
Hari ini mereka semua bersenang-senang dengan jalan-jalan bersama di kota, dari wahana permainan untuk anak kecil, sampai dengan belanja di mall untuk para istri yang juga ingin merasa terhibur.
Sedangkan para suami hanya diam meratapi isi dompet mereka yang perlahan menghilang, jalan-jalan seperti ini memang banyak menghabiskan uang tetapi asalkan keluarga mereka bahagia keduanya tidak mempermasalahkan hal itu.
"Berarti kalian kembali ke rumah tidak sampai 2 tahun lagi dong?"
"Sebenarnya sih aku juga kurang tahu, setelah 2 tahun di sini sepertinya bisa menentukan ingin lanjut atau memilih untuk pulang, sekarang aku belum memberitahu Vivy nanti saja setelah waktu itu sudah datang barulah aku bertanya pada dia. Dia siap pulang atau masih ingin tetap di sini," ucap Richard.
"Aku rasa dia masih ingin disini, dia terlihat begitu betah disini, mungkin karena denganmu juga dia terlihat sangat bahagia. Waktu kalian belum menikah aku sudah kenal dengan dia, dia bahagia tapi tidak sebahagia ini."
Richard tersenyum mendengar apa yang suaminya Reni katakan, itu tandanya ia berhasil membuat Vivy lebih bahagia, dan dirinya juga tidak heran kenapa Vivy bisa jauh lebih bahagia saat bersama dengannya, apa yang tidak pernah Vivy dapatkan selama ini ia berikan dengan setulus hati, itulah salah satu mengapa Vivy terlihat bahagia setelah menikah dengannya.
Pukul 08.00 malam mereka semua kembali ke rumah, mereka semua terlihat sangat lelah sekali, apalagi dua ibu hamil yang membawa beban dua kali lipat dari biasanya, jalan-jalan saat hamil memang bukan hal yang direkomendasikan untuk ibu hamil.
"Sepertinya aku tidak bisa ikut jalan-jalan lagi, selain punggungku terasa sakit kakiku juga terasa sangat peka," ucap Vivy.
"Hahaha aku pun juga sama, banyak naik mobil tetap saja pinggang terasa sangat panas, lebih baik di rumah saja," ucap Reni.
__ADS_1
"Kalian yang memintanya ya, bukan aku yang memintanya. Sudah daripada kalian mengeluh seperti, mandi air hangat dan beristirahat. Besok pagi semuanya akan menjadi lebih baik," ucap Richard.
"Ayo sayang." Reni dengan suaminya berjalan masuk dalam kamar.
"Adam sampai tertidur dengan sangat lelap," ucap Vivy.
"Pastinya dia sangat kelelahan," ujar Richard.
Richard juga langsung membawa istrinya masuk ke dalam kamar, ia meminta Vivy agar segera mandi agar bisa langsung beristirahat.
"Sayang tolong pijati aku dulu, aku sangat kelelahan loh." Vivy berbaring di atas tempat tidur.
Setelah selesai mandi barulah Richard mengizinkan Vivy untuk langsung tidur, kalau begini dia juga bisa memijati Vivy sesuai dengan keinginan nya tadi.
"Kamu jangan kebiasaan ya, habis keluar tuh langsung mandi, mandi dengan air hangat agar tubuh kamu tidak terasa semakin lelah," ucap Richard.
"Hehehe iya sayang, makasih sudah tahu mengingatkanku." Vivy langsung memeluk suaminya dengan erat.
__ADS_1
***
Tanpa rasa waktu terus berlalu, semuanya berjalan begitu cepat. Dimulai dari kepulangan Reni di rumah mereka, sampai dengan kehamilan Vivy semakin membesar. Sekarang kehamilan Vivy sudah masuk usia 9 bulan, hanya tinggal beberapa hari ke depan Vivy akan melahirkan secara normal, pesan ini mereka berdua ambil setelah perundingan bersama beberapa bulan terakhir, Bukan hanya dengan dokter tetapi juga dengan keluarga mereka.
Alasan pertama Vivy tidak ingin terlalu lama di atas tempat tidur, kalau melahirkan secara normal ia bisa tetap bergerak dengan cukup bebas, kedua ia takut mempunyai bekas operasi sesar di perutnya, itu akan mempengaruhi kepercayaan dirinya, apalagi akan kembali ke dunia hiburan, dan ke tiga Vivy tidak mau masuk ruangan operasi, ia ingin melahirkan ditemani banyak orang termasuk suaminya.
"Sebentar lagi sayang, sampai sekarang aku tidak tahu jenis kelamin anak kita," ucap Richard.
"Aku juga tidak tahu, tapi filing ku perempuan," kata Vivy.
"Mau perempuan ataupun laki-laki aku sangat menunggunya, semoga saja dia lahir dengan sehat. Aku juga sudah tidak sabar bertemu dengan anak itu," ucap Richard sambil mengusap perut Vivy.
"Sayang ingat kata dokter, kalau mau cepat melahirkan harus," ujar Richard sambil mengedipkan matanya.
"Iya iya aku tau, sayang aku sih mau tapi kamu pelan pelan ya, jangan kasar kayak biasanya aku takut," ucap Vivy.
"Hahaha tidak mungkin aku kasar, aku tidak bisa melakukan hal kasar," kata Richard.
__ADS_1
"Kata siapa tidak bisa, kamu kalau sudah dapat enaknya suka lepas kendali," ucap Vivy.
"Kali ini tidak sayang, kamu jangan takut," kata Richard dengan sangat yakin.