Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Tergoda


__ADS_3

Sekitar pukul 07.00 malam akhirnya Vivy pulang ke rumah, ia pulang dengan membawa berbagai macam makanan enak untuk anak dan suaminya. Ini juga sebagai ucapan maaf pada mereka berdua karena ia bekerja terlalu lama, padahal Richard sudah memberikan peringatan agar Vivy tidak bekerja sampai malam seperti ini.


"Sayang aku pulang." Vivy berjalan mendekati anak dan suami yang sedang bermain bersama.


"Ayah mama pulang," ucap Chirs.


"Iya sayang, kamu lagi main ya, ada yang ingin ayah dan mama bicarakan berdua." Richard bangkit dari tempat duduknya dan langsung mendekati Vivy.


"Sayang kamu kenapa?"


"Sudah jam berapa sekarang? Ini sudah lewat sore hari, anak kamu sudah berjanji padaku tidak akan sampai malam seperti ini," ucap Richard sambil membawa Vivy ke sebuah tempat, ia tidak mau anaknya mendengar pertengkaran mereka berdua.


"Sayang kan aku bekerja, aku juga berekspektasi jika pekerjaanku sampai malam begini, aku sudah berusaha untuk cepat menyelesaikan pekerjaanku tetapi tetap saja selesainya malam hari," kata Vivy.


"Kalau begitu kenapa kamu tidak memberikanku kabar, aku khawatir pada kamu, aku sudah menghubungi kamu tetapi nomor kamu tidak aktif, aku juga sudah mengirimkan pesan pada Reni dan Reni tidak mau membalasnya, terus aku harus apa lagi aku harus menghampiri kamu," ucap Richard.

__ADS_1


"Ah maaf sayang aku lupa memberikan kamu kabar, tadi handphoneku aku matiin agar tidak ada yang mengganggu," kata Vivy.


"Iya memang aku sangat mengganggu."


"Sayang bukan begitu." Vivy mengecup bibir Richard dan memeluknya dengan erat.


Richard membuang nafas dengan perlahan. "Aku hanya khawatir pada kamu, aku tidak mau kamu sakit karena terlalu sibuk bekerja, dan tolong berikan waktu kamu untuk anak kita, jangan biarkan dia kehilangan kamu di masanya sekarang," ucap Richard.


"Iya sayang aku mengerti maksud kamu baik, aku berjanji untuk kedepannya aku bisa lebih mengatur waktu lagi, aku juga tidak mau kehilangan masa-masa indah bersama dengan anak kita," kata Vivy.


"Yah aku juga sudah membawa makanan, makananku sepertinya tidak akan disentuh karena kamu sudah masak," kata Vivy.


"Ya nanti kalau tidak habiskan ada pembantu dan satpam apa yang bisa makan, kalau makanan kamu tidak perlu khawatir tidak akan terbuang."


Vivy pun langsung membersihkan dirinya, setelah selesai ia kamu dengan anak dan suaminya di ruang makan, mereka bertiga akan makan malam bersama.

__ADS_1


"Wah sepertinya sangat enak ini," ucap Vivy.


"Iya enak dong, lihat anak kita makan dengan sangat lahap," kata Richard.


"Bagaimana memaksakan ayah enak sayang?"


Chris menaikkan jempol nya, rasanya memang sangat enak sekali.


"Sayang aku mau tanya deh. Kamu sudah meminta pembantu itu untuk membuat makanan untuk Chirs, soalnya tadi saat kamu pergi mereka sudah membuat makanan untuk anak kita."


"Iya sayang aku sudah meminta mereka untuk mengurus dapur, termasuk Mama makanan untuk kalian berdua. Kamu kan sudah mengurus anak ini, kalau kamu masak nanti kamu akan kelelahan," ucap Vivy.


"Sebenarnya tidak perlu saya, aku bisa mengurus semuanya sendiri, tetapi karena kamu sudah menyuruh mereka ya sudah tidak masalah, Jangan lupa untuk menambah gaji mereka," kata Richard.


"Itu sudah pasti kok, dan kamu jangan macam-macam ya. Memang ada yang cantik, awas aja kamu sampai tergoda padanya," ucap Vivy.

__ADS_1


__ADS_2