
Tidak waktu yang lama Vivy mendapatkan beberapa pemeran yang akan main di series pendek yang ia buat, ada sekitar 7 pemain yang ia pilih, tempat pemeran utama dan sisanya pemeran pendukung. Awalnya Vivy tidak ingin terjun langsung ke series ini, dirinya ingin menjadi produser dan sutradara saja, tetapi karena ada suatu toko yang cocok dengannya Vivy memutuskan untuk terjun langsung, karena hanya pemeran pendukung tidak akan membuat perhatian nya terbagi ia tetap akan fokus pada pekerjaan utamanya yaitu seorang produser dan sutradara.
"Kamu sangat pintar, aku berharap series yang kamu garap ini berjalan dengan baik, untuk perlengkapan syuting tenang saja semuanya ada di agensi kita," ucap Reni.
"Terima kasih telah membantuku, tanpa kamu aku juga tidak akan bisa sampai seperti ini, selagi menunggu suamiku pulang lebih baik aku mengerjakan ini semua, kalau hanya sampai 12 episode 1 episode 15-20 menit, kemungkinan besar waktu syuting tidak sampai 1 bulan," ucap Vivy.
"Pas sekali sebelum suamimu pulang, kalau suami sudah pulang jangan mengambil hal seperti ini lagi, fokus pada dia saja, dia pasti sangat merindukan perhatian darimu."
"Iya aku paham kok, kamu tenang saja kalau masalah itu," ucap Vivy.
Karena waktu sudah sore Vivy memutuskan untuk langsung pulang ke rumah, hal ini tidak ke rumahnya karena Chris berada di rumah kakek nenek nya, dirinya memutuskan untuk nginep di rumah orang tuanya karena besok ada acara keluarga yang harus ia hadiri.
Sesampainya di rumah karena anaknya masih main dengan keluarganya, Vivy memutuskan untuk menghubungi suaminya terlebih dahulu, dirinya ingin meminta izin pada Richard untuk mengerjakan proyek ini, tanpa izin dari sang suami rasanya sangat menggantung.
"Bagaimana sayang kamu setuju tidak? Aku sudah menyiapkan dan sekitar 5 M untuk series ini," ucap Vivy.
"Masalahnya apakah itu akan balik modal, 12 episode dengan dengan 5 miliar, ya mungkin itu tidak terlalu banyak untuk semua proyek series tetapi kalau hanya tayang di YouTube aku rasa tidak akan balik modal," kata Richard.
"Kamu lupa sayang, selain konten rumah sakit kita konten drama kita juga sangat banyak di tonton, ada satu episode sampai 25 juta penonton," ucap Vivy.
"Itupun memerlukan waktu yang lama kan, kalau kamu ingin balik modal dan serius dengan proyek ini, jangan nanggung-nanggung kerahkan 10 m atau lebih, asalkan bisa kamu tayangkan di palfrom besar, kalau misalnya tidak balik modal kamu sudah mempunyai pengalaman yang besar," kata Richard.
"Sayang kamu benar-benar mendukung ku. Aku sangat bersyukur mempunyai suami seperti kamu, aku akan berusaha semaksimal mungkin agar proyek yang sedang aku kerjakan ini berjalan dengan lancar, aktor dan aktris yang aku gandeng juga bukan yang terkenal, mereka baru terjun kedua perfilman, aku berharap dengan muncul nya mereka di series ini akan membuat nama mereka naik dan di kenal dimasyarakat umum," ucap Vivy.
__ADS_1
"Cerita apa yang akan kamu ambil," tanya Richard.
"Aku sudah mempunyai naskah, hanya perlu di revisi sejenak saja. Aku mengambil cerita percintaan remaja, tetapi tetap memasukan pesan edukasi, aku mengambil isu panas yang biasanya terjadi di kalangan masyarakat umum, hal yang tidak normal tetapi sudah di normalisasi kan, terutama di masyarakat perkotaan," jawab Vivy.
