
Richard keluar dari dalam kamar untuk menemui anaknya, ia hanya memakai dalaman saja karena terburu-buru. Richard takut anaknya malah melakukan hal yang membahaya.
"Sayang anak ayah sudah pulang dari rumah nenek." Richard langsung menggendong anak itu.
"Ayah.. Ayah dengan mamah tadi sedang apa," tanya Chris.
"Sedang membuat adik, kamu mau adik kan?"
"Mau… Mana adiknya," ucap Chris dengan sangat semangat.
"Sabar sayang, mana mungkin bisa langsung jadi, sekarang ayo kita masuk kamar, kamu mengantuk tidak?"
"Tidak, tadi aku sudah tidur. Sekarang aku aku lapar yah."
"Ya sudah kita masuk kamar dulu nanti ayah akan mengambil makanan untuk kamu," ucap Richard.
Di dalam kamar mandi Vivy sedang memikirkan apa yang Richard katakan tadi, apa ya ia rasakan sekarang seperti apa yang ia rasakan saat sedang mengandung Chirs, ia takut kalau dirinya benar benar sedang hamil.
"Tetapi kalau memang hamil juga tidak masalah sih, Richard juga sudah ingin menambah anak. Dan Chris juga sudah besar, saya juga mau mempunyai adik lagi," ucap Vivy.
__ADS_1
"Sayang kamu masih lama tidak di dalam, aku ingin mengambilkan Chirs makanan.." Richard berteriak di luar kamar mandi.
"Iya sayang ambil saja, aku tidak lama lagi kok," ucap Vivy.
"Kamu tunggu sini ya sayang, ayah akan mengambilkan makanan untuk kamu."
"Iya yah."
Richard memakai celana pendek nya dan langsung berjalan keluar dari dalam kamar, kalau tidak ada pembantu di rumah ini Richard berani tidak memakai apa apa, sayang sekali di rumah ini sudah ada pembantu yang bisa berpapasan dengan nya waktu waktu.
"Apa makanan anakku sudah matang," tanya Richard pada pembantunya sedang sibuk di dapur.
Setelah mendapatkan makanan itu dengan cepat Richard langsung pergi meninggalkan dapur, ia hanya menggunakan celana pendek saja, ia tidak mau para pembantu nya melihat tubuh kekar nya ini, hanya Vivy yang boleh melihat semuanya.
"Sayang kamu kok sudah pulang, bukan nya kata kakek nanti sore pulangnya."
"Kata kakek dia mau bekerja mah, di rumah tidak ada orang jadi aku kembali ke rumah mama," ucap Chris.
"Oh begitu, sekarang kamu lapar kan? Tunggu sebentar ya Ayah sedang mengambilkan makanan untuk kamu."
__ADS_1
"Mamah kata ayah tadi, mamah dengan Ayah sedang membuat adik. Dimana adik ku," tanya Chris.
*Sayang jangan dengarkan kata ayah," ucap Vivy sambil mengusap wajah anaknya. Ia heran kenapa Richard mengatakan hal itu pada anak mereka.
Tak lama Richard kembali dengan membawa makanan di tangannya, ia mengambil alih makanan itu kan ayah yang akan menyuapi Chris makan.
"Ayah tidak pergi bekerja," tanya Chris.
"Tidak sayang hari ini ayah libur, mamah kamu sedang tidak enak badan," jawab Richard sambil berbaring di atas tempat tidur.
"Sayang nanti kita ke rumah sakit ya, sekaligus aku ingin memeriksakan kamu."
"Tidak perlu sayang aku tidak sakit, ke rumah sakit hanya membawa waktu saja," ucap Vivy.
"Aku juga ingin memeriksakan kandungan kamu. Kamu jangan ngebantah kau sayang," ujar Richard dengan memberikan tatapan Elang nya.
Vivy hanya bisa menelan air ludahnya dengan kasar tanpa bisa menolak lagi, tatapan itu benar benar membuat nya tidak bisa berbicara.
"Ya sudah deh, mana tau aku hamil beneran," ucap Vivy.
__ADS_1