
Pukul 7 malam Vivy dengan Mario duduk bersama, mereka berdua akan menyambut kedatangan orang penting yang datang ke lokasi syuting mereka. Sebelum orang itu datang keduanya di brifing terlebih dahulu agar tau apa yang harus mereka lakukan.
"Oh begitu, hanya memberikan bunga saja," ucap Vivy.
"Kamu dari pada tadi," tanya Mario.
"Dari depan sana.. Apa ada syuting tambahan," tanya balik Vivy.
"Tidak ada, aku hanya mencari kamu," jawab Mario.
"Mereka datang, bersiap siap lah."
Vivy dan maryono langsung mengambil tempat mereka, keduanya berdiri dengan membawa buket bunga yang sudah di siapkan.
Vivy melihat beberapa mobil tentara mendekati mereka semua, hal itu langsung membuat Vivy teringat akan Richard. "Andai dia ada di sini betapa bahagianya aku," batin Vivy.
Satu persatu orang keluar dari dalam mobil itu, beberapa orang penting terlihat di jaga ketat oleh prajurit yang menggunakan pakaian lengkap, mereka semua berjalan mendekati Vivy dan yang lainnya.
"Kita berikan pada siapa," tanya Vivy.
"Dua orang di tengah," jawab Mario.
__ADS_1
Vivy dan Mario juga berjalan mendekati mereka, keduanya memberikan buket bunga itu pada dua orang yang berdiri di tengah tengah prajurit, Vivy dan Mario yakin dua orang ini orang yang paling berpengaruh diantara yang lainnya.
Saat kembali ke posisi nya Vivy berpapasan dengan pria yang tidak asing di mata nya, segera Vivy melihat ke arah pria itu.
Mata Vivy terbelalak melihat Richard tepat berada di samping nya, ia hampir berteriak tetapi Richard memberikan kode agar Vivy jangan sampai melakukan hal itu.
Vivy kembali ke tempat nya dengan suasana hati hanya senang, matanya tidak henti henti nya menatap Richard yang begitu gagah menggunakan pakaian tentara nya. Ini pertama kalinya Vivy melihat Mario menggunakan pakaian itu.
Acara berlanjut dengan makan malam bersama dengan orang orang penting di tempat ini, tidak ada artis yang ikut karena memakai mereka tidak tau apa yang akan di bahas. Ini juga menjadi kesempatan emas Vivy untuk bertemu dengan Richard.
"Vivy kamu sudah makan? Kalau belum ayo makan dengan ku."
"Maaf Mario aku sedang diet, aku tidak makan malam," ucap Vivy sambil menatap layar handphone nya, ia mendapatkan pesan dari Richard.
"Aku harus kembali ke tenda bye bye." Vivy berlari meninggalkan Mario, hal itu membuat wajah Mario begitu kesal.
Di belakang tenda Vivy melihat sekelilingnya, tetapi ia tidak menemukan keberadaan pria yang ia rindukan. Tiba tiba dari arah belakang Richard datang dan langsung memeluk Vivy dengan erat.
"Aku mendapatkan mu," ucap Richard.
"Ahh Richard.." Vivy membalik tubuh nya dan membalas pelukan hangat Richard.
__ADS_1
"Di dalam saja." Vivy meminta Richard masuk ke dalam tendanya agar mereka lebih aman.
Mereka pun masuk ke dalam tenda itu, keduanya masih berpelukan dengan erat. Setelah berpisah mereka sadar dengan perasaan masing-masing.
"Aku begitu merindukan mu," ucap Vivy.
Tanpa mengatakan apapun Richard yakin pasti Vivy tau jika ia juga sangat merindukan Vivy.
"Kamu tidak merindukan ku," tanya Richard.
"Perkataan saja tidak cukup untuk memberitahu mu seberapa rindu nya aku pada mu," ucap Richard.
"Aku lelah berdiri," kata Vivy.
Sambil tersenyum Richard menggendong Vivy ke arah sofa, ia meletakkan Vivy di atas pangkuan nya.
"Kamu sengaja ke sini," tanya Vivy.
"Aku tidak tau mendapatkan tugas ini, saat mereka bilang lokasi syuting aku langsung sadar ini pasti tempat kamu."
"Richard kamu tidak papa berduaan dengan ku di sini?"
__ADS_1
"Aku ada waktu dua jam, setelah itu aku akan kembali. Lusa aku akan menjemput mu, kita jalan jalan bersama," ucap Richard.