"Wah Bagus sekali sayang, aku sangat yakin semuanya pasti berjalan dengan sangat baik," ucap Richard.
"Terimakasih telah mendukung dan mempercayai ku," kata Vivy sambil tersenyum manis.
"Sayang Minggu depan aku akan berangkat ke misi terakhir, semoga semuanya berjalan dengan baik, aku berharap aku bisa segera kembali ke sana dengan selamat," ucap Richard.
"Kok perkataan kamu seperti ini sih, jangan begini dong sayang, aku tidak suka mendengar nya," ucap Vivy.
"Hehehe maaf maaf aku membuat kamu khawatir ya.."
Richard tersenyum sambil meletakkan handphone itu. Ia tidak tahu seberapa banyak keberuntungan akan menyelamatkan nya dari berbagai macam misi berbahaya, ia tau berapa bahaya misi nya nanti, itu sebabnya ia mengatakan hal itu pada Vivy.
"Aku masih ingin bersama dengan mereka, aku akan kembali dengan selamat," ucap Richard.
Vivy berjalan mendekati anaknya dengan pikirkan yang tidak tenang, entah kenapa hatinya merasa resah setelah mendengar apa yang Richard katakan tadi. Apalagi setelah melihat wajah anaknya yang sangat mirip dengan Richard, rasanya hati Vivy semakin tidak tenang saja.
"Tidak akan ada masalah, percaya itu," batin Vivy.
Vivy mengambil anaknya dari keluarga nya. Sudah waktunya untuk anak itu istirahat, ia juga sudah sangat lelah dan ingin istirahat bersama dengan sang anak.
__ADS_1
"Sayang semuanya akan baik-baik saja kan," ucap Vivy sambil memeluk Chris dengan erat.
***
Satu Minggu pun berlalu, hari ini terkahir kalinya Richard bisa menghubungi Vivy, hari ini juga Vivy memulai tahap produksi series nya. Sebelum memulai pekerjaan mereka berdua, keduanya video call-an sejenak, mereka berdua sama sama ingin meminta izin agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.
"Sayang aku harus pergi hari ini," ucap Richard.
"Iya kamu harus tetap hati hati, pulang dengan selamat aku dan anak mu menunggu kepulangan mu," kata Vivy.
"Pasti aku akan pulang, kamu tenang saja," ucap Richard.
"Aku juga ingin meminta izin padamu, hari ini aku mulai produksi series yang sudah aku persiapkan, walaupun masih tahap penyesuaian naskah aku berharap dengan izin kamu semuanya berjalan dengan lancar," kata Vivy.
"Aku percaya kamu, semua yang kamu kerjakan pasti berjalan dengan lancar, apalagi ini di bidang kamu ya mungkin kamu tidak bisa melaluinya, aku sangat berharap setelah aku belum nanti aku dapat menonton series yang kamu kerjakan sekarang," ucap Richard.
"Pasti bisa, kamu tenang saja aku akan menyelesaikan semua produksi selama 2 bulan setengah, saat kamu pulang nanti kamu bisa menyaksikan karya yang aku buat," kata Vivy.
Richard membuang nafasnya dengan kasar, ada beberapa kata lagi yang sangat ingin diucapkan.
"Sayang aku tidak tahu kapan aku pergi dan kapan aku bisa akan kembali, aku mohon padamu tetap bahagia kapanpun dimanapun kamu berada, jangan hilangkan senyuman manis di bibir kamu. Dan satu lagi jaga anak kita, itu satu-satunya hal yang menjadi saksi cinta kita berdua, walaupun aku tidak di dekatmu kamu akan merasa dekat denganku saat berada di sampingnya," ucap Richard.
Vivy menganggukkan kepala nya, entah kenapa apa yang Richard katakan sangat masuk ke dalam hatinya, padahal sebelum ini Richard juga biasa mengatakan hal itu pada nya.
__ADS_1