mario dengan Vivy pun melanjutkan pekerjaan mereka berdua, keduanya kembali fokus dengan naskah yang ada.


Dengan cepat Richard berhasil memperbaiki handphone Vivy yang bermasalah. Sebenarnya tidak ada yang rusak dari handphone Vivy, hanya saja Vivy tidak mengatur jaringan yang sesuai. Ia pun berjalan mendekati Vivy untuk memberikan handphone itu pada pemilik nya.


"Sudah cepat sekali?"


"Tidak ada yang rusak nona, Nona hanya lupa membawa mengatur jaringan yang sesuai, sekarangkan nona sedang ke luar negeri," ucap Richard.


"Terima kasih, kamu keren," ujar Vivy.


"Sudah kita selesaikan sekarang, terlalu banyak gangguan aku tidak bisa fokus." Mario beranjak dari tempat saya dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Maaf jika saya mengganggu nona, saya tidak ada maksud," ucap Richard.


"Hahaha tidak papa, kamu tidak menganggu kok, dia memang seperti itu," kata Vivy.

__ADS_1


"Kamu mau langsung kembali ke tenda," tanya Vivy.


"Tidak, saya ingin makan," jawab Richard.


"Oh iya, di sana sedang banyak makanan ya. Ayo kita ke sana, aku juga ingin," kata Vivy.


"Sepertinya makanan khusus untuk nona sudah diantar ke tenda, ingat Nona di sana tidak ada makanan yang sehat."


"Kau langsung membuatku khawatir, ya sudah aku kembali ke tenda besok bangun pagi kita berangkat ke lokasi syuting pertama." Vivi berjalan pergi meninggalkan Richard.


***


Keesokan pagi nya, hari ini mereka akan mulai syuting untuk yang pertama kalinya. Richard dengan Angel bekerja sama untuk mempersiapkan keperluan Vivy, mereka berdua ikut kemanapun Vivy pergi.


"Ah panas nya," ucap Vivy.


"Di sini memang panas, aku tidak kuat sebenarnya," kata Angel.


"Kipas ini tidak cukup besar," tanya Richard.


"Tidak terasa untukku," jawab Vivy.


"Vivy… Mario ambil posisi.."


Dari kejauhan Richard melihat bagaimana Vivy syuting, semuanya terlihat sangat sempurna. Ia jadi paham kenapa Vivy bisa menjadi besar seperti sekarang ini.


"Dia sangat pintar, padahal kami berlatih hanya beberapa hari saja," ucap Richard.


"Mario terlihat sangat keren dan gagah." Angel malah salah fokus dengan lawan main nona nya. Ia paling tidak bisa melihat pria seperti Mario.


"Mereka pasangan yang sangat cocok," ujar Richard.


"Kamu mematahkan hati ku," ucap Angel.


"Jangan terlalu banyak berkhayal, itu tidak baik untukmu."


Syuting hari pertama berjalan dengan sangat lancar, tidak ada kendala yang membuat syuting tertunda. Hanya saja cuaca di sini sangat panas sekali, meskipun sudah di dalam tanda terasa masih sangat panas.


"Ah sudah sore begini masih saja panas, kemarin tidak begini," ucap Vivy.

__ADS_1


"Iya nona, baru hari pertama," kata Angel.


Richard berjalan menuju tenda Vivy ia membawa sesuatu yang bisa memperbaiki keadaan. Tadi ia mendapatkan pesan dari Angel jika nona mereka sedang kepanasan.


"Permisi," ucap Richard.


"Richard, buka itu kamu diam saja," kata Vivy.


"Iya nona." Segera Angel membuka pintu tenda itu.


"Masuk saja," ucap Angel.


Richard pun masuk ke dalam tenda itu.


"Apa yang kamu bawa," tanya Vivy.


"Ini kipas angin di tempat saya, sudah saya modifikasi. Tadi malam saya tidak bisa tidur, karena saya tau cuaca di sini sangat panas saya memutuskan untuk memodifikasi kipas ini. Sekarang bisa digunakan."


"Ha.." Vivy tidak mengerti dengan apa yang Richard katakan.


Richard mulai memasang kipas angin di bawa, ia mengambil air dingin dari dalam kulkas dan menuangkannya ke dalam tempat khusus. Setelah semuanya sesuai, Richard mulai menghidupkan nya.


"Wah keren," ucap Vivy.


"Ah dingin nya, kamu pintar Richard," ujar Angel.


"Agar tetap dingin masukkan saja es batu ke dalam sini, terus jangan lupa untuk mengisi airnya agar tidak habis."


"Lalu kamu bagaimana? Kalau ini ada di sini di tempat kamu panas dong?"


"Saya bawa kipas nona, saya buat seperti ini nanti kita tukar ya," ucap Richard.


"Oh ya sudah bawa saja aku ingin istirahat di sini rasanya segar sekali."


Vivi semakin tidak menyesal membawa Richard ke sini, Richard memang dapat membantunya dan menyelesaikan semua masalah yang ada. Ia akan minta Reni menambah uang bayar untuk Richard, karena memang Richard sangat berguna di sini.


Richard pergi meninggalkan tenda itu, dia pergi sambil membawa kipas besar milik Vivy dan Angel. Saat mulai turun ke bawah ia berpapasan dengan Mario yang menatapnya dengan tatapan dan tidak sedap.


"Kau terus mendekati Vivy, kau suka dengannya?"

__ADS_1


Richard sangat terkejut mendapatkan pertanyaan itu, Ini pertanyaan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.


"Bagaimana tuan bisa berpikir seperti itu? Saya hanya bekerja sesuai dengan kapasitas saya, saya tidak pernah mendekati nona Vivy karena saya sadar siapa saya dan siapa dia. Saya tidak ingin memakan gaji buta, Saya hanya ingin bekerja sebaik mungkin agar nona kecewa telah membayar saya," ucap Richard.


__ADS_2