Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Jenis kelamin


__ADS_3

Setelah menemukan mesin cuci piring yang mereka inginkan, mereka meminta agar pemilik toko langsung memasangnya di rumah. Richard sudah tidak sabar mencuci menggunakan mesin cuci piring itu, karena mencuci piring menggunakan tangan benar-benar menguras kesabarannya.


"Yang wajahnya sumringah habis membeli mesin cuci piring baru," kata Vivy.


"Hahaha makasih sayang, aku akan lebih semangat membuat konten lagi bersama denganmu," kata Richard.


"Itu harus dong, ingat kita masih 2 tahun lagi di sini, kita harus membuat konten dengan penuh semangat agar saat kita pulang ke rumah nanti kita sudah mempunyai tabungan yang banyak, kalau sudah mempunyai tabungan yang banyak kan kita tidak perlu takut di kalau pekerjaan kita terkena masalah, masalah tidak ada di kalender jadi lebih baik kita bersiap-siap terlebih dahulu," ucap Vivy.


Richard menganggukan kepalanya, ia sangat setuju apa yang Vivy katakan, dirinya juga sudah mempunyai rencana untuk pensiun dini agar bisa lebih fokus pada istri dan anaknya nanti, dirinya akan mencari pekerjaan baru yang tidak membuatnya harus berpisah dengan mereka berdua.


Setelah membeli mesin cuci piring mereka pun langsung pulang ke rumah, duanya tidak enak terlalu lama meninggalkan rumah sedangkan di rumah sedang ada tamu.


Sesampainya di rumah Richard dan Vivy memilih untuk beristirahat sejenak, mereka berdua terlihat cukup lelah, terlebih lagi Richard dari subuh tadi dirinya tidak ada berhenti bergerak. Tidak bisa dibayangkan bagaimana lelahnya pria ini, padahal kemarin ia juga pulang malam.


"Kamu ambil cuci berapa hari sayang? Seminggu ya?"


"Iya aku mengambil cuti satu minggu, kalau aku bekerja kamu akan mengerjakan semuanya sendiri, walaupun pasti Reni akan membantu tetap saja aku tidak ingin kamu bekerja walaupun hanya mengerjakan pekerjaan rumah," ucap Richard.

__ADS_1


"Suamiku begitu perhatian padaku, karena kita pasti akan sangat bangga mempunyai ayah seperti kamu," kata Vivy.


"Iya kan sangat bangga mempunyai Ibu seorang artis dan ayah seorang tentara," ucap Richard sambil mengusap perut istrinya.


"Sayang, kamu ingin kita tahu jenis kelamin anak kita dalam waktu dekat ini atau nanti saat dia sudah lahir saja," tanya Vivy.


"Aku sih terserah kamu, kalau memang kamu ingin tahu jenis kelamin anak kita dengan cepat, aku tidak masalah. Kalau kamu ingin surprise saat melahirkan nanti, aku juga tidak masalah, semua keputusan di tangan kamu," jawab Richard.


"Lah kok gitu sih, kan kamu juga ayahnya, masa semua keputusan di tangan aku."


"Tidak apa-apa sayang, aku sangat percaya dengan keputusan kamu, yang membawa anak itu ke sana ke sini selama 9 bulan, jadi kamu lebih banyak mempunyai hak daripada aku," kata Richard.


Malam harinya setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga, terlihat dengan jelas mereka berempat sedang merencanakan sesuatu.


"Tapi kalau kalian mau saja ya, kalian kan sudah lama di sini mungkin kalian sudah bosan, kami mah baru datang dan ingin refreshing pikiran," ucap Reni.


"Kalau aku sih ikut saja, aku juga jarang jalan-jalan di sini, tapi itu kalau suamiku mau, kalau dia tidak mau ya sudah kalian sajalah yang pergi," kata Vivy.

__ADS_1


"Kalau kamu mau ya ikut sayang, kalau kamu ikut ya sudah pasti aku ikut juga, tidak mungkin aku tidak mengizinkan kamu kalau kamu mau," ucap Richard.


"Oke berarti kita besok mulai jalan-jalan, karena kalian sudah tahu tempat di sini kalianlah yang membawa kami mengelilingi kota ini," kata Reni.


"Kami berdua sama-sama tidak terlalu mengerti kota di sini, kami juga jarang keluar, paling kalau keluar hanya ke pusat kota dan ke mall saja. Besok kita cari sama-sama tempat yang bagus, Nanti malam aku juga akan bertanya pada temanku mana tahu dia tahu tempat yang menarik untuk kita datangi," ucap Richard.


"Apa mobilku cukup untuk kita semua? Kalau tidak nanti aku cari mobil lain," tanya Richard.


"Sangat cukup sekali, mobilmu cukup besar dan kita hanya empat, Adam mah bisa duduk di mana," kata Reni.


"Sayang mobil sudah kamu servis kan, waktu itu AC kurang kuat dingin."


"Tadi kan kamu sudah menaikinya, kenapa masih tanya lagi," ucap Richard.


"Hehehe iya aku lupa, mobilnya sudah sangat nyaman kok. Kalau berkeliling di tempat-tempat ini saja mah sudah sangat cukup, besok kita berangkat dari pagi saja agar bisa berkeliling banyak tempat," ujar Vivy.


"Memang harus berangkat pagi, Richard kamu besok jangan memasak ya. Kita makan di luar saja, kami tidak enak terlalu merepotkanmu, makananmu mah enak sekali," ucap Reni.

__ADS_1


"Ya sudah kalau itu mau kalian, aku besok tidak akan memasak. Tapi kalau bisa ya setelah jalan-jalan kita tetap akan di rumah, aku sudah membeli bahan makanan yang sangat banyak, sayang kalau tidak digunakan," kata Richard.


"Ya sudah tidak papa asalkan tidak merepotkanmu," ucap Reni.


__ADS_2