
"Kamu kenapa," tanya Richard.
"Tidak papa.. Bantu aku Richard, kamu sangat bisa aku andalkan untuk sekarang," kata Vivy.
Richard tersenyum manis. "Bukan nya saya selalu bisa kamu andalkan," ucap nya.
Vivy hampir salah tingkah dengan senyuman yang Richard miliki, ia jarang sekali melihat pria mempunyai senyuman semanis Richard.
"Kamu mau bantu aku tidak," tanya Vivy.
"Iya saya bantu.. Jangan terburu buru, lakukan dengan perlahan agar kamu dapat mengerti dan tidak cidera, adegan yang kamu lakukan memang cukup sulit," jawab Richard.
Vivy menganggukkan kepala nya, ia percaya seratus persen pada Richard.
Malam ini Vivy berlatih dengan sangat keras, ia tidak mau banyak mengalami kesulitan saat syuting besok. Kejadian memalukan seperti tadi Vivy tidak ingin terulang kembali, terasa sangat memalukan sekali, apalagi yang mengatakan hal tidak enak untuk di dengar Mario lawan mainnya.
__ADS_1
Pukul 10 malam, keduanya berhenti berlatih. Vivy belajar dengan sangat cepat, ia sudah bisa melakukan adegan itu walaupun belum begitu sempurna. Hal itu sudah sangat cukup, besok sebelum syuting ia akan sedikit berlari lagi untuk menyempurnakan adegan itu.
Vivy benar benar berterimakasih dengan Richard, Richard jauh lebih baik dari pada lawan mainnya sendiri. Padahal seharusnya mario lah yang harus membantu nya, kalau Mario melakukan hal itu sudah pasti chemistry diantara mereka berdua bisa lebih baik lagi.
"Terima kasih Richard, karena kamu aku bisa melewati ini semua dengan sangat baik," ucap Vivy.
"Sama sama, ini sudah malam tidak baik saya terlalu lama berada di sini, aku harus kembali ke tempat saya," kata Richard.
"Nanti dulu, jangan terburu buru, tenang saja jangan khawatir. Sebagai ucapan Terima kasih ku kita makan malam bersama," ucap Vivy.
"Maaf nona saya sudah kenyang, saya harus pergi." Richard berdiri dari tempat duduk nya, saat ia ingin pergi meninggalkan Vivy tiba-tiba perut nya berbunyi, hal itu membuat dirinya malu sekali.
"Hanya ada ini, tapi ini sangat enak kok, di minum pakai soda," ucap Vivy.
"Terima kasih nona, ini sudah sangat luar biasa," kata Richard.
__ADS_1
"Bisa tidak kalau sedang berdua jangan menggunakan bahasa seperti itu, jujur aku kurang nyaman," ucap Vivy.
"Aku takut kebiasaan menggunakan bahasa seperti ini pada mu, aku tidak ingin membuat kamu terkena rumor yang merugikan kamu," kata Richard.
"Santai saja, jangan kamu ambil pusing," ucap Vivy.
"Ayo di makan, kamu coba enak atau tidak."
Richard mengambil makanan itu dan mulai memakannya, makanan sehat memang tidak memiliki rasa yang kompleks, pasti ada saja yang terasa kurang di bibir Richard. Meskipun begitu Richard tetap memakannya dengan lahap, karena ia merasa sangat lapar sekali.
"Enak," tanya Vivy.
"Enak sekali," jawab Richard.
"Besok aku hanya ada satu kali tag, setelah aku selesai kita jalan jalan yuk," ucap Vivy.
__ADS_1
"Boleh, dari pada kamu jalan jalan sendiri, itu sangat berbahaya lebih baik jakan jalan dengan ku, aku akan menjaga kamu," kata Richard.
Apa yang Richard katakan seperti seorang pria yang berbicara dengan pacar nya. Hal itu membuat Vivy kembali menahan senyum nya.