
"Aku harus bersiap siap, aku belum mandi," ucap Richard.
"Mandi dengan aku sini," kata Vivy.
"Sayang berhenti menggoda ku," ucap Richard.
"Hahaha maaf sayang ku, ya sudah kamu siap siap ya.. Aku juga mau masuk ke kamar, kamu mau hadiah," tanya Vivy.
"Perlihatkan pada ku," ucap Richard.
Vivy sedikit menurunkan kamera nya, hal itu membuat mata Richard terbuka dengan lebar, walaupun masih tertutup dengan baik Richard sudah dapat menduga bagaimana bentuknya.
"Sudah bye bye. Pacar akan selingkuh jika tidak diberikan hadiah." Vivy memutuskan sambungan video call itu, ia hidup di perkotaan pergaulan seperti ini sudah biasa.
Richard menelan air ludah nya dengan kasar, ia belum pernah berpacaran sampai sejauh ini. Setelah bertahun-tahun jomblo, sekarang ia mendapat pacar yang sangat menggoda imannya.
"Hey begitu saja bangun, kau sudah biasa melihat yang seperti itu. Baru melihat yang di tutup saja sudah bangun," ucap Richard.
Richard memutuskan untuk langsung mandi, otaknya benar benar sedang tidak benar sekarang. Lebih baik ia segera membersihkan otak dan tubuh nya, ia berharap bisa menahan semuanya sampai ia benar benar menikah dengan Vivy.
Setelah selesai mandi, Richard langsung berantakan ke rumah orang tuanya. Sekarang ia sendang mendapatkan rezeki yang berlimpah, bonus dari pekerjaan nya selama ini sudah keluar, bonus itu berkali-kali lipat dari gajinya yang sebenarnya sudah besar. Gaji yang Vivy berikan saat menjaga Vivy waktu itu juga masih tersisa, walaupun ia sudah membayar semua biaya rumah sakit keluarga nya.
Selain akan memberikan uang itu pada orang tuanya, ia akan menabung untuk masa depan nya bersama dengan Vivy. Ia mempunyai istri yang jauh di atas nya, kalau tidak mempunyai tabungan yang banyak akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.
****
Setelah beberapa hari di Villa pagi ini Vivy kembali ke kota, karena malam nanti ia akan menghadiri premier filmnya, walaupun jarak Vila ke kota tidak begitu jauh, Vivy berangkat pagi karena ia harus mempercantik diri. Apalagi ia akan bertemu dengan sang pacar yang sudah beberapa minggu berpisah.
Vivy tidak ke apartemen nya lagi, sebelum premier ia akan melakukan jumpa media, jadi sekarang Vivy langsung menuju ke tempat itu. Sebelum sampai di tempat itu sudah pasti Vivy memberikan kabar sang pacar, ia ingin nanti Richard benar-benar datang.
__ADS_1
"Iya sayang kamu sudah dalam perjalanan," ucap Richard.
"Iya aku sedang dalam perjalanan, kamu dimana?"
"Aku di pasar, lagi belanja," ucap Richard.
"Sayang kok masih di sana sih, kamu jadi datang tidak sih," tanya Vivy.
"Hahaha iya aku datang, nanti siang aku berangkat ke kota. Aku sudah berjanjian dengan Angel, kamu tenang saja," jawab Richard.
"Nanti jangan bermesraan dengan Angel, awas saja kamu macam-macam," ucap Vivy.
"Iya sayang. Aku tidak akan melakukan nya, oh iya sayang apa aku tidak bisa bertemu dengan mu berdua?"
"Aku mempunyai ruangan khusus, nanti kamu dan Angel bisa masuk ke ruangan itu. Ya sudah sebentar lagi aku sampai, kalau ingin menonton ku jam 2 siang. Di channel tv terbesar," ucap Vivy.
"Aku akan menonton nya."
Pukul 2 siang, sesuai dengan apa yang Richard katakan tadi, ia benar-benar menonton pacar nya di televisi. Ia sangat bangga dengan sang pacar yang begitu sukses, apalagi Vivy terlihat sangat cantik. Beruntung sekarang, tidak lama lagi ia akan sampai di kota, dirinya tidak akan terlambat menghadiri acara malam ini.
"Dia cantik, berbakat, pakaian nya tertutup, aku beruntung mendapatkan nya," batin Richard.
Sepanjang perjalanan Richard hanya melihat siaran langsung Vivy, wajahnya tidak pernah berhenti tersenyum melihat bagaimana cantik dan pintar nya sang pacar.
Pukul 7 malam, Richard dengan Angel sudah dalam perjalanan ke tempat premier film Vivy, mereka berdua berangkat lebih awal agar bisa bertemu dengan Vivy. Sebelum orang lain Richard ingin memberikan selamat terlebih dahulu pada Vivy.
"Di sana," ucap Reni.
"Kamu masuk sendiri saja, tidak ada orang lain kok di dalam sana, nona juga sudah menunggu kamu," ucap Angel.
__ADS_1
"Oke.." Richard berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Ia sendiri sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang kekasih.
"Sayang.." Richard berjalan mendekati Vivy yang sudah menunggu nya sejak tadi.
"Ahh akhirnya kamu datang." Vivy langsung memeluk Richard.
"Sayang pakaian kamu terlalu seksi, dada kamu terlihat aku tidak suka."
"Sayang suka tidak suka kamu harus suka, ini sudah disiapkan oleh stylish ku. Tidak mungkin aku mengganti nya," kata Vivy.
"Ini terlalu terbuka, belahan dada kamu terlihat. Aku tidak suka sayang, aku saja tidak pernah melihat begini, masa orang lain melihat nya."
"Sekarang kamu melihatnya lebih dulu. Ini untuk red carpet saja. Nanti kalau aku sudah selesai sesi foto, aku akan menutup nya dengan jas. Kamu jangan marah marah dong, setelah ini kita akan ke rumah ayah ku, kamu minta restu untuk menikahi ku," ucap Vivy.
"Menikah menikah, memang kamu sudah siap menikah dengan ku?"
"Sudah sangat siap.. Tapi bohong, bagaimana sayang apa aku sudah cantik?"
"Kamu sangat cantik sekali sayang, benar benar sangat cantik sekali." Richard mengecup dahi Vivi, ia tidak berani ke bibir Vivy karena Vivy sudah tampil begitu cantik nya.
"Pinjam jas kamu," ucap Vivy.
Tanpa mengatakan apapun Richard melepaskan jasnya, beruntung ia menggunakan kemeja putih di dalam jas itu, sehingga walaupun ia tidak menggunakan jas ia tetap bisa tampil rapi dan menawan.
"Kamu buka dua kancing atas kemeja kamu, jangan terlalu rapi. Sedikit seperti badboy," kata Vivy.
"Sudah jangan banyak berbicara, aku harus keluar. Nanti setelah acara selesai aku langsung ke mobil kamu."
"Iya tunggu aku di dalam mobil, kita langsung ke rumah ayah aku. Sebelum Richard keluar Vivy kembali memeluk Richard, rasanya ia ingin terus memeluk pria ini.
__ADS_1
Acara pun dimulai, sebelum ke acara utama sudah pada ada sesi foto bersama dengan pemain yang lainnya. Jujur hati Richard terasa sangat panas, Vivy menggunakan pakaian cukup seksi, bahkan di matanya begitu seksi, ia sendiri saja tidak pernah melihat apa yang menjadi kebanggaan Vivy. Malam ini walaupun hanya sedikit terlihat semua orang dapat melihat nya, hati Richard benar benar tidak terima walaupun hanya sedikit saja.