Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Keputusan besar


__ADS_3

Tahap awal proses pembuatan series ini berlangsung di rumah Vivy, Vivy menyediakan satu ruangan khusus untuk ia berkumpul dengan timnya. Vivy sengaja mengumpulkan mereka semua di rumahnya agar ia masih bisa sekaligus menjaga anaknya, lagi pula rumah ini nanti yang akan menjadi tempat syuting utama series yang akan ia produksi.


Total tim yang Vivy bentuk berjumlah 20 orang, 7 aktor dan aktris, dan sisanya tim yang bekerja di belakang layar bersama dengan dirinya.


"Bagaimana semuanya lancar," tanya Reni yang datang saat proses meeting selesai.


"Lancar sekali, kami sudah memutuskan kapan kami akan syuting dan apa saja yang harus dipersiapkan," jawab Vivy.


"Kapan kalian akan mulai syuting," tanya Reni.


"Tanggal 12, kamu mengambil waktu 10 hari untuk proses reading dan penyesuaian naskah. Semoga dalam waktu yang singkat ini kami bekerja sama dengan baik."


"Aku yakin kalian pasti bisa, untuk kalian semua artis artis baru nurut saja dengan senior kita ini, semua film yang dibintangi dia selalu box office, kalian jangan khawatir nama kalian pasti akan naik setelah membintangi series ini," ucap Reni.

__ADS_1


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu," ujar Vivy..


"Hmmm ya sudah ayo, di dapur saja sekalian makan. Kalian bisa baca baca naska dan makan makanan yang aku bawa, ada hal penting yang harus kami bahas." Reni dan Vivy berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


Mereka berdua berjalan menuju dapur, sebelum ke dapur Vivy mengambil Chris dari babysitter nya.


"Ada apa," tanya Reni.


"Aku rasa tidak mungkin hanya aku tayangkan di YouTube, aku ingin mengeluarkan modal yang lebih besar, aku ambil platform besar," jawab Vivy.


"Kamu benar deh, aku yakin sekali apa yang aku kerjakan sekarang akan memberi feedback positif yang besar pada karirku ," kata Vivy.


"Aku juga yakin, semoga saja ya. Oh ya bagaimana dengan suami mu, dia sudah ada kabar?"

__ADS_1


"Sudah beberapa hari terakhir kami video call-an terus, barusan tadi dia kembali mengerjakan misi terakhir," ucap Vivy.


"Wah berarti akan segera pulang dong, aku tidak sabar menantikan dia pulang."


"Lah aku istrinya kenapa kamu tidak sabar, aku saja sangat sabar menanti dia pulang," kata Vivy.


"Hahaha yakin sangat, kalau dilihat dari wajahmu sih kamu sangat tidak sabar," ucap Reni.


"Bukan aku yang tidak sabar, tapi anak ini. Kamu bayangkan saja dari usia 2 minggu dia sudah berpisah dari ayahnya," kata Vivy.


"Yakin kamu tidak? Kamu tidak sabar kan kembali di sentuh Richard, bagaimana mungkin bisa kamu tahan tidak mendapatkan jatah selama setahun setengah."


"Ahh rasanya sangat luar biasa, sebenarnya tidak tahan tetapi mau bagaimana lagi tidak mungkin aku selingkuh hanya untuk hal itu, kalau dia mah enak tinggal olahraga 5 jari," ucap Vivy.

__ADS_1


"Awas saat dia pulang kamu langsung tidak bisa berjalan, habis lah kamu."


"Menurut ku itu sudah pasti sih, pasti dia langsung meminta nya sepanjang hari. Setelah melahirkan anak ini aku belum pernah melakukan hubungan suami istri, pasti rasanya sangat sakit sekali," ucap Vivy.


__ADS_2