
Siang harinya, mereka memutuskan untuk ke rumah sakit, Richard sangat penasaran apakah istri nya benar hamil atau tidak, firasat nya mengatakan Vivy hamil tetapi Vivy berkata tidak. Dari pada mereka berdua pusing sendiri Richard memutuskan membawa istrinya ke rumah sakit, di sana semuanya akan jelas.
"Ayah siapa yang sakit," tanya Chris.
"Tidak ada yang sakit sayang, semuanya sehat kok, kita mau tau apakah mamah sudah ada dedek bayi atau belum," jawab Richard.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya giliran mereka masuk ke dalam, Vivy dan Richard langsung menjelaskan maksud mereka datang ke sini.
"Sekarang kita periksa dulu ya," ucap Dokter.
Vivy menganggukkan kepalanya, ia berbaring di atas tempat tidur untuk di periksa oleh dokter.
"Ternyata Mbak Vivy sudah menikah lagi," ucap Dokter.
Awalnya Vivy terkejut mendengar ucapan itu, tetapi tak lama ia sadar kalau wajah suaminya sudah berbeda.
"Hehehe iya," ucap Vivy, memang sampai sekarang orang orang tua kalau Richard sudah tidak ada.
"Sial aku di Anggap sudah mati," batin Richard.
"Bagaimana dok? Kalau menurutku dia hamil tetapi kata dia yang merasakan tubuh nya sendiri berkata tidak hamil," ucap Richard.
__ADS_1
"Sayang sekali, apa yang dikatakan mas ini benar, mbak Vivy sedang hamil," kata Dokter.
"Ah dokter mengejutkan ku.." Richard bernafas dengan lega mendengar kabar baik ini, kata sayang sekali tadi membuat nya lemas seketika.
"Jadi aku hamil," ucap Vivy.
"Iya mbak sudah hamil, jangan khawatir kalau hamil dengan suami tidak ada masalah," kata Dokter.
"Sepertinya aku harus kembali pensiun jadi artis," ucap Vivy.
"Hahaha seperti nya begitu mbak," kata dokter.
"Dok mau tanya, kalau sedang hamil muda seperti ini apa masalah berhubungan suami istri," tanya Richard.
"Lebih baik di hindari sampai ke trimester kedua."
"Tapi kalau istri saya mau bagaimana dok, waktu dia hamil anak ini juga begitu mau terus, tapi tadi ada masalah."
"Mas tau dari mana kalau waktu hamil anak ini mbak Vivy mau terus," tanya dokter.
"Dokter bagaimana sih, kan dia istri ku ya pasti dia cerita pada ku," jawab Richard.
__ADS_1
"Kalau begitu main aman saja, jangan kasar dan buang di luar," ucap Dokter.
"Nah sayang dengar," kata Richard.
Vivy benar benar malu sekali, suaminya terlalu ceplas-ceplos. Ya walaupun apa yang dikatakan Richard benar ini tetap sangat memalukan sekali.
Setelah dari rumah sakit mereka mampir di restoran untuk makan siang, dari tadi wajah Richard tak berhenti tersenyum karena apa yang ia inginkan langsung terwujud.
"Kamu terlihat senang sekali, lebih senang dari anakmu."
"Hahaha bagaimana aku tidak senang, apa yang aku inginkan selama ini akhirnya terwujudkan, ya walaupun baru aku inginkan sih bukan selama ini juga," ucap Richard.
"Sayang kamu tokcer sekali, padahal waktu itu kita harus menunggu satu tahun lebih baru aku bisa hamil. Sekarang hanya beberapa bulan saja," kata Vivy.
"Berarti cara bermain meningkat dengan bagus, ya semoga saja bisa terus seperti ini."
"Ha!! Kamu ingin anak berapa?"
"Sebanyak ya lah, membuat anak enak kok."
"Eh tidak bisa memangnya aku mesin anak, dua saja cukup sayang setelah ini aku langsung steril saja," ucap Vivy
__ADS_1