
Waktu cepat berlalu, persiapan pernikahan mereka berdua berjalan dengan baik, beberapa hari sebelum pernikahan mereka berdua akan segera terbang ke luar negeri. Keduanya akan menikah di sebuah tempat yang tidak banyak orang ketahui.
Dari gaun pernikahan sampai persiapan kecil lainnya sudah berada di negara yang akan mereka datangi, sekarang hanya tinggal mereka berdua dan keluarga besar yang terbang ke negara tersebut.
Untuk Vivy dengan Richard akan terbang sore hari ini, sebelum terbang mereka berdua akan melihat rumah yang sudah mereka beli. Keduanya memutuskan mempunyai rumah terlebih dahulu sebelum menikah, itu semua agar saat pulang nanti mereka sudah mempunyai tempat tinggal.
"Sayang kenapa keluarga kita berangkat lebih dulu dari pada kita, kita yang menikah tetapi kita belum berangkat."
"Kata Reni kita naik jet pribadi, ya mungkin dia sudah mempersiapkan ini jadi ikutin saja apa yang dia persiapkan," ucap Vivy.
Richard menganggukkan kepalanya, ia sendiri tidak bisa berbuat apa apa karena persiapan pernikahan mereka tidak di bawa kendalinya.
"Nah sampai ini rumah kita," ucap Vivy.
"Wah Bagus ya.. Apa uang kita cukup," tanya Richard.
"Cukup kok, harga rumah ini tidak begitu mahal. Lagi pula rumah ini hanya dua lantai tidak begitu besar, karena desain nya cocok jadi terlihat sangat bagus dan mewah," jawab Vivy.
Mereka berdua turun dari dalam mobil, keduanya berjalan masuk ke dalam rumah itu. Kebetulan Vivy sudah mempunyai kunci rumah nya, jadi merasa bisa dengan bebas masuk ke segala ruangan yang ada.
"Sayang di samping kolam renang," ucap Richard.
__ADS_1
"Kesukaan ku sayang, aku kan suka berenang."
"Siapa yang memberitahu kamu tentang rumah ini?"
"Ayah… Bagus kan kamu suka tidak?"
"Sangat suka, selera kamu dengan Ayah sangat bagus. Aku ingin melihat kamar kita," ucap Richard.
"Ada di lantai dua. Ayo naik." Vivy menggandeng tangan Richard sambil berjalan naik ke lantai atas. Di lantai atas ada beberapa kamar yang salah satu nya kamar mereka berdua.
"Kamar kita yang mana sayang," tanya Richard.
"Iya yang ini." Richard membuka pintu itu.
Keduanya terpukau dengan kamar yang begitu indah dan rapi. Hampir sama dengan kamar Vivy di apartemen tetapi yang ini versi rapi dan lebih berwarna.
"Bagaimana sayang," tanya Richard.
"Aku sangat suka tapi ini besar sekali. Seperti kamar yang ada di apartemen ku, kalau tidak ada kamu pasti akan berantakan, seperti kamar ku di apartemen."
"Kamu jangan khawatir, aku akan membuat kamar ini salalu rapi," ucap Richard sambil memeluk Vivy.
__ADS_1
"Aku sudah tau itu, kamu bisa aku andalkan," kata Vivy.
"Kita berapa lama di luar negeri," tanya Richard.
"Satu Minggu, setelah itu kita langsung kembali ke sini. Bulan depan aku sudah mengisi acara tv dan kamu juga sudah mulai masuk kerja kan. Jadi lebih baik kita banyak istirahat di rumah," jawab Vivy.
"Oh tidak bisa, aku tidak ketemu kamu satu bulan lamanya, tidak bisa aku istirahat saja di rumah, aku ingin kita.."
"Hahaha iya sayang aku paham, sudah jangan banyak berpikir kita kembali ke apartemen ku untuk bersiap siap. Nanti kalau tidak siap siap dari sekarang ada yang ketinggalan," ucap Vivy.
"Oke…"
Setelah mereka puas melihat liat isi rumah ini keduanya pun segera kembali ke apartemen. Sore nanti keduanya harus sudah terbang agar mempunyai waktu istirahat sebelum acara pernikahan berlangsung.
"Kalian sudah siap siap," tanya Reni.
"Sudah hanya tinggal berangkat, tapi belum semuanya sih."
"Lah bagaimana sih. Katanya sudah bersiap siap tapi belum semuanya. Kalian harus segera bersiap siap, jadwal penerbangan maju dua jam dari waktu yang sudah di temukan," ucap Reni.
"Mampus.. Aku pulang dulu.." Vivy memutuskan sambungan telepon itu.
__ADS_1