
Setelah kebangkitan itu Vivy beraktivitas seperti biasanya, ia melanjutkan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda, dari produksi seriesnya sampai dengan mengambil beberapa job di televisi sebagai bentuk promosi series yang ia produksi ini, sampai sekarang juga media belum tahu tentang kepergian suaminya, Vivy begitu tertutup tentang keluarganya dirinya tidak akan mau menyampaikan semua yang secara langsung, mungkin nanti perwakilan dari agensi atau keluarganya yang akan menyampaikan semua ini. Tidak mungkin juga ia akan memendam semua ini selamanya, hidup tetap harus berjalan dan media juga harus tahu tentang kepergian suaminya, karena sebelumnya media juga sudah tahu jika dirinya menikah.
Hari ini hari pertama promosi Vivy bersama dengan beberapa artis pemain yang ada di dalam seriesnya, mereka mengunjungi salah satu stasiun TV terbesar, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun lamanya Vivy kembali ke stasiun TV ini, beberapa undangan sempat masuk kepadanya saatnya kembali ke dunia hiburan tetapi ia menolaknya karena ada beberapa orang yang tidak suka dengan kedatangannya kembali, untuk sekarang ia menyampingkan egonya demi kebaikan bersama.
Dan kebetulan pula Vivy bertemu dengan Mario, sampai sekarang Mario kita masih belum menikah, dan tidak ada yang berubah dari pria itu. Senang dan canggung bercampur menjadi satu, sebelumnya mereka juga tidak ada masalah jadi saat bertemu kembali keduanya tetap mengobrol seperti saya ke teman.
"Bagaimana anak dengan suami? Aku dengar kamu sudah punya anak kan," tanya Mario, sejujurnya ia masih belum ikhlas Vivy menikah dan mempunyai anak. Apalagi seseorang itu adalah Richard yang pernah sedikit bertengkar dengannya.
"Sangat baik, karirmu semakin maju saja ya. Gimana sudah ada pasangan belum?"
"Hahaha itu karena aku memutuskan untuk fokus pada karirku, berbeda dengan kamu yang fokus pada keluargamu. Hmmm sampai sekarang aku belum mempunyai pasangan yang pasti, aku masih sulit move on dari kamu," ucap Mario.
"Ah kamu bisa saja, kan banyak lawan main yang lebih cantik dari aku, aku sudah menikah segeralah move on dariku," kata Vivy.
"Nona ayo cepat, sebentar lagi programnya akan tayang dan Anda harus segera ke sana."
"Oke aku akan ke sana, kalau begitu aku pergi dulu ya senang bertemu denganmu kembali." Vivy berjalan pergi meninggalkan hari.
"Sial sekali, dia terlihat semakin cantik saja. Kenapa Richard dan mendapatkannya, pria itu begitu menyebalkan," ucap Mario.
Hari ini promosi berlangsung cukup panjang, dari pembahasan para pemain sampai dengan pembahasan series berjalan dengan sangat baik. Beruntungnya tidak ada pertanyaan sensitif yang ditanyakan pada Vivy, mungkin sebelum ini mereka sudah di briefing oleh Reni untuk tidak menanyakan hal-hal yang mengucapkan mood Vivy.
__ADS_1
Setelah promosi series selesai Vivy memutuskan untuk langsung pulang ke rumah, hari sudah sore dan ada anak yang menunggunya di rumah. Untuk waktu sore sampai malam Vivy tidak pernah mengambil job, ia lebih memilih menghabiskan waktu itu bersama dengan sang anak.
"Bagaimana kamu langsung pulang atau ke agensi dulu," tanya Reni sambil berjalan mendekati Vivy.
"Aku langsung pulang saja, anakku sudah menunggu di rumah. Lusa series ini akan tayang dan kamu harus menontonnya di rumahku, kalau bisa ajak pemain yang lainnya karena mereka juga belum tahu kan bagaimana hasilnya. Hanya aku yang sudah mengetahui semua hasilnya, dan aku yakin mereka semua akan suka."
"Oke aku akan membuat acara di rumahmu, mereka juga akan datang kamu tenang saja. Mereka sangat senang bisa diajak kerjasama olehku, series tayang saja mereka sudah mendapatkan gaji, mereka sangat percaya saya harus yang kamu produksi akan sangat bagus," ucap Reni.
"Kamu bisa saja, ya sudah aku pulang ya sopirku sudah menunggu," kata Vivy.
"Ini sudah 2 bulan ya," tanya Reni.
"Sudah lebih dari 2 bulan, kamu tenang saja aku baik-baik saja kok. Memang aku belum bisa melupakannya, tapi aku sudah mulai bisa menerimanya," jawab Vivy.
"Kemarin aku mendapatkan panggilan dari tempat dia bekerja, kalau tidak salah tahun depan ada kunjungan ke tempat terakhir dia menjalankan misi, aku diminta untuk bersiap-siap kalau mau ikut untuk memberikan penghormatan satu tahun kepergiannya, mungkin karena aku artis jadi mereka memberitahuku sejak lama."
"Ya sudah kamu ikut saja, walaupun kamu tidak tahu di mana pastinya dia berada, lebih baik kamu ikut untuk memberikan penghormatan kepadanya," ucap Reni.
"Andai saja tubuhnya masih bisa ditemukan, dan dikuburkan secara layak. Aku masih bisa mengunjungi setiap waktu, sayang sekali aku tidak bisa melakukan hal itu," kata Vivy.
"Sudah tidak apa-apa, sekarang kamu pulang karena kamu sudah menunggu di rumah," ucap Reni.
__ADS_1
"Oh iya agensi kan sudah tahu tentang kepergian suamimu, cepat atau lambat pasti media juga akan tahu. Agensi meminta izin padamu untuk mengumumkannya secara langsung, kalau dirahasiakan seperti ini takutnya malah timbul spekulasi yang tidak baik. Pihak militer juga sudah mengizinkannya kan."
Vivy menganggukan kepalanya, "Ya sudah tidak apa-apa umumkan saja, kalau dengan melakukan jumpa pers, umumkan saja di website atau sosial media," ucap Vivy.
"Tetapi aku takutnya malah proses promosi series mu akan terganggu, lebih baik pengumumannya setelah tayang dan kamu tidak berada di sini deh, takutnya kamu dikejar-kejar media juga," kata Reni.
"Ah kamu bagaimana sih, yasudah terserah kamu mengajak mengobrol terus aku tidak pulang-pulang."
"Hahaha maaf maaf sekarang sudah selamat malam," ucap Reni.
"Bye bye.." Vivy berjalan pergi meninggalkan Reni.
Sesampainya di rumah Vivy melihat anaknya sedang makan bersama baby sister nya, dirinya mengambil alih tugas itu dan meminta babysitter Chris untuk segera pulang. Sekarang ialah yang akan mengurus anak ini.
"Kamu makan dengan apa sayang, kamu suka makanan ini."
"Enyak aku suka mah," ucap Chris.
"Enak sayang bukan enyak, kamu sudah mulai pandai berbicara ya," Vivy mengusap wajah anaknya.
"Semakin hari dia semakin mirip denganmu, wajahnya bibirnya sampai dengan matanya duplikat darimu. Dia terus bertanya tentang kamu, bagaimana cara aku menjelaskannya sampai sekarang aku belum mengerti cara menjelaskannya, dia sangat merindukanmu seperti aku yang sedang merindukanmu. Aku tidak tega ketika dia mengerti nanti kalau kamu sudah tidak ada, pasti perasaannya akan hancur sehancur perasaanku saat tahu kepergianmu," batin Vivy.
__ADS_1
"Ayah mana?"
"Ayah ada disini sayang, jika kamu merindukan ayah pegang hati kamu." Vivy mengarahkan tangan Chris hatinya, Walaupun mungkin anak ini belum mengerti ia akan membiasakannya sampai anak ini nantinya akan mengerti